Calon Tunggal dan Kotak Kosong akan Diperlakukan Setara di Pilkada Sragen

Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2020 tidak boleh berat sebelah dalam sosialisasi antara pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup) tunggal dan kotak kosong.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pilkada Sragen (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN—Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2020 tidak boleh berat sebelah dalam sosialisasi antara pasangan calon bupati-calon wakil bupati (cabup-cawabup) tunggal dan kotak kosong.

Pasangan calon tunggal dan kotak kosong itu harus mendapatkan porsi yang adil, profesional, dan akuntabel karena diatur dalam UU Pilkada.

Penjelasan itu diungkapkan mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen Roso Prajoko saat dihubungi Solopos.com, Selasa (15/9/2020). Dia menyebut penyelanggara pilkada itu KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak boleh berat sebelah. Roso meminta publik Sragen pun bisa mengawasi kinerja penyelenggara pemilu tersebut.

“Jika KPU memasang baliho pasangan calon tunggal yang bergambar foto cabup-cawabup maka beliho kota kosong juga harus dipasang dengan ukuran, jenis, bentuk, dan lokasinya yang sama dengan baliho pasangan calon tunggal. Prinsipnya, kotak kosong juga peserta pilkada. Hal ini dijamin UU No. 10/2016,” jelasnya.

Taman Balekambang Solo Tutup Sampai Desember, Ada Apa?

Sejarah Baru Sragen

Dia menerangkan dengan fenomena calon tunggal tersebut maka Sragen mencatat sejarah karena baru kali ini ada kotak kosong dalam pilkada langsung di Sragen. Pilkada Sragen 2020 ini, sebut dia, menjadi ajang pembuktian konstelasi polisi pasangan calon tunggal yang diusung partai politik dengan kotak kosong yang merepresentasikan rakyat yang tidak bisa menyalurkan politik mereka lewat parpol.

“Kemungkinan bisa terjadi 50:50 karena di Makassar dan Pati, kotak kosong menang. Menang kalah itu itu ditentukan banyak faktor, di antaranya figure, rekam jejak calon, integritas, dan program-program calon. Kemenangan petahana itu tergantung pergerakannya karena saat ini kotak kosong mulai kelihatan pasca-Sukiman gagal mendaftar ke KPU,” ujarnya.

24 Warga Boyolali Meninggal Karena Covid-19, Belum Ada Satu Pun Ahli Waris Ajukan Santunan

Sementara itu, Ketua KPU Sragen Minarso saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa siang, menyampaikan KPU tetap sosialisasi untuk pasangan calon tunggal dan kotak kosong karena mencoblos kotak kosong itu sah dan dihitung sebagai suara sah. Dalam sosialisasi itu, ujar dia, KPU memberi porsi yang sama untuk pasangan calon dan kotak kosong, mencoblos calon boleh, mencoblos kotak kosong juga boleh.

“Kami harus memberlakukan pasangan calon dan kotak kosong itu setara. Untuk syarat kemenangan harus 50% lebih. Nah, lebih itu bisa hanya satu suara saja. Bisa jadi imbang 50:50. Kalau soal itu, saya belum bisa menjawab. Soal pemasangan baliho pun harus setara antara pasangan calon dan kotak kosong tetapi teknisnya masih dimatangkan,” jelasnya.

Berita Terbaru

KPU Solo Sebut Ada Kemungkinan Pemungutan Suara Pilkada 2020 Pakai Kotak Suara Keliling, Setuju Lur?

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah menggodok peraturan KPU (PKPU) tentang pemungutan suara Pilkada serentak, 9 Desember...

KPU Grobogan Tak Undang Bapaslon Saat Penetapan

Solopos.com, PURWODADI -– Penetapan pasangan calon oleh KPU Grobogan tahun ini berbeda dengan pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Bakal pasangan calon...

Penetapan Paslon Pilkada Sukoharjo Digelar Tertutup, Etik-Agus dan Joswi Tak Diundang

Solopos.com, SUKOHARJO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo akan menggelar rapat pleno penetapan pasangan calon atau paslon pada Pilkada...

KPU Sragen Pastikan TPS Aman dari Covid-19, Warga pun Tak Takut Nyoblos

Solopos.com, SRAGEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah memastikan tempat pemungutan suara (TPS) tempat warga mencoblos...

KPU Klaten: Calon Bupati-Wakil Bupati Dilarang Bawa Massa saat Pengundian Nomor Urut!

Solopos.com, KLATEN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten melarang pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati membawa massa saat menghadiri pengundian...

Polemik Penundaan Pilkada 2020, Ini Kata Wali Kota Solo Rudy

Solopos.com, SOLO -- Desakan penundaan pilkada serentak 2020 terus bergulir selama beberapa waktu terakhir. Hal itu menyusul sikap Presiden...

Komisi II DPR, Mendagri dan KPU Sepakat Pilkada 2020 Jalan Terus

Solopos.com, JAKARTA -- Hasil pertemuan Komisi II DPR bersama Mendagri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu, dan DKPP sepakat tidak ada...

Rebut Hati Milenial Solo, Gibran-Teguh Siapkan Konser Musik Virtual

Solopos.com, SOLO -- Tim Pemenangan cawali-cawawali Solo, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, menyiapkan acara konser musik secara virtual...

Strategi Fajri Galang Suara di Pilkada Klaten: Sering Nongkrong di Angkringan

Solopos.com, KLATEN — Salah satu calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Muhammad Fajri, bakal lebih rutin menongkrong di sejumlah angkringan...

Kompak! 6 Parpol Deklarasikan Yuni-Suroto Jadi Cabup-Cawabup Sragen

Solopos.com, SRAGEN — Pimpinan enam partai politik (parpol) secara resmi mendeklarasikan pasangan Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Suroto (Yuni-Suroto)...