Catat! Ini 8 Kesalahan Finansial yang Harus Dihindari

Sudah saatnya Anda mencoba untuk menghindari kesalahan dalam mengelola keuangan agar bisa bertahan hidup di masa depan.

 Ilustrasi laporan keuangan. (scu.edu)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi laporan keuangan. (scu.edu)

Solopos.com, JAKARTA – Sebagian besar orang harus menghadapi tekanan keuangan dan ketidakpastian pada saat yang sulit di masa pandemi Covid-19, mulai dari kehilangan pekerjaan, meningkatnya utang, pengeluaran tak terduga, atau kombinasi faktor, serta kekhawatiran finansial.

Tak sedikit orang mengalami kesalahan dalam mengatur keuangan dan bahkan terjebak dengan utang yang menumpuk. Memang, sejumlah kesalahan sifatnya sepele dan dapat dengan mudah diatasi.

Namun, tidak menutup kemungkinan pula bahwa ada kesalahan yang dampaknya begitu besar pada kehidupan finansial Anda kini dan di kemudian hari.

Sudah saatnya Anda mencoba untuk menghindari kesalahan dalam mengelola keuangan agar bisa bertahan hidup di masa depan. Berikut 8 kesalahan dalam menggunakan uang yang harus Anda hindari, dilansir Bisnis dari Investopedia, belum lama ini:

Baca Juga: Outlet Galeri 24 Kini Sudah Ada Ratusan, Cek Daftarnya di Sini!

1. Pengeluaran yang berlebihan dan sembarangan

Ini hal pertama yang harus Anda hindari. Anda harus mengelola atau bahkan mengatur ulang keuangan Anda agar tidak berlebihan mengeluarkan uang. Walaupun terasa sulit, salah satu langkah ini yang harus Anda ingat. Alih-alih mengeluarkan uang secara berlebihan, Anda bisa menyimpan uang di celengan Anda.

2. Pembayaran tanpa akhir

Tanyakan pada diri Anda apakah benar-benar membutuhkan barang yang mengharuskan Anda membayarnya setiap bulan, tahun demi tahun. Misalnya seperti televisi kabel, layanan musik, keanggotaan gym kelas atas atau mengedepankan kebutuhan gaya hidup dapat membuat Anda harus membayar tanpa henti.

Namun, Anda tak memilki apa-apa, hanya mementingkan hal seperti itu. Saat Anda memiliki uang yang cukup banyak, Anda bisa menabungnya dan Anda bisa menerapkan gaya hidup minimalis yang bisa sangat membantu tabungan Anda.

3. Hidup dengan uang pinjaman

Sudah menjadi hal yang lumrah apabila seseorang menggunakan kartu kredit untuk membeli kebutuhan pokok. Namun, kartu kredit juga bisa menjadi bencana dalam hal keuangan. Tagihan tersebut harus Anda bayar setiap akhir bulannya. Apalagi jika Anda menunggak atau tidak membayar tagihan tepat waktu, maka Anda akan dikenakan denda dan inilah yang membuat keuangan Anda memburuk.

Baca Juga: Potensi Gagal Bayar Hingga Rp800 Miliar, KSB Jogja Digeruduk Nasabah

4. Beli mobil baru

Jutaan mobil baru terjual setiap tahun, meskipun hanya sedikit pembeli yang mampu membayarnya secara tunai. Namun, ketidakmampuan untuk membayar tunai untuk mobil baru juga dapat berarti ketidakmampuan untuk membeli mobil tersebut. Bila meminjam uang untuk membeli mobil, maka konsumen membayar bunga atas aset yang terdepresiasi.

Lebih buruk lagi, banyak orang memperdagangkan mobil mereka setiap dua atau tiga tahun dan kehilangan uang pada setiap perdagangan. Jika Anda perlu membeli mobil atau meminjam uang untuk membeli mobil, pertimbangkan untuk membeli mobil yang menggunakan bensin lebih sedikit, biaya asuransi, dan perawatan yang lebih murah.

5. Hidup dari gaji ke gaji

Banyak perencana keuangan menyarankan untuk menyimpan pengeluaran selama tiga bulan di rekening yang dapat Anda akses dengan cepat. Kehilangan pekerjaan atau perubahan ekonomi dapat menguras tabungan dan menempatkan Anda dalam siklus utang yang membayar utang.

6. Tidak berinvestasi di masa pensiun

Manfaatkan rekening pensiun yang ditangguhkan pajak atau yang disponsori perusahaan Anda. Pahami kapan investasi Anda harus tumbuh dan seberapa besar risiko yang dapat Anda toleransi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan yang memenuhi syarat untuk mencocokkan ini dengan tujuan Anda jika memungkinkan.

