Pengguna membuka aplikasi KAI Access, Selasa (7/1/2020). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Bagi masyarakat Madiun dan sekitarnya yang menjadi pengguna setia layanan kereta api kelas ekonomi tampaknya harus lebih menghitung biaya saat bepergian. Hal ini setelah pemerintah mencabut subsidi sejumlah kereta api dan berlakunya tarif normal mulai Januari 2020.

Setelah tarif public service obligation (PSO) bidang angkutan kereta api pelayanan kelas ekonomi dicabut, maka tarif KA tersebut akan kembali normal. Sejumlah KA ekonomi yang melewati wilayah Daop VII Madiun terdata ada lima, yaitu KA Logawa relasi Purwokerto-Jember, KA Brantas relasi Blitar-Pasarsenen, KA Pasundan relasi Surabay Gubeng-Kiaracondong Bandung, dan KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng-Pasarsenen.

Pantauan Madiunpos.com di aplikasi KAI Access, Selasa (7/1/2020), saat ini harga tiket KA Logawa senilai Rp125.000/orang, padahal sebelumnya hanya Rp70.000/orang. Tarif KA Brantas yang sebelumnya seharga Rp84.000, setelah subsidi dicabut tarifnya menjadi Rp140.000.

"Benar, subsidi tarif KA ekonomi telah dicabut. Sekarang tarifnya sudah normal," kata Vice President PT KAI Daop VII Madiun, Wisnu Pramudyo, Senin (6/1/2020).

Wisnu menuturkan pencabutan subsidi KA PSO beelaku awal tahun 2020. Sehingga tarif KA ekonomi tersebut saat ini berlaku normal.

Dia menuturkan anggaran subsidi untuk tarif KA PSO tersebut merupakan dari Kementerian Perhubungan. PT KAI hanya melaksanakan pelayanan untuk menyalurkan subsidi tersebut melalui penyediaan KA.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten