Tutup Iklan

Cacing Hati Ditemukan di Seekor Sapi Kurban Sragen Kulon

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen menemukan seekor sapi kurban yang terjangkit penyakit cacing hati di wilayah Mojokulon, Sragen Kulon, Sragen.

Kasi Pecegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Disnakkan Sragen, drh. Ana Margaretha, mengatakan tim melakukan dua kali pemeriksaan yakni antemortem dan postmortem di beberapa tempat penyembelihan hewan kurban di Sragen. Berdasar pemeriksaan antemortem, tim menemukan adanya satu ekor hewan yang berpenyakit mata atau beleken.

Ana mengatakan berdasar pemeriksaan postmorthem, tim menemukan satu sapi kurban yang terjangkit penyakit cacing hati di wilayah Mojokulon. Petugas menemukan cukup banyak cacing sehingga bagian hati sapi itu disarankan tidak dikonsumsi. Oleh panitia, hati tersebut tidak dibagikan kepada warga tetapi langsung dikubur. “Cacing hati itu kalau dimasak memang mati. Tapi, toksin yang terkandung dalam hati itu tidak bisa hilang. Kalau hati itu nekat dikonsumsi, kami khawatir akan menular ke manusia. Jadi, sebaiknya hati itu diapkir lalu dikubur. Kalau dagingnya masih layak dikonsumsi,” jelas Ana.

Tim juga memeriksa sapi kurban yang dipersembahkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Masjid Gedhe Kauman Sragen. “Berdasar pemeriksaan antemorthem dan postmorthem seekor sapi jenis limousine dari Bu Bupati kami nyatakan sehat dan layak dikonsumsi,” paparnya.

Selain dari Disnakkan Sragen, tim juga beranggotakan petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jateng dan Laboratorium Kesehatan Hewan Solo. Salah satu hal yang diwaspadai oleh tim adalah hewan kurban yang terjangkit penyakit antraks. Meski begitu, berdasar hasil pemeriksaan, tim tidak menemukan hewan kurban yang terindikasi penyakit antraks. “Hewan yang terjangkit antraks itu bisa dikenali pada bagian limfa. Biasanya limfanya akan membengkak jika terkena antraks. Kami tadi juga memeriksa limfa hewan kurban, semuanya kondisinya bagus,” ucap Ana.

Kepala Disnakkan Sragen, Djazairi, mengatakan pemeriksaan hewan kurban dilakukan sebelum dan sesudah disembelih. Hingga Minggu siang, dia belum mendapatkan laporan dari tim yang bertugas meninjau ke lapangan. “Kami ingin memastikan semua hewan kurban itu tidak berpenyakit sehingga layak dikonsumsi masyarakat. Salah satu penyakit yang kami waspadai ya antraks itu. Tapi, jenis penyakit itu sudah lama tidak ditemukan di Sragen,” jelasnya. 


Berita Terkait

Espos Premium

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Berita Terkini

Jelang Reuni 212, Tangerang Batasi Akses Masuk ke Jakarta

Jika ada warga yang terindikasi hendak mengikuti Reuni 212, pihaknya akan langsung menyuruh mereka untuk memutar balik ke arah Kota Tangerang.

Kawal Presidensi G20, Kominfo Luncurkan Website Baru

Kementerian Kominfo luncurkan website baru untuk dukung Presidensi G20 Indonesia.

Asyik! Ikut Tes Acak Covid-19, Siswa di Klaten Dapat Doorprize

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wedi menggelar uji petik tes antigen kepada siswa dan guru secara acak.

#Bangkit Bersama: Dari Solo untuk Indonesia

Beda dengan tahun lalu, saat perjalanan bisnisnya gelagepan. Seperti terkena virus corona bergejala berat. Kesulitan bernapas, seperti orang berenang mau tenggelam. Tapi tahun ini ceritanya lain.

Nissan Bakal Mulai Bisnis Baru dan Gelontorkan $17,6 Miliar

Skema Nissan hadapi era elektrifikasi, salah satunya gelontorkan dana untuk bangun infrastruktur.

Waspada Omicron, Pejabat Negara Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

Larangan terhadap pejabat negara tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara.

Diterjang Lahar, Jaringan Air Bersih di Kali Boyong Sleman Putus

Hujan deras yang turun di puncak Merapi pada Rabu (1/12/2021) menyebabkan putusnya jaringan air bersih di Kali Boyong, Pakem, Sleman.

Reuni 212 bakal Digelar di Plaza Manahan, Kapolresta Solo: Tidak Boleh!

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menegaskan akan membubarkan massa yang nekat menggelar Reuni 212 Soloraya di Plaza Manahan maupun tempat terbuka lainnya.

Alami Gangguan Jiwa, Suami di Kudus Bacok Istri

Seorang ibu di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), menjadi korban penganiayaan atau pembacokan suami yang mengalami gangguan jiwa.

Pembuang Bayi dalam Kardus Di Nguter Sukoharjo Diduga Warga Sekitar

Polisi menduga pelaku pembuang bayi yang ditemukan meninggal dalam kardus di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, adalah warga sekitar.

Tidur Sambil Duduk, Baik atau Buruk untuk Kesehatan?

Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, apakah ada risiko jika tidur dalam posisi duduk tersebut?

Indonesia Bertekad Hasilkan Terobosan Besar dari Forum G20

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat.

Sebut Penetapan UMK 2022 Jateng Inkonstitusional, Buruh Siapkan Gugatan

Buruh di Jateng yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah menyebut penetapan UMK 2022 di Jateng yang diputuskan Gubernur Ganjar Pranowo inkonstitusional.

Bupati Grobogan Minta Permasalahan Pertanian di MT Satu Diselesaikan

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengingatkan masih ada pekerjaan rumah terkait pertanian pada musim tanam satu (MT-1).

Duh, 1.826 Prajurit TNI Terinfeksi HIV/AIDS

Panglima TNI mengakui, kesatuan terus memberikan pendampingan kepada prajurit yang terinfeksi HIV/AIDS agar mereka bisa disiplin dalam melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan TNI AD.

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Narkoba

Pasangan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie mengaku sudah siap mental untuk hadapi sidang perdana kasus narkoba