Baca Juga: Layanan Telkom Group Disebut Kembali Normal 100%

7. Melunasi utang dengan tabungan

Ketika utang dilunasi, urgensi untuk membayarnya kembali biasanya hilang. Anda bisa tergoda untuk terus membelanjakan uang dengan kecepatan yang sama, yang berarti Anda bisa kembali berutang. Jika Anda akan melunasi utang dengan tabungan, Anda harus hidup seolah-olah Anda masih memiliki utang yang harus dibayar.

8. Tidak memiliki rencana

Masa depan keuangan Anda tergantung pada apa yang sedang terjadi saat ini. Orang-orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton televisi atau menelusuri konten media sosial, tetapi menyisihkan dua jam seminggu untuk keuangan tidak mungkin. Anda perlu tahu ke mana Anda akan melangkah dan melakukan apa. Jadikan waktu untuk merencanakan keuangan Anda sebagai prioritas.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Banting Setir, Atlet Bulutangkis Ini jadi Pengusaha Warung Gongso Solo

Warung Gongso merupakan usaha yang ide Dhaka Yudha Sakti datang dari kegemaran keluarga terhadap resep menu makanan yang dimasak dengan cara digongso.

Krisis Energi Melanda Dunia, Ini Pengaruhnya untuk Indonesia

Tingginya permintaan energi seiring dengan pemulihan ekonomi tapi tak dibarengi dengan ketersediaan pasokan memadai, membuat harga gas alam dan batu bara melonjak.

Dipesan Tamu World Superbike, Hotel-Hotel di Mataram Hampir Full Booked

sejumlah hotel di Mataram sudah menerima reservasi atau pesanan kamar dari tamu kegiatan World Superbike (WSBK) yang akan digelar di Sirkuit Mandalika, 19-21 November 2021.

Pertashop Dorong Bangkitnya Ekonomi di Tengah Pandemi

Pertashop Pertamina diharapkan bisa jadi upaya mendorong pemerataan akses energi dengan tujuan membangkitkan kembali ekonomi di tengah pandemi.

Dukung Percepatan Digitalisasi Daerah, Grab & OVO Rilis Patriot di Solo

Program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah (Patriot) diresmikan di Solo, Kamis (21/10/2021). Patriot merupakan program yang diluncurkan Grab bekerja sama dengan OVO.

Jumlah Wisatawan Meningkat, Pemkot Jogja Batasi Pengunjung

Pada PPKM Level 2 di DIY, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengantisipasi kemungkinan meningkatkan jumlah wisatawan.

Aturan Baru: Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Naik Pesawat dan Kereta

Anak usia di bawah 12 tahun bisa diajak naik pesawat hingga kereta api antarkota namun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

BNI Luncurkan BNI Xpora untuk Dukung UMKM Go Global

BNI memperkenalkan BNI Xpora yang telah memberikan layanan di 7 kota yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Jangan Terkecoh! Ini Beda Pinjol Ilegal dengan Pinjol Legal

Pemerintah melakukan penindakan tegas terhadap pinjol ilegal, sedangkan pinjol-pinjol lain yang legal sudah ada izin, sah, dipersilakan berkembang.

Resmikan Pabrik Biodiesel, Begini Penegasan Jokowi Soal Energi Fosil

Pada tahun 2021 Presiden Jokowi menargetkan Indonesia mampu memproduksi dan menyalurkan 9,2 juta kiloliter biodiesel.

Diproyeksi Gantikan Garuda, Pelita Air Butuh Persiapan 3 Bulan

BUMN memperkirakan penyiapan PT Pelita Air Service (PAS) sebagai maskapai yang melayani penerbangan berjadwal membutuhkan waktu setidaknya 3 bulan.

Integrasi Digital Pajak Ala Kereta Api Indonesia

Sektor perpajakan menjadi sangat krusial lantaran KAI memiliki transaksi hingga 12.000 dokumen pajak per bulan.

Dililit Utang Rp35 Triliun, Garuda Indonesia Sudah di Ujung Tanduk

BUMN menggambarkan kondisi keuangan PT Garuda Indonesia yang sudah di ujung tanduk lantaran dibebani oleh setumpuk utang dan ekuitas negatif

Peringati Maulid Nabi & Hari Santri 2021, Semen Gresik Gelar Istigasah

Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri adalah momentum untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dan momentum mengobarkan spirit santri dan pesantren.

Airlangga: Pemerintah Tepat Atasi Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi Terjaga

Salah satu capaian Pemerintah dalam dua tahun terakhir di bidang ekonomi adalah berhasil menahan kontraksi ekonomi di tahun 2020.

Komitmen BTPN Syariah dalam Tanggung Jawab Sosial Berkelanjutan

Selama lebih dari satu dekade melayani nasabah inklusi, BTPN Syariah tetap berupaya memberikan dampak sosial yang nyata bagi seluruh stakeholder baik internal dan eksternal.