Campur Pasir, Hujan Abu Tebal Guyur Boyolali Akibat Erupsi Merapi
Hujan abu Merapi terjadi di wilayah Musuk, Kabupaten Boyolali, Selasa (19/1/2021). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI - Sejumlah wilayah di Kabupaten Boyolali diguyur hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi, Rabu (27/1/2021). Hujan abu itu cukup tebal dan bercampur dengan pasir.

Seperti dilansir detik.com, Rabu, hujan abu vulkanik mengguyur sejumlah desa di Kecamatan Tamansari dan Musuk, Boyolali. Kejadian itu terjadi mulai sekitar pukul 12.30 WIB. Hujan abu di daerah tersebut juga bercampur pasir lembut.

"Hujan abu cukup tebal, yang di daerah atas itu semakin tebal, daerah Dukuh Beling, Sudimoro [Desa Sangup] itu tebal hujan abunya. Campur pasir," kata Sekretaris Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Sri Hartanto.

Baca Juga: Terima Suntikan Kedua Vaksin Covid-19, Jokowi Targetkan Vaksinasi untuk Umum Dimulai Februari

Sri menjelaskan hujan abu juga sempat turun pada pagi hari tepatnya pada pukul 06.00 WIB. Namun, menurut dia hujan abu pada pagi itu lebih tipis. "Saat ini sudah reda tapi ini kan keadaannya tidak hujan, debunya ya agak mengganggu," imbuh dia.

Desa Paling Atas

Desa Sangup sendiri merupakan desa paling atas dan paling selatan di wilayah Kecamatan Tamansari, Boyolali. Sri menuturkan kondisi warga saat ini masih kondusif dan berada di rumahnya masing-masing. Namun kegiatan rutinitas warga saat ini berhenti.

"Karena ada angin, jadi ada debu [vulkanik] warga semuanya di rumah," jelasnya.

Hujan abu siang ini juga mengguyur sejumlah desa lainnya di Kecamatan Tamansari dan Musuk yang berada di lereng Gunung Merapi sisi timur itu. Antara lain Desa Lanjaran, Mriyan di Kecamatan Tamansari. Kemudian Desa Sruni, Cluntang di Kecamatan Musuk.

Baca Juga: Wujud Tanggung Jawab, Viensboys Akan Promosikan Produk UMKM Kota Madiun Gratis

Kepala Desa Mriyan, Suwandi mengungkap kondisi yang sama terjadi di daerahnya. Wilayahnya juga diguyur hujan abu cukup tebal. Disusul kemudian hujan air.

Seorang warga Dukuh Rejosari, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Jupriyanto, mengatakan hujan abu erupsi Gunung Merapi siang ini cukup tebal. "Iya, hujan abu cukup tebal. Suara hujan abu yang jatuh di pepohonan terdengar kemresek. Berjalan sekitar 5 meter, sudah mengotori. Tapi tidak lama kemudian disusul hujan air," kata Jupri.

Sumber: detik.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom