Tutup Iklan

Canon Mati Seusai Ditangkap Satpol PP Aceh, SAS Solo Tuntut Pengusutan

Komunitas Sahabat Anjing Surakarta menuntut pengusutan tuntas kasus anjing bernama Canon yang mati setelah ditangkap Satpol PP di Aceh.

 Anjing bernama Canon berinteraksi dengan penghuni Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, beberapa waktu lalu. Canon mati setelah ditangkap untuk dipindahkan oleh Satpol PP Aceh Singkil. (Instagram @rosayeoh)

SOLOPOS.COM - Anjing bernama Canon berinteraksi dengan penghuni Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, beberapa waktu lalu. Canon mati setelah ditangkap untuk dipindahkan oleh Satpol PP Aceh Singkil. (Instagram @rosayeoh)

Solopos.com, SOLO — Komunitas Sahabat Anjing Surakarta atau SAS memberikan dukungan moral untuk pengusutan kasus Canon, seekor anjing di Pulau Banyak, Aceh Singkil, yang mati setelah ditangkap Satpol PP wilayah setempat.

SAS menduga tindakan Satpol PP tidak sesuai prosedur sehingga menyebabkan kematian anjing saat proses pemindahan dari resort di Pulau Banyak.

Kasus itu kini menjadi perhatian warga dan komunitas pencinta hewan di Nusantara. Sebagai informasi, Canon dan sejumlah anjing lain dipindah untuk mendukung wisata halal di Pulau Banyak.

Kebijakan itu diklaim untuk melindungi wisatawan dari serangan hewan tersebut. Namun pemilik Canon yang tinggal di resort Pulau Banyak membantah peliharaannya membahayakan warga. Mereka menyebut Canon adalah anjing jinak dan bersahabat dengan semua orang.

Baca Juga: Pemkot Solo Perbarui Kerja Sama Sister City dengan Xian & Zhuhai China

“Kematian Canon ikut membuat kami sedih dan kecewa. Kami mendukung kasus tersebut diusut sampai tuntas,” ujar Koordinator SAS, Fredy Irawan, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (24/10/2021).

SAS menilai penangkapan anjing Canon oleh petugas menyalahi prosedur sehingga menyebabkannya mati. Dari video yang beredar di media sosial, Canon dipukul dengan bilah kayu panjang dalam proses penangkapan.

Canon kemudian dimasukkan ke keranjang sempit dan berbalut terpal sehingga hewan itu berpotensi sulit bernapas. Fredy menyayangkan petugas Satpol PP melakukan penangkapan secara sepihak tanpa diketahui pemilik hewan.

“Canon itu anjing peliharaan, jinak dan terawat. Jangan sampai karena alasan mau mendukung wisata halal, lantas petugas menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan hewan yang tidak disukai,” tutur Fredy yang juga pegiat Koalisi Peduli Satwa Solo.

Baca Juga: SGS 2021, Panitia Yakin Target Rp800 M Tercapai Sebelum Akhir Bulan

Sanksi Disiplin

Saat ini SAS masih menunggu arahan dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) yang turut mengadvokasi kasus anjing Canon yang mati tersebut. Sejauh ini SAS telah meminta anggotanya mengisi petisi di Change.org untuk mendesak adanya langkah hukum terkait kematian Canon.

Hingga Minggu pukul 17.55 WIB, sudah ada 16.014 tanda tangan dari target 25.000 tanda tangan. “Kami mendukung setiap upaya hukum untuk menuntut keadilan. Jangan sampai hal ini terulang di wilayah lain,” ujar Fredy.

Sejumlah yayasan peduli hewan telah melayangkan somasi kepada Satpol PP Aceh Singkil agar meminta maaf dan memberi sanksi disiplin pada anggota Satpol PP terkait. Mereka juga menuntut Polres Aceh Singkil menangani kasus kematian hewan tersebut.

Baca Juga: Ingin Dolan ke TSTJ Solo? Pengunjung Wajib Perhatikan Sejumlah Hal ini

Pendiri JAAN, Karin Franken, mengkritik tindakan Satpol PP yang terkesan seenaknya saat menangkap anjing. “Kalau sesuai prosedur seharusnya enggak mati,” ujar Karin.

Karin mengatakan petugas sebaiknya berbicara lebih dulu dengan pemilik anjing. Selanjutnya bila sepakat anjing dipindahkan, perlu ada fasilitas kandang yang memadai.

“Kalau ini masalahnya hanya karena tidak suka anjing, sangat keterlaluan. Anjingnya di sana baik-baik saja dan nggak ada kasus apa pun, ada pemilik dan tinggal di resor. Seharusnya bukan urusan mereka [Satpol PP].”


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Bupati Karanganyar: Anak Down Syndrome Pasti Punya Kelebihan Luar Biasa

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan para orang tua yang memiliki anak down syndrom harus menerima dengan senang dan ikhlas. Sebab, buah hati itu adalah titipan dari Tuhan dan pasti memiliki kelebihan yang luar biasa.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Layanan Prodia Mobile Paling Diminati

Laboratorium Klinik Prodia Semarang terus mengoptimalkan pelayanan secara digital, dalam beberapa waktu terakhir

Lokasi WNA Ukraina Tersesat di Merbabu Ternyata Jadi Habitat Elang Jawa

Blok Tulangan yang menjadi lokasi penemuan warga negara asing (WNA) yang tersesat di lereng Gunung Merbabu ternyata menjadi habitat dari elang jawa yang terancam punah.

Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

Beredar sebuah video mesum sejoli di kamar berdurasi 25 detik, yang diduga terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Emas asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader emas asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi emas dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.