SOLOPOS.COM - Watu Dakon di situs Gajah Ndekem Cepokosawit, Boyolali (Kharisma DR/JIBI/Solopos)

Cagar budaya Boyolali, situs Gajah Ndekem butuh perhatian.

Solopos.com, BOYOLALI — Situs Gajah Ndekem, cagar budaya peninggalan Kerajaan Mataram Kuno menempati lokasi Dukuh Senden, Desa Cepkosawit, Boyolali.  Situs tersebut butuh perhatian berbagai pihak.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Watu Dakon di situs Gajah Ndekem Cepokosawit, Boyolali (Kharisma DR/JIBI/Solopos)

Watu Dakon di situs Gajah Ndekem Cepokosawit, Boyolali (Kharisma DR/JIBI/Solopos)

Sekretaris Desa Cepokosawit, Wurianto kepada Solopos.com, Rabu (17/6/2015), mengatakan menurut cerita yang berkembang, siapapun yang berani menunggangi punggung sang gajah, maka kemaluannya akan membengkak dan mengalami sakit luar biasa di bagian tersebut.  (Baca Kisah Mistis Gajah Ndekem)

Ekspedisi Mudik 2024

Wurianta yang sedari kecil tinggal di Desa Cepokosawit mengatakan situs tersebut memang memiliki banyak cerita yang berkembang dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.

Cerita-cerita seperti itu, entah darimana asalnya, serta benar dan tidaknya tak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti.

Kondisi Memprihatinkan

Sayang, kondisi situs tersebut memprihatinkan. Rumput liar hampir memenuhi sekitarnya. Tak hanya berlumut, arca gajah juga mulai berlubang-lubang kecil. Genting dan kayu penyangga atapnya tak lagi utuh. Berada di dalam sepetak bangsal berukuran sekitar 4 meter x 4 meter, posisi arca gajah ambles ke bawah.

Separuh bagian bawah tubuhnya malah terbenam ketika hendak dipindahkan dengan alat berat beberapa tahun silam. Di luar bangsal, sebongkah batu persegi empat menyerupai dakon dan batu lumpang terbalik juga dibiarkan terbengkalai.

Pemerintah Desa Cepokosawit berencana mengintegrasikan situs Gajah Ndekem menjadi satu paket wisata edukasi dengan Dendang Cepokosawit.

Dendang Cepokosawit sendiri merupakan kependekan dari desa ikan dan udang Cepokosawit yang telah banyak dikenal oleh masyarakat luar daerah Boyolali. tak hanya itu, diupayakan dana pemeliharaan situs akan dianggarkan pula dalam APBDes 2016.

“Kondisinya semakin memprihatinkan karena perawatan juga minim. Insya Allah diupayakan biaya pemeliharaan dan pengintegrasian kawasan dengan dendang Cepokosawit bisa terlaksana 2016,” kata Wurianta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya