Candi Sojiwan dan Plaosan Akhirnya Dibuka Lagi, Tapi Ketat Syaratnya...

Candi Sojiwan dan Plaosan di Prambanan, Klaten akhirnya dibuka lagi untuk umum setelah ditutupan hampir enam bulan akibat pandemi Covid-19.

Senin, 7 September 2020 - 03:50 WIB Penulis: Taufiq Sidik Prakoso Editor: Rahmat Wibisono | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Candi Plaosan di Klaten. (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATENCandi Sojiwan dan Plaosan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten akhirnya dibuka lagi untuk umum. Pembukaan kembali situs cagar budaya itu dilakukan setelah dilakukan penutupan hampir enam bulan akibat pandemi Covid-19.

Pembatasan dilakukan terhadap jumlah pengunjung serta waktu kunjungan. Pembatasan itu dilakukan menyesuaikan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona jenis baru pemicu Covid-19.

Pelaksana tugas  Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, menjelaskan pembukaan kembali kedua objek wisata budaya itu dilakukan untuk umum. Candi dibuka mulai Sabtu (5/9/2020).

Taman Nasional Bwindi Uganda Kebanjiran Bayi Gorila Gunung

Namun, ada penerapan protokol kesehatan ketat bagi pengunjung. Protokol itu seperti setiap pengunjung wajib mengenakan masker serta menjaga jarak. Pengunjung untuk sementara juga tidak diizinkan masuk bilik candi.

"Sebenarnya menyentuh candi pun tidak boleh," kata Nugroho, Minggu (6/9).

Selain itu, ada pembatasan jumlah pengunjung di dalam kompleks candi. Di Candi Sojiwan, kawasan candi maksimal diisi 30 orang. Sementara di Candi Plaosan jumlah maksimal pengunjung di kompleks cansi maksimal 50 orang. Setiap pengunjung dibatasi berada di kedua candi itu maksimal 30 menit.

Galaksi Mirip Tie Fighter dalam Star Wars Ditemukan

Sebelum pembukaan, Disparbudpora Klaten dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menggelar simulasi pada pekan lalu. "Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes, kecamatan, serta pemerintah desa," jelas Nugroho.

Tarif Tetap

Nugroho juga memaparkan tak ada perubahan tarif tiket. Tiket masuk Candi Plaosan yakni Rp10.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak. Sementara, tiket masuk ke Candi Sojiwan yakni Rp8.000 untuk dewasa dan Rp2.000 untuk anak-anak.

Kasi Pengelolaan dan Pengembangan Daya Tarik Sarana Wisata Disparbudpora Klaten, Ahmad Susanto, mengatakan jam buka untuk kunjungan wisata di Plaosan dan Sojiwan pada masa pandemi dipersingkat. Soal tiket masuk, Ahmad juga menjelaskan ada pembatasan jumlah tiket masuk setiap harinya.

Memprihatinkan! Jual-Beli Kukang Marak di Medsos

"Pada kondisi sebelum pandemi itu jam buka pukul 07.30 WIB-17.00 WIB. Sementara pada masa pandemi ini jam buka dari pukul 08.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Untuk tiket masuk di Plaosan kami batasi 200 tiket per hari," tutur dia.

Ahmad mengatakan Candi Plaosan dan Sojiwan menjadi objek wisata yang ikut ditutup sejak ada pandemi Covid-19. Penutupan objek wisata di Klaten dilakukan pada pertengahan Maret lalu.

Disinggung objek wisata lainnya yang dikelola pemkab, Ahmad menjelaskan untuk sementara masih tutup seperti seperti Bukit Sidoguro, objek mata air Cokro (OMAC), serta pemandian Jalatunda belum dibuka hingga Minggu.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 4 Desember 2022, Ada Hujan Lebat 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Awas! Sukoharjo Hujan Lebat Sore Hari, Cek Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Boyolali Hujan Lebat Pukul 16.00 WIB, Ini Prakiraan Cuaca Lengkap Menurut BMKG 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 4 Desember 2022, Waspada Hujan 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sejarah Gunung Bibi di Boyolali, Disebut Pelindung Warga dari Letusan Merapi 6 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Terus Bertambah, Jumlah Pengangguran di Boyolali Capai 30.000-an Orang 6 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Simulasi Pengamanan Pilkades Serentak, Kapolres Sukoharjo: Hindari Konflik 7 jam yang lalu

HEADLINE soloraya TV Analog Resmi Dihentikan, Harga STB Langsung Melambung Tinggi 8 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kisah Gunung Bibi Boyolali: Berumur 700.000 Tahun, Disebut Ibunya Gunung Merapi 8 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tak Perlu Beli, 18.826 Warga Sukoharjo Dapat Bantuan Set Top Box dari Kominfo 8 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Siaran TV Analog di Sukoharjo Resmi Dimatikan, Penjual STB Raup Untung 300% 8 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Samsat Solo Launching Layar Keren, Ini Fungsinya 11 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Gibran Ingin Ubah Nama Jl. Diponegoro Solo, Pendiri Mega Bintang Tak Setuju 12 jam yang lalu

HEADLINE soloraya All New BR-V Weekend Getaway Ajak Konsumen Nikmati Pesona Alam Tawangmangu 13 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sempat Digeruduk Massa, Tahap Awal Pilkades Kembangkuning Boyolali Dipindah 13 jam yang lalu