Calon DPD Sulteng gugat ke MK

JAKARTA: Perkara sengketa Pemilu mulai
mengalir masuk ke Mahkamah Konstitusi (MK). Calon anggota DPD Provinsi
Sulawesi Tenggara (Sulteng), Kamaruddin, Senin (11/5) pagi tadi
mengajukan gugatan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU)
perhitungan suara anggota DPR,DPD dan DPRD ke lembaga peradilan itu.

Kamaruddin tercatat sebagai calon anggota DPD pertama yang
mendaftarkan gugatan ke MK. Dia datang membawa sejumlah
berkas bersama konsultan hukumnya Andi Agus Gadjong dan putrinya
Apetati Kamaruddin sekitar pukul 9.30 WIB.

Kepada wartawan
Kamaruddin mengatakan, gugatan itu diajukan karena hak suaranya pada
sebagai calon anggota DPD hilang. "Hasil perolehan suara saya
yang hilang mencapai ratusan suara," katanya.

Ia
menjelaskan, suara yang hilang itu mencapai 800 suara di dua desa di
Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka, Sulteng. Sedangkan hasil suara yang
dia peroleh hanya sekitar 26.000 sehingga target untuk duduk sebagai
calon DPD sebanyak 28.000 suara tidak bisa terpenuhi.

Sementara
konsultan hukumnya, Andi Agus Gadjong menyatakan hilangnya sejumlah
suara calon anggota DPD itu diduga ada rekayasa sistematis
perhitungan suara. Di amncontohkan, dari hasil suara di tingkat
kecamatan pada salah satu TPS yang 135 suara, bisa meyusut menjadi 35
suara setelah masuk ke KPU. "Berkas yang kami serahkan berupa
bukti perhitungan suara di tingkat KPPS, PPK dan KPU setempat,"
katanya.

 

Direncanakan sidang gugatan sengketa
hasil pemilu akan digelar secara online pada 18 Mei mendatang.
Penggugat akan hadir di Universitas Haluoleo Kendari, Sulteng
sedangkan konsultan hukumnya akan bersidang secara langsung di
hadapan Panel Hakim Konstitusi di MK. (Antara)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom