Caleg Demokrat Sunardi Siap Perjuangkan Nasib Guru

Prinsip menjadi sang pamomong itulah yang menginspirasi Sunardi masih aktif di sejumlah organisasi ketika memasuki masa purnatugasnya sebagai PNS dengan jabatan terakhir Kepala Dinas Pendidikan Klaten.

Caleg Demokrat Sunardi Siap Perjuangkan Nasib Guru

SOLOPOS.COM - Sunardi, Caleg Partai Demokrat Dapil V Jateng. (istimewa)

Solopos.com, KLATEN -- Pengabdian tak lantas berakhir ketika memasuki purna tugas. Pengabdian sebagai pelayan masyarakat diemban hingga akhir hayat. Prinsip menjadi sang pamomong itulah yang menginspirasi Sunardi masih aktif di sejumlah organisasi ketika memasuki masa purnatugasnya sebagai PNS dengan jabatan terakhir Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten. Sunardi hingga kini masih aktif sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Klaten.

Prinsip itu pula yang memotivasi pria kelahiran 10 Agustus 1958 tersebut maju menjadi salah satu calon anggota legislatif (caleg) DPR. “Saya ingin menjadi pengasuh atau pendidik yang siap melayani, mendatangi, dan memberikan yang terbaik kepada siapa pun. Semboyan sebagai sang pamomong sudah saya pegang sejak dulu sampai kapan pun,” kata Sunardi saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (11/4/2019).

Pria yang tinggal di Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten, itu menjadi Caleg DPR Partai Demokrat untuk daerah pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah meliputi Klaten, Sukoharjo, Boyolali, dan Solo. Pemilu 2019 menjadi pengalaman pertama Sunardi terjun dalam kontestasi pemilihan legislatif (pileg) setelah berpuluh tahun menjadi guru SD hingga kepala dinas.

Sunardi menceritakan awalnya ia tidak memiliki rencana khusus maju menjadi salah satu caleg. Apalagi, ia sama sekali belum pernah menjadi pengurus atau anggota partai politik (parpol) tertentu. “Setelah ada dorongan dan motivasi dari teman-teman termasuk guru serta WB [wiyata bakti] dan beberapa parpol yang menyatakan minat untuk meminang saya, akhirnya saya memutuskan untuk maju melalui Demokrat,” kata Sunardi.

Alasannya maju melalui Partai Demokrat setelah ia bertemu langsung dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan itu bermula ketika para pengurus PGRI bertemu SBY menghadiri pemakaman Ketua Umum PGRI, Sulistyo, pada 2016 silam. SBY sempat berpesan agar perjuangan Sulistyo yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diteruskan.

Selang beberapa waktu menghadiri takziyah tersebut, Sunardi diundang dan bertemu SBY di Jogja. “Saat itu tidak ada pesan-pesan khusus. Pak SBY menepuk pundak saya dan mengajak saya bergabung mengabdi untuk negeri ini,” ungkapnya.

Sebagai mantan guru SD yang mengabdi sejak 1977, Sunardi paham betul berbagai persoalan pendidikan di Indonesia. Sunardi mengatakan pendidikan merupakan tonggak maju atau mundurnya suatu bangsa. Oleh sebab itu, pendidikan perlu digarap secara profesional dan serius. “Selama ini dari pengamatan saya seolah-olah pemerintah masih setengah-setengah,” katanya.

Ia menjelaskan pengelolaan pendidikan secara profesional tak hanya infrastruktur. Peningkatan profesionalitas tenaga pendidik dan kependidikan perlu diperbanyak untuk menghasilkan penerus bangsa yang bermutu. “Sebaik apa pun insfrastruktur pendidikan, tidak dapat berjalan kalau laku utama yakni guru berkualitas masih kurang. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan masalah kesejahteraan dan pofesionalisme. Saya prihatin dengan kondisi guru yang memiliki tugas berat, tetapi tidak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Termasuk para WB yang menjadi tumpuan utama dengan kondisi kekurangan guru yang sangat besar. Persoalan-persoalan ini yang perlu dikoreksi dan menjadi salah satu perjuangan saya,” ungkapnya.

