Cakades Toyogo Irianto (kanan) bersama anggota tim suksesnya menunjukkan SK Penetapan Cakades Toyogo tertanggal 6 September 2019 di kediamannya di Dukuh Karangasem RT 003, Desa Toyogo, Sambungmacan, Sragen, Rabu (11/9/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengimbau Calon Kepala Desa (-seleksi-tambahan-cakades-sambungmacan-sragen-dinilai-tak-adil-kenapa" title="Hasil Seleksi Tambahan Cakades Sambungmacan Sragen Dinilai Tak Adil, Kenapa?">Cakades) Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Irianto, bisa bersabar dan menahan diri terkait pembatalan dirinya sebagai cakades.

Bila tidak terima atas keputusan anulir itu, Bupati menyarankan Irianto menempuh jalur lain. Bupati juga mengimbau tim seleksi dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) agar lebih berhati-hati dan profesional ke depannya sehingga kecerobohan yang terjadi atas penjumlahan nilai ujian seleksi tambahan cakades Toyogo tidak terulang.

Sebagaimana diinformasikan, penetapan Irianto sebagai -pilkades-sragen-tak-netral-tidak-disanksi-tapi-langsung-dipecat" title="Panitia Pilkades Sragen Tak Netral Tidak Disanksi, Tapi Langsung Dipecat">cakades Toyogo dianulir dalam rapat pleno panitia Pilkades Toyogo, Selasa (10/9/2019) malam, di Balai Desa setempat. Hal itu dikarenakan ada kekeliruan tim seleksi tambahan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam me'iskan nilai akhir hasil tes.

Irianto yang seharusnya mendapat nilai 26 ditulis 36. Dengan nilai 36, Irianto dinyatakan lulus seleksi dan mendapat nomor urut 4 dalam Pilkades Toyogo. Belakangan diketahui ada kesalahan dari tim seleksi UMS sehingga nilai hasil seleksi Irianto dianulir menjadi 26 dan dinyatakan tidak lolos.

Posisi Irianto sebagai cakades nomor urut 4 akhirnya diberikan kepada Budi Utomo yang mendapat nilai 36. “Yang namanya human error atau kecerobohan itu pasti ada yang dirugikan. Semalam dari UMS hadir sebagai tanggung jawab. Saya minta UMS lebih mengedepankan profesionalitas dan ketelitian. Masa kekeliruan sampai 10 poin, yakni dari angka 36 jadi 26. Saya hanya mengimbau Pak Irianto bersabar dan terima dengan lagawa. Kalau tidak terima bisa tempuh jalur lain. Jangan menyakiti diri,” ujar Yuni saat ditemui wartawan seusai menggelar deklarasi -terima-dianulir-cakades-toyogo-sragen-irianto-bertekad-tetap-maju" title="Tak Terima Dianulir, Cakades Toyogo Sragen Irianto Bertekad Tetap Maju">Pilkades Damai dan pengukuhan Satuan Tugas Antimoney politics di Gedung Olahraga SMAN 1 Gondang, Sragen, Rabu (11/9/2019).

Yuni mengatakan pantia di tingkat kabupaten hanya melakukan supervisi tetapi tidak mendapat salinan nilai dari desa sehingga tidak bisa ikut mengawasi langsung. Kasus administrasi di Toyogo, kata dia, menyimpulkan bila Irianto tidak bisa meneruskan ikut pilkades dan Budi Utomo yang menggantikan dengan nomor urut 4.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Cakades dari UMS, Daryono, mengakui telah terjadi human error atau kesalahan dalam penjumlahan pada nilai ujian tertulis pada salah satu cakades di Toyogo, Sambungmacan, Sragen. Daryono sudah memperbaiki kesalahan penjumlahan itu dan sudah menyerahkan kepada panitia Pilkades Toyogo.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten