Catat! Ibu Hamil di Klaten Wajib Swab Test Sebulan Sebelum Persalinan
Ilustrasi ibu hamil (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Para ibu hamil (bumil) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diwajibkan untuk mengikuti swab test atau tes usap Covid-19 pada pekan ke-35 kehamilan atau sekitar sebulan sebelum hari perkiraan lahir (HPL).

Hal itu dimaksudkan untuk memastikan kondisi ibu hamil terbebas dari Covid-19.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Tuti Nurharyati, mengatakan swab test kepada bumil sebelumnya dilakukan pada usia kehamilan pekan ke-37 atau ke-38.

"Ternyata, ada beberapa yang belum selesai masa isolasi mandiri itu sudah memasuki masa melahirkan," kata Tuti saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (29/11/2020).

Begini Langkah Pemkab Karanganyar Dukung UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Alhasil, swab test kepada ibu hamil dimajukan pada pekan ke-34 dari usia kehamilan. Dengan rentang waktu yang lebih lama, ketika memasuki masa melahirkan kondisi ibu sudah terbebas dari paparan virus corona.

Selain itu, petugas kesehatan juga bisa melakukan persiapan sejak dini ketika kondisi kesehatan ibu dari Covid-19 diketahui lebih awal.
Perlu penanganan khusus bagi ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain protokol kesehatan ketat diterapkan, proses persalinan diutamakan melalui operasi cesar.

Khusus

Tuti menjelaskan sudah sudah ada penambahan pelayanan khusus untuk proses persalinan ibu hamil yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah swab test.

Satgas Covid-19 Bogor Sebut Habib Rizieq ODP Corona, Ini Alasannya

"Sudah ada pelayanan di rumah sakit seperti menambah ruang operasi kemudian ruang isolasi seperti di PKU Muhammadiyah Delanggu, RSU Islam Klaten, RSD Bagas Waras, dan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Sehingga sekarang ibu hamil yang positif kami jadwalkan operasi dan diutamakan operasi cesar. Sehingga ketika sudah kami jadwalkan operasinya saat hari persalinannya tidak harus menunggu," kata Tuti.

Terkait swab test, Tuti menjelaskan wajib dilakukan bumil terutama mereka yang mendekati hari perkiraan lahir. Hasil swab test menjadi acuan bagi petugas kesehatan untuk melakukan persiapan menangani bumil yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Manfaatkan lebih besar baik untuk penanganan ibu, petugas kesehatan, beserta fasilitas. Sebenarnya wajib. Kalau ada yang menolak, kami tidak bisa memaksa. Tetapi, kami upayakan untuk terus memberikan edukasi dan semua stakeholder ikut mendukung dan memberikan ketenangan kepada ibu. Karena kalau tidak diketahui kondisi ibu hamil, nanti ketika penanganan saat melahirkan bisa tidak sesuai dan justru merugikan ibunya sendiri dan tenaga kesehatan," jelas Tuti.

Sejak awal tahun hingga kini, ada sekitar 17.000 ibu hamil. Hingga kini, masih ada sekitar 3.000 ibu hamil yang belum memasuki proses persalinan.

30 Bumil Positif Covid-19

Beberapa waktu lalu ada 30an ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19. Tuti menjelaskan saat ini jumlah tersebut sudah berkurang dan ibu hamil dinyatakan terbebas dari Covid-19.

"Masih ada sekitar tujuh orang tetapi sudah selesai isolasi mandiri," tutur dia.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan pelacakan kondisi kesehatan ibu hamil dari Covid-19 menjadi sasaran penting di Klaten. Lantaran hal itu, ibu hamil menjadi salah satu kelompok prioritas untuk dilakukan swab test.

"Sehingga kami bisa memastikan kondisi ibu hamil itu akan sehat kehamilannya begitu pula terbebas dari Covid-19. Jadi program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng ditambah bebas Covid-19. Di Klaten sudah cukup baik ditambah dengan fasilitas persalinan khusus untuk yang terkonfirmasi positif Covid-19," kata dia.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, menuturkan swab test kepada bumil yang dimajukan pada pekan ke-35 dari sebelumnya pekan ke-38 dimaksudkan agar bisa segera dilakukan penanganan.

Jadwal swab test kepada bumil yang dimajukan itu juga berkaca pada sejumlah kasus ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 ketika mendekati persalinan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom