Ilustrasi jemaah haji. (Solopos)

Semarangpos.com, SEMARANG — Usia lanjut bukanlah suatu halangan bagi seseorang untuk menjalankan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satunya dilakukan, Bukhori Ali Adnan.

Meski sudah berusia lanjut, yakni 93 tahun 9 bulan 15 hari, Bukhori tetap memantapkan niat untuk menjalankan rukun Islam yang kelima. Ia akan berangkat ke Tanah Suci Makkah, untuk menjalankan ibadah haji pada tahun 2019 ini.

Bukhori bahkan tercatat sebagai calon haji (calhaj) tertua dari Semarang. Ia akan berangkat dengan Kelompok Terbang (Kloter) 83 pada 30 Juli mendatang.

Jemaah tertua dari Semarang yang berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini bernama Bukhori Ali Adnan bin Ali Adanan. Usianya saat ini 93 tahun, 9 bulan, 15 hari. Domisilinya di Perumahan Puri Anjasmoro Blok C RT 008/RW 002. Dia berangkat dari Kloter 83,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Sumari, saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Selasa (2/7/2019).

Sementara itu, untuk calon haji termuda yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini atas nama Muhammad Bagus Faiz Daroni bin Mugtidin. Bagus yang bertempat tinggal di Kampung Wonosari RT 002/RW 005, Kota Semarang, itu menunaikan ibadah haji di usia 18 tahun 3 bulan 4 hari.

Sumari menambahkan total tahun ini ada 1.931 calhaj yang diberangkatkan dari Semarang. Mereka akan dibagi dalam delapan kloter, mulai dari Kloter 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, dan 95.

Para calhaj ini pun sudah dibekali berbagai persiapan untuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem selama di Makkah. Setiap jemaah juga telah diimbau membawa bekal air minum dalam jumlah banyak serta memakai masker.

“Mereka juga sudah divaksin meningitis secara berkala untuk memperkuat daya tahan tubuh saat menunaikan ibadah haji,” imbuh Sumari.

Sumari mengatakan animo masyarakat Kota Semarang untuk berangkat naik haji cukup tinggi. Bahkan saat ini, masa tunggu berangkat haji di Kota Semarang mencapai 24 tahun.

Sedangkan ongkos naik haji tahun ini, melalui Embarkasi Donohudan, Boyolali, mencapai Rp36 juta per orang. Biaya itu sudah termasuk ongkos tiket pesawat pulang pergi seharga Rp29 juta. Kemudian uang Rp5 juta dikembalikan ke masing-masing jemaah sebagai saku di Makkah. Sisanya ditanggung pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji Indonesia.

“Sebenarnya biaya haji itu kalau ditotal mencapai Rp71 juta per orang. Nah, satu jemaah dapat subsidi Rp35 juta, sehingga tinggal bayar Rp36 juta,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten