Kategori: Wonogiri

Cari Makanan Buka Puasa dan Kebutuhan Lebaran? Coba Mampir Ke Bazar Ramadan UMKM Wonogiri!


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI -- Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama sejumlah komunitas mengadakan acara Bazar Ramadan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM Wonogiri. Aneka makanan untuk buka puasa hingga kebutuhan Lebaran ada di bazar tersebut.

Bazar yang digelar di Rumah BUMN, tepatnya di Jl. Wonogiri-Ponorogo, Brubuh, Purworejo, Kecanatan Wonogiri, Wonogiri, itu digelar pada 24 April-22 Mei 2021. Adapun tema yang diusung yakni "Bangkit di masa Pandemi, Kenali, Cintai dan Gunakan Produk Wonogiri". Kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan Peindustrian dan Perdagangan (KUKM dan Perindag) Wonogiri, Wahyu Widayati, mengatakan acara itu diikuti oleh puluhan pelaku UMKM di Wonogiri. Ramadan dijadikan momen untuk membangkitkan UMKM Wonogiri di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Waspadai Penipu Curi Kata Sandi Via Iklan di Facebook dan Messenger

Wahyu mengatakan, stan bazar dibagi menjadi dua tempat, yakni di dalam dan di luar gedung Rumah BUMN. Di dalam ruangan terdapat puluhan produk UMKM Wonogiri. Mulai dari olahan makan, kerajinan hingga tekstil. Selain itu ada pelaku UMKM yang membuat parcel Lebaran.

"Olahan makanan itu seperti thiwul, mi ayam wonogiren, gatot, aneka sambal, aneka bumbu, saus, kecap, karipik dan lain-lain. Sedangkan tekstil mulai dari kaos, batik Womogiri, masker dan lain-lain. Semua asli produk Wonogiri," kata dia kepada Solopos.com, Senin (26/4/2021).

Sedangkan stan bazar di luar gedung atau halaman Rumah BUMN, menurut Wahyu menyediakan aneka makanan dan minuman tradisional untuk berbuka puasa. Makan yang dijual seperti gendar pecel, jenang dan lain-lain. Stan di luar itu buka mulai pukul 14.00-19.00 WIB. Sedangkan stan di dalam buka mulai pukul 09.00-20.00 WIB.

"Kalau yang dalam ruangan itu sistemnya nitip produk. Siapa saya warga Wonogiri yang punya produk ditampilkan di sana, ada petugas yang menjaga. Kalau stan di luar pedagang melayani pembeli secara sendiri-sendiri," ungkap dia.

Bantu UMKM

Wahyu berharap bazar dapat membantu para pelaku UMKM di Wonogiri untuk tetap bertahan agar tidak terus terpuruk di masa pandemi Covid-19. Selain itu, juga memberi kesempatan agar produk UMKM dapat dikenal masyarakat luas. Masyarakat yang melihat stand bazar Ramadan bisa mengenali, mencintai dan menggunakan produk dari pelaku UMKM dari Wonogiri.

"Selain kami memberi kesempatan untuk memperkenalkan produk kami juga memberi edukasi dan masukan agar produknya bisa berkembang. Misal kemarin ada yang jual madu tapi di kemas menggunakan jeriken. Kami sarankan agar menggunakan botol dan diberi penjelasan atau diskripsi tentang madu itu," kata Wahyu.

Sementara itu, Pemimpin BNI Kantor Cabang Wonogiri, Sri Haryati mengatakan, bazar Ramadan itu sebagai tanda dimulainya kembali aktivitas di Rumah BUMN (RB) Wonogiri. Sebab selama satu tahun lebih RB vakum dari kegiatan akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Gelombang Baru Corona, Jakarta Hingga Soloraya

"Saatnya RB kembali digunakan untuk kegiatan, mengadakan pelatihan, workshop, membuka diskusi dan berbagai aktiftas lain yang dapat meningkatkan kapabiltas UMKM di Wonogiri. Tentunya kegiatan yang diselenggarakan harus menerapkan protokol kesehatan ketat," kata dia.

Ia mengtakan, Rumah BUMN merupakan program dari Kementerian BUMN. Di Wonogiri, BNI ditunjuk sebagai BUMN yang mengelola Rumah BUMN bersama Dinas KUKM dan Perindag. Rumah BUMN adalah re-branding dari sebutan sebelumnya “Rumah Kreatif (RKB) BUMN”.

"Perubahan nama itu merupakan pengayaan fungsi Rumah BUMN guna memperkuat peran BUMN di tengah masyarakat. Misalnya sebagai tempat untuk pengembangan UMKM, Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan [TJSL], Co-Working space dan zona milenial," kata Sri Haryati.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi