Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda di Jepara Juga Sebar Video Mesum

Seorang pemuda di Jepara melakukan perbuatan bejat dengan mencabuli anak di bawah umur dan menyebarkan video mesum ke medsos.

 Ilustrasi pencabulan dan pemerkosaan. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pencabulan dan pemerkosaan. (Freepik)

Solopos.com, JEPARA — Perbuatan seorang pemuda Kabupaten Jepara, AG, 21, sungguh keterlaluan. Tidak hanya melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, pelaku juga merekam perbuatannya bejatnya dan menyebarkan video mesum korban ke media sosial (medsos).

Video tidak senonoh itu dibuat tersangka untuk mengancam korban yang masih berusia 15 tahun. Akibat intimidasi itu, korban pun menuruti kemauan tersangka baik saat diajak berhubungan badan maupun memberikan sejumlah uang.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Fachrur Rozi, mengatakan peristiwa pencabulan dan penyebaran video mesum itu berawal dari kedekatan korban dengan pelaku pada Maret 2022 lalu.

“Korban merasa kalau tersangka adalah pacarnya. Sedangkan, tersangka menganggap korban sebatas teman dekat,” ungkap Rozi dikutip dari Murianews.com, Jumat (30/9/2022).

Melihat korban menganggapnya pacar, tersangka pun meminta korban berfoto tanpa busana. Korban yang menganggap tersangka sebagai pacar pun menurutinya.

Baca juga: Kasus Curanmor di Banyumas & Jepara Tertinggi se-Jateng

Foto tidak senonoh itu rupanya dimanfaatkan tersangka untuk memeras korban. Tersangka meminta korban uang Rp500.000 dan berhubungan badan.

“Saat melakukan hubungan layaknya suami istri itu, tersangka merekam korban. Video dan foto-foto korban itu kemudian dijadikan alat tersangka untuk melakukan tindakan selanjutnya,” ujar Rozi.

Video mesum dan foto tidak senonoh korban itu rupanya disebarkan tersangka melalui media sosial milik korban yang telah dikuasainya. Dalam pengakuannya kepada polisi, tersangka AG mengaku merekam dan menyimpan video mesum di ponselnya. Video dan foto-foto itu digunakan tersangka agar korban menuruti kemauannya. Bahkan, tersangka sudah mengajak berhubungan badan dengan korban sebanyak 12 kali setelah kejadian pertama pada Maret lalu.

Baca juga: Disebut Jadi Korban, Seorang Saksi Bantah Pernah Dicabuli Mas Bechi

Korban yang merasa terintimidasi akhirnya melaporkan perbuatan tersangka ke Satreskrim Polres Jepara. Atas tindakan bejat itu, tersangka pun dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU No.17/2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Banjir Bandang Akibatkan 1 Orang Meninggal dan 146 Warga di Pati Dievakuasi

      Banjir bandang yang melanda dua desa pada dua kecamatan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 146 orang dievakuasi.

      Cabul! Pria di Tegal Rudapaksa Bocah Perempuan saat Tidur

      Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), tega melakukan perbuatan rudapaksa terhadap bocah perempuan berusia 13 tahun yang tengah tidur.

      Seharian Hujan Lebat, 3 Kecamatan di Pati Tergenang Banjir Bandang

      Sejumlah desa di tiga kecamatan pada Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) diterjang banjir bandang pada Rabu (30/11/2022).

      Resmi! Intiyas Utami Jabat Rektor UKSW 2022-2027

      Prof Intiyas Utami resmi menjabat sebagai Rektor UKSW Salatiga untuk periode 2022-2027.

      Foto Sosok Dheo Daffa, Pembunuh Keluarga di Magelang Beredar di Medsos

      Foto sosok pelaku pembunuhan keluarga di Magelang, Dheo Daffa, beredar dan viral di media sosial atau medsos.

      Ternyata! DD Magelang Beri Dawet Campur Racun ke Orang Lain Selain Keluarga

      DD atau Dheo Daffa Syahdilla, anak yang bunuh keluarga dengan racun ternyata juga memberikan racun dicampur minuman dawet ke orang lain.

      Dampak Perang Rusia, Ekspor Udang Cilacap ke Eropa Drop

      Krisis Eropa akibat perang Rusia turut dirasakan petambak udang di Cilacap di mana permintaan ekspor menurun.

      Baznas Susun Strategi Entaskan Kemiskinan dengan Zakat di UIN Semarang

      Baznas menggelar Konferensi Zakat Indonesia ke-6 atau The 6th ICONZ di Auditorium UIN Walisongo, Kota Semarang, Jateng.

      UMK Kudus 2023 bakal Naik 6,5%, Jadi Rp2,5 Juta

      Bupati Kudus, HM Hartopo, memberikan sinyal kenaikan UMK Kudus pada 2023 kemungkinan mencapai 6,5% atau menjadi Rp2,5 jutaan.

      Tidak Hanya Arsenik, Anak Bunuh Keluarga di Magelang Juga Pakai Racun Lain

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang ternyata menggunakan dua jenis racun untuk menghabisi para korban.

      UMP Jateng 2023 Naik 8,01%, UMK Pekalongan Masih Misteri

      Pemkot Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), hingga kini belum merumuskan besaran UMK 2023 yang akan diusulkan ke Gubernur Jateng.

      Polisi Dalami Motif Lain Anak Bunuh Keluarga di Magelang dengan Racun

      Polisi mendalami motif lain di balik aksi kejam DD, anak yang bunuh keluarga sendiri di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan racun.

      Pj Wali Kota Salatiga Minta Ajarkan Guru Berinovasi, Bukan Digurui Pengabdian

      Guru diajarkan berinovasi bukan digurui tentang pengabdian, karena guru adalah pengabdi yang tidak kenal pamrih.

      Bupati Blora Ajak Korpri Terus Berinovasi Melayani Masyarakat Setulus Hati

      Dalam upacara peringatan HUT ke-51 Korpri tingkat Kabupaten Blora, Selasa (29/11/2022), Bupati Arief Rohman bertindak sebagai inspektur.

      Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya

      Berikut perkiraan UMK Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 jika besaran kenaikan mencapai 7,95 persen.