CANDI PLAOSAN: Dua Candi Perwara Kompleks Candi Plaosan Dipugar

Kamis, 29 Maret 2012 - 17:22 WIB Penulis: Farid Syafrodhi Jibi Solopos Editor: R. Bambang Aris Sasangka | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Candi Plaosan (JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri)

Candi Plaosan (JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri)

KLATEN — Dua candi perwara atau candi pendamping di kompleks Candi Plaosan di Dukuh Plaosan Desa Bugisan Kecamatan Prambanan Klaten, dipugar. Pemugaran dilakukan lantaran bebatuan di candi tersebut renggang akibat gempa.

Pemugaran yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng itu dimulai sejak awal Maret lalu diperkirakan memakan waktu hingga tujuh bulan ke depan. Candi perwara yang dipugar yakni candi nomor lima dan enam, pada deret pertama. Pemugaram memakan biaya hingga Rp584 juta.

Petugas pemugaran unit Candi Plaosan, Kardoyo, mengatakan proses pemugaran pada candi perwara nomor enam dilakukan dari awal, dari pembongkaran hingga pembuatan pondasi. Sedangkan untuk candi perwara nomor lima sudah memasuki tahap kedua. “Pondasinya sudah siap dan sekarang sedang melanjutkan pemugaran pada bagian tubuh dan atap candi,” terang Kardoyo kepada wartawan di kompleks Candi Plaosan, Kamis (29/3/2012).

Candi perwara di kompleks Candi Plaosan, imbuh Kardoyo, rata-rata setinggi 7,16 meter. Untuk pemugaran satu candi saja, memerlukan waktu yang lama, sebab saat pertama candi tersebut ditemukan, kondisinya sudah runtuh.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tahap pertama pemugaran candi yaitu dimulai dengan mengumpulkan bebatuan sebagai bahan pembentuk candi. Tahap awal itu membutuhkan waktu antara 1-2 tahun. Setelah proses pengumpulan batu selesai, selanjutnya yakni proses percobaan menyusun berbagai bebatuan yang telah terkumpul, menjadi bangunan sebuah candi.

Kardoyo mengatakan, untuk satu candi perwara nomor lima tersebut, sekitar 65 persen menggunakan batu asli. Sedangkan sisanya menggunakan batu baru atau batu andesit. Pihaknya menggunakan batu yang baru lantaran batu asli dari candi itu sudah tidak bisa ditemukan lagi. Kendati demikian, pihaknya mengupayakan mencari batu yang semirip mungkin dengan batu aslinya. Di kompleks Candi Plaosan itu sendiri terdiri atas 174 candi perwara. Dari total candi tersebut, baru 14 candi perwara yang diperbaiki.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE lifestyle 9 Tanda Pasangan Anda Tidak Bahagia dalam Hubungan Percintaan 7 menit yang lalu

HEADLINE sport Prediksi Skor Wales Vs Inggris di Piala Dunia 2022: Begitu Syulit The Dragons! 33 menit yang lalu

HEADLINE jatim Wow! Capai Target, PAD dari Sektor Pariwisata di Magetan Tembus Rp15,3 Miliar 36 menit yang lalu

HEADLINE lifestyle WHO Ubah Nama Monkeypox Jadi Mpox 44 menit yang lalu

HEADLINE sport Hasil Babak Pertama Grup A, Senegal Tundukkan Ekuador 1-0 44 menit yang lalu

HEADLINE jatim Pemkab Nganjuk Gandeng ISI Surakarta untuk Perkenalkan Keris kepada Masyarakat 50 menit yang lalu

HEADLINE jateng Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya 57 menit yang lalu

HEADLINE sport Prediksi Skor Iran Vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022: Ketat! 58 menit yang lalu

HEADLINE sport Babak Pertama Usai, Belanda Jinakkan Qatar 1-0 1 jam yang lalu

HEADLINE news Pak Ndan Bhabin Hadir di Podcast Deddy Corbuzier, Warganet Banjiri Pujian 1 jam yang lalu

HEADLINE jogja Bangun Rest Area di Exit Toll Jogja-Solo, Pemerintah Siapkan Lahan 9 Hektare 1 jam yang lalu

HEADLINE lifestyle Arti Mimpi Rambut Beruban Tidak Hanya Pertanda Menjadi Orang Tua 1 jam yang lalu

HEADLINE jateng Kabid Dokkes Polda Jateng Sebut Jenis Racun yang Bunuh Keluarga di Magelang 1 jam yang lalu

HEADLINE entertainment Rizky Billar Kembali Aktif di Instagram, Begini Reaksi Warganet 1 jam yang lalu

HEADLINE sport Susunan Pemain Belanda vs Qatar: Parkir Bus, Tuan Rumah Pasang 5 Bek 1 jam yang lalu