Agung Prasetyo, mahasiswa UNS Solo pembuat detektor kapal tenggelam. (Istimewa/UNS)

Solopos.com, SOLO – Mahasiswa Prodi Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNS Solo, Agung Prasetyo, menciptakan alat detektor untuk mencari kapal nelayan yang tenggelam. Alat yang diberi nama Remotely Alert Coordinat of Ship Dissapear (RADAR) mengantarkan Agung meraih medali perak ajang 10th International Innovation and Invention Competition.

Acara tersebut diselenggarakan The Chinese Innovation and Invention Society Organized di Taipei Ambassador Hotel, Taiwan, 10-14 November 2019. Agung Prasetyo mengatakan, alat tersebut memancarkan radar pemberi informasi teks melalui SMS kepada nomor tujuan yang sudah diatur terlebih dahulu mengenai koordinat kapal jika tenggelam.

“Alat yang dibawa kapal itu akan mengirimkan SMS secara otomatis berisi titik koordinat lokasi kapal ketika tenggelam. Sebuah kapal bisa dinyatakan tenggelam pada kedalaman tertentu atau pada tekanan tertentu. Sehingga ketika alat itu ada pada situasi tersebut, secara otomatis akan mengirimkan pesan ke nomor tujuan sehingga kapal segera ditemukan dan ditolong,” ujarnya kepada Solopos.com, pekan lalu.

Agung Prasetyo menerangkan, pada prinsipnya cara kerja alat buatannya mirip dengan detektor serupa di kapal besar.

“Tapi kalau kapal besar kan alatnya canggih, sedangkan yang saya buat ini kan sederhana dan kapal nelayan biasanya belum dilengkapi teknologi seperti ini,” tambahnya.

Radar buatan Agung Prasetyo terbilang istimewa karena harganya terjangkau. Satu unit alat tersebut harganya berkisar antara Rp200.000-Rp300.000.

Sebagai informasi, ajang 10th International Innovation and Invention Competition tersebut diikuti peserta dari 12 negara. Agung Prasetyo sangat senang bisa mewakili Indonesia di ajang tersebut. Setelah melalui seleksi full paper, Agung Prasetyo diundang menghadiri acara grand final untuk mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri.

“Saya merasa bersyukur karena diberi kesempatan untuk bisa mewakili Indonesia. Ini juga kali pertama saya pergi ke Taiwan, oleh karena itu banyak pengalaman yang saya didapatkan, mulai dari persiapan, pembuatan dokumen, dan mengetahui sedikit kehidupan di Taiwan,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten