Kantor Kecamatan Juwangi, Boyolali. (Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI -- Camat Juwangi, https://soloraya.solopos.com/read/20190620/492/1000014/calon-kades-di-boyolali-mulai-ambil-nomor-urut" title="Calon Kades di Boyolali Mulai Ambil Nomor Urut">Boyolali, Tusih Priyanta, menyebut Beti Kristiana memberikan kesaksian yang tidak benar soal karung berisi amplop di Kantor Kecamatan Juwangi pada malam setelah pemungutan suara 17 April lalu.

Beti Kristiana adalah saksi yang dihadirkan pemohon yakni pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (19/6/2019) lalu.

Dalam kesaksiannya, Beti yang diketahui merupakan warga Teras, https://soloraya.solopos.com/read/20190620/492/999920/e-voting-pilkades-boyolali-disimulasikan-begini-urutan-prosedurnya" title="E-Voting Pilkades Boyolali Disimulasikan, Begini Urutan Prosedurnya">Boyolali, mengaku melihat 4-5 karung berisi amplop berhologram diduga terkait hasil pemilu dibiarkan tercecer di luar ruangan Kantor Kecamatan Juwangi pada malam setelah pemungutan suara.

Tusih menyebutkan pernyataan Beti tersebut tidak memiliki landasan apa pun. “Itu bisa kami laporkan sebagai kesaksian palsu,” ujar Tusih, Jumat (21/6/2019).

Tusih menyebutkan karung-karung yang dibuang tersebut tidak pernah ada di lingkungan kantor kecamatan. Selain itu, dia menyebut setiap proses yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Juwangi telah sesuai prosedur yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan diawasi Bawaslu.

Tak hanya itu, saksi maupun sukarelawan dari setiap partai politik maupun tim pemenangan pasangan capres-cawapres juga dipersilakan mengikuti jalannya proses penghitungan suara.

Sementara itu, terkait gudang logistik pemilu, Tusih membenarkan ada sejumlah ruangan di kantor kecamatan yang digunakan untuk menyimpan dokumentasi pemilu. Ruangan itu sedianya memang ruang kosong yang kemudian difungsikan kembali saat Pemilu lalu.

Namun, Tusih memastikan kunci ruangan dibawa anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sehingga jika ada berkas Pemilu yang dianggap penting, tidak mungkin akan tercecer di luar ruangan.

Terpisah, Kapolsek Juwangi, Iptu Sarwoko mewakili Kapolres https://soloraya.solopos.com/read/20190620/492/999757/tutup-sebulan-jalur-pendakian-merbabu-dibuka-lagi-jumat-21-juni-2019" title="Tutup Sebulan, Jalur Pendakian Merbabu Dibuka Lagi Jumat 21 Juni 2019">Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat, menyebutkan pelaksanaan Pemilu hingga penghitungan suara di Juwangi berjalan aman dan kondusif.

“Sementara untuk karung yang dimaksud oleh Beti [dalam sidang MK] kami belum mengetahuinya,” kata Sarwoko.

Sementara itu hingga berita ini diunggah, anggota PPK Juwangi belum ada yang bisa dimintai tanggapan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten