Cabai Di Sragen Bisa Ganti Harga 3 Kali Sehari, Petani Sebut Ajaib
Seorang petani melihat kondisi bibit cabai merah besar yang baru berumur sepekan di halaman depan rumahnya di Dukuh Sono, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Senin (1/3/2021). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Harga cabai yang melambung tinggi di pasaran Sragen membuat petani untung. Harga cabai merah besar di tingkat petani berkisar Rp20.000-Rp30.000/kg sedangkan harga di Pasar Bunder Sragen Rp38.000-Rp40.000/kg.

Dengan harga Rp20.000/kg itu, petani menganggapnya sebagai harga yang “ajaib”. Seorang petani Dukuh Sono, RT 021, Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Sumardi, 50, kepada Solopos.com, Senin (1/3/2021), menyebut harga cabai merah besar Rp20.000/kg itu “ajaib” karena langkanya barang.

Ia mengatakan harga tinggi itu karena barangnya terbatas. Dalam sehari itu, Sumardi menyebut cabai bisa berganti harga sampai tiga kali antara Rp20.000-Rp25.000/kg.

Baca Juga: Testing PCR Solo Tertinggi Se-Jawa Tengah, Penambahan Jumlah Kasus Melambat

Sumard mengungkapkan di Sragen ada banyak petani yang menanam cabai merah besar tetapi produksinya anjlok saat harga justru tinggi.

Dalam satu patok itu biasanya dapat 1 ton tetapi pada musim petik bulan ini hanya dapat 6 kuintal atau turun 40%. Tetapi banyak petani cabai yang hanya bisa panen 50%.

"Dalam situasi maksimal sebenarnya satu patok itu bisa menghasilkan 4 ton cabai,” ujar Sumardi yang juga anggota Kelompok Tani Pamardi Tani Kedawung, Sragen.

Baca Juga: Gubernur Ganjar dan Wali Kota Gibran Kunjungi RS Hermina Solo, Ada Apa Ya?

Sumardi mengatakan tanaman cabai itu bisa 15-20 kali petik. Dari tanam sampai petik pertama membutuhkan waktu 70 hari. Ia menjelaskan musim petik bulan ini harga cabai Sragen pas bagus tetapi produksinya turun.

Impas

“Sebenarnya kalau dihitung-hitung masih impas. Harga pasaran tinggi itu wajar karena ongkos angkut, risiko busuk, dan seterusnya,” ujarnya.

Seorang petani asal Tanon, Miswanto, mengatakan harga cabai merah besar di wilayahnya mencapai Rp25.000/kg. Ia mengatakan dengan harga cabai segitu di tingkat petani Sragen sudah termasuk untung. Miswanto memiliki lahan cabai seluas 1.500 meter perseigi.

Baca Juga: Tinggalkan Istri Dan 2 Anak, Sekdes Serenan Klaten Yang Bunuh Diri Dimakamkan Malam Ini

Musim petik bulan ini bagi Miswanto merupakan musim petik ke delapan dari potensi petik sebanyak 15 kali.

“Selama delapan kali petik, petani sudah mendapatkan hasil Rp19,5 juta. Padahal biaya produksinya hanya Rp8 juta. Artinya, pada petik keenam itu petani sudah bisa balik modal sehingga untuk petik ketujuh sampai ke-15 tinggal memanen hasilnya,” ujarnya.

Miswanto menerangkan pada musim penghujan ada potensi hama tetapi tidak signifikan dan hasil produksinya masih relatif baik. Hasil petik terakhir ia masih bisa mendapatkan 196 kg. Hasil tersebut meningkat daripada hasil petik sebelumnya yang hanya 129 kg.



Berita Terkini Lainnya








Kolom