Tutup Iklan
Ilustrasi morning sickness (mirror)

Solopos.com, SOLO-Di trimester pertama kehamilan, banyak calon ibu sulit makan karena mengalami mual dan muntah alias morning sickness. Jangankan makan, mencium aroma http://lifestyle.solopos.com/read/20180913/485/939365/tips-simpan-makanan-di-freezer" title="Tips Simpan Makanan di Freezer">makanan tersebut saja sudah mual. Kalau sudah begini, bagaimana agar tetap ada makanan yang masuk ke tubuh?

Dikutip dari liputan6.com, belum lama ini, menurut ahli gizi Retno Ayu ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu agar tetap ada asupan makanan yang masuk tubuh ibu di awal kehamilan. Pertama, pilihlah makanan yang kering. Makanan kering bisa kue, cracker atau roti. Bisa juga mengonsumsi makanan yang direbus," kata Ayu dalam acara peluncuran buku Anti Panik Menjalani Kehamilan belum lama ini.

Kedua, pilih makanan yang tidak terlalu banyak bumbu. Aroma tertentu pada http://lifestyle.solopos.com/read/20180828/485/936600/bumbu-dapur-ini-mampu-atasi-rambut-rontok" title="Bumbu Dapur Ini Mampu Atasi Rambut Rontok">bumbu masakan bisa memicu ibu hamil jadi mual atau muntah.
"Ada yang cium aroma bau nasi saja sudah mual, bagaimana lagi kalau dia konsumsi makanan yang ada bawang putih, bawang merah yang tajam," kata lulusan Universitas Indonesia ini. Ayu juga menambahkan jika setiap kali makan mual, ibu hamil bisa mengurangi porsi makan. Cobalah untuk makan sedikit tapi sering.

"Ibu hamil makan setiap dua jam sekali itu normal kok. Asalkan sesuai dengan http://semarang.solopos.com/read/20180803/515/931679/ganjar-optimistis-kebutuhan-tembakau-jateng-tercukupi" title="Ganjar Optimistis Kebutuhan Tembakau Jateng Tercukupi">kebutuhan kalori harian," kata Ayu.
Mual dan muntah pada ibu hamil biasanya berlangsung saat usia kehamilan 6 pekan-12 pekan saja. Namun, pada beberapa ibu hamil bisa berlanjut hingga usia 20 pekan.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten