Butuh Ventilator, DKK Solo Minta Bantuan Ke BNPB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). (Antara/Hafidz Mubarak A.)

Solopos.com, SOLO -- Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mengajukan bantuan alat bantu pernapasan atau ventilator menyusul meningkatnya jumlah kasus konfirmasi maupun kematian pasien Covid-19 sebulan terakhir.

Meningkatnya kasus kematian salah satunya karena pemburukan kondisi pasien akibat telat dirujuk ke rumah sakit (RS). Mereka yang kondisinya sudah buruk membutuhkan ventilator, sementara alat tersebut jumlahnya terbatas.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengaku sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Kami sudah lapor ke Pak Doni Monardo [Kepala BNPB] terkait kebutuhan ventilator. Informasinya mereka memiliki stok dan akan segera didrop di Solo,” kata Ning, sapaan akrabnya, kepada Solopos.com, Jumat (4/12/2020).

Sebut Demokrasi Terbajak, PKS Putuskan Abstain Pada Pilkada Solo 2020

Ning mengatakan menurut informasi dari BNPB, bukan cuma Solo yang butuh bantuan alat ventilator, melainkan Soloraya dan sekitarnya juga kondisinya sama. Namun, Ning menambahkan BNPB akan mengirim alat tersebut untuk sementara ke Solo.

Baru kemudian alat itu dibagikan ke daerah lain. Kabarnya dalam waktu dekat alat bantu pernapasan itu akan sampai ke Solo. Ning mengatakan jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 bergejala terus bertambah setiap hari.

Karena itulah, mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun asimtomatik ia harapkan menjalankan isolasi mandiri. Ia sudah berkoordinasi dengan belasan RS rujukan untuk menginventarisasi kebutuhan peralatan guna mendukung perawatan pasien Covid-19.

5 Hari Jelang Pilkada Sukoharjo, Tim EA Laporkan Akun FB Yayoek Yayoek Ke Polisi, Ada Apa?

Kapasitas Ruang Isolasi

Mereka juga diminta menambah kapasitas ruang isolasi dan ICU guna memenuhi kebutuhan. “Kami sudah berkoordinasi juga dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, mereka juga masih ada alat termasuk bantuan ventilator untuk dipinjamkan ke RS-RS Solo,” ungkap Ning.

Ia mengaku belum mendapatkan informasi detail terkait penambahan kapasitas ruang isolasi maupun ICU dari tiap RS. Namun, RSUD dr Moewardi dalam tempo dua pekan ini bakal menambah jumlah ruangan menjadi 260 bed.

Jumlah tersebut akan banyak membantu pasien rujukan dari daerah lain, meski ia berharap RS Soloraya ikut menambah kapasitas ruang. “Kalau daerah lain kuat kan, enggak semua rujuk ke Solo. Petugas kesehatan kami juga tenaganya tidak terus ada, mereka kelelahan,” imbuhnya.

Penembakan Mobil Bos Duniatex Berawal Dari Persoalan Tanah Dan Utang Rp16 Miliar