Soal strateginya untuk terpilih sebagai anggota DPR, Sunardi mengaku tak memiliki strategi khusus. Ia juga memastikan tidak ada jadwal khusus untuk berkampanye. “Saya tidak melakukan persiapan ekstra. Saya melakukan kegiatan keseharian saja meliputi kegiatan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Setiap hari tidak ada jadwal kosong,” ungkapnya.

Bagi Sunardi, Dapil V bukan dapil yang berat. Ia pun menilai para caleg dari parpol lainnya bukan sebagai pesaing untuk mendapatkan jabatan sebagai anggota DPR periode 2019-2024. “Saya tidak mengatakan Dapil V itu berat. Di mana pun itu sebagai ladang perjuangan untuk berbuat baik. Bukan semata-mata untuk mendapatkan kemenangan, tetapi kesempatan berbuat baik yang lebih luas melalui tugas ke depan. Kontestan lain bukan sebagai lawan bagi saya. Saya memandang semua memiliki keinginan bersama untuk berbuat baik,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Grojogan Gulingan Grobogan, Pertapaan yang Berubah Jadi Objek Wisata

Konon Air  Terjun Gulingan  pernah dipakai sebagai tempat pertapaan oleh beberapa tokoh yang berasal dari luar wilayah Grobogan.

KRL Jogja-Solo Masih Tetap Beroperasi selama Larangan Mudik

PT KAI Commuter memastikan KRL Jogja-Solo dan KA Prameks relasi Jogja-Kutoarjo tetap beroperasi selama masa larangan mudik.

Lafal Asmaul Husna Percantik Pusat Kota Blora

Pemerintah Kabupaten Blora mempercantik seputar bundaran atau Alun-Alun dengan tiang lampu dan pernik religius lafal Asmaul Husna.

Kisah Arbain Nugroho, ASN Gunung Kidul Setia Jadi Personel Linmas di Solo

Arbain merupakan anggota Linmas Banyuanyar yang sehari-hari juga merupakan pengajar di SD Prebutan, Semin, Gunung Kidul, DIY.

Semen Gresik Gelar Kick-Off Meeting Sistem Manajemen Anti Suap

PT Semen Gresik (SG) menggelar kick-off meeting dalam rangka penerapan Standar Manajemen Mutu ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).

Profil Lengkap Raditya Oloan: Dulu Pemakai Narkoba Kini Jadi Pendeta

Inilah profil lengkap dari Raditya Oloan, influencer dan juga pendeta, yang baru saja meninggal dunia setelah negatif Covid-19.

Heboh Isu Bumi Datar dalam Soal Siswa SD, Begini Jawaban Dinas Pendidikan Cimahi

Disdik Cimahi menyebut pemasangan gambar ilustrasi bumi datar tidak dimaksudkan untuk menyebarkan pemahaman bumi datar. Namun sekadar kesalahan dalam pemilihan gambar ilustrasi oleh guru.

Gakin di Magelang Jadi Sasaran Operasi Pasar Murah

Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Magelang, menggelar pasar murah menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah.

Pelajar yang Meninggal di Kudus Diduga Korban Pembunuhan

Polres Kudus menangani kasus meninggalnya Hanifah Khoiron Nisa, pelajar kelas XI Madrasah Aliyah asal Kecamatan Kaliwungu, yang diduga kuat karena korban pembunuhan.

Ikatan Cinta 7 Mei 2021: Ada Kabar Ricky Meninggal, Elsa Bahagia

Ini dia sinopsis singkat sinetron Ikatan Cinta episode malam ini, Jumat, 7 Mei 2021 yang menceritakan tentang Ricky yang dikabarkan meninggal.

800-an Calhaj Karanganyar Diusulkan Dapat Vaksin Covid-19 Dosis I

Kabupaten Karanganyar mendapat tambahan 790 vial atau setara 7.900 dosis vaksin Covid-19 pada Selasa (4/5/2021).

Tanpa Ampun, 264 Kendaraan Dipaksa Putar Balik di Pos Cemoro Sewu Magetan

Sebanyak 254 kendaraan yang kebanyakan sepeda motor dipaksa putar balik di pos penyekatan Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.