Sekretaris Daerah Wonogiri, Suharno (dua dari kiri), mewakili Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menerima penghargaan yang diberikan pihak Muri pada, Kamis (3/5/2018) dini hari WIB. (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)

<p><strong>Solopos.com, WONOGIRI</strong>--<a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180424/495/912300/pecahkan-rekor-pemkab-wonogiri-gelar-pentas-campursari-100-jam">Campursari 100 Jam</a> dalam rangka Hari Jadi ke-277 Kabupaten Wonogiri berhasil tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai pementasan campursari terlama. Capaian Wonogiri memecahkan rekor campursari terlama sebelumnya yang dipegang Kabupaten Gunungkidul dengan durasi pentas 90 jam.</p><p>Pementasan campursari yang dimulai pada Sabtu (28/4/2018) pukul 21.00 WIB hingga Kamis (3/5/2018) pukul 01.00 WIB telah tuntas diselenggarakan. Lebih dari 100 seniman berasal dari berbagai daerah turut hadir memeriahkan acara hasil kerja Pemkab Wonogiri dengan Panata Organizer.<br /> <br />Penyelenggara acara Panata Organizer, Sularto Diharjo, mengatakan bahwa seni dan budaya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Ia sangat mengapresiasi seluruh <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180501/495/913595/kelompok-difabel-meriahkan-pentas-campursari-100-jam-wonogiri-">elemen</a> yang menyukseskan acara pementasan Campursari 100 Jam.</p><p>&ldquo;Pementasan seni ke depan dapat membuahkan hasil yakni para seniman se-Soloraya dapat tampil dan mengukir prestasi dunia, seniman di Kabupaten Wonogiri semakin bertumbuh dan berkolaborasi untuk memajukan Kabupaten Wonogiri,&rdquo; ujar Sularto saat memberi sambutan penutupan Campursari 100 Jam, Kamis dini hari WIB.</p><p>Menurut perwakilan Muri, Ariani Siregar, Kabupaten Wonogiri telah berhasil mencetak beberapa rekor seperti pembuatan kelir wayang kulit terpanjang, penanaman pohon terbanyak, dan memakan tiwul dengan peserta terbanyak.</p><p>&ldquo;Hari ini tercatat dalam Muri ke-8.441 pementasan Campursari 100 Jam sebagai rekor baru setelah mengalahkan rekor sebelumnya pementasan campursari selama 90 jam yang dipegang oleh Kabupaten Gunungkidul,&rdquo; ujar Ariani.</p><p>Selain <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180427/495/913109/campursari-100-jam-wonogiri-tercoreng-aksi-penipuan">Kabupaten Wonogiri</a> yang tercatat di Muri, Panata Organizer turut serta mendapat penghargaan Muri sebagai penyelenggara serta Sastro Harjanto juga turut mendapat apresiasi oleh Muri sebagai inisiator acara Campursari 100 Jam.</p><p>Sekda Kabupaten Wonogiri, Suharno, mewakili Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengatakan Pentas Campursari 100 Jam merupakan sarana untuk berkumpul seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini dapat diambil nilainya bahwa seni sebagai sarana untuk olah rasa, cipta dan karsa harus mendapatkan tempat dan ruang untuk berkreasi.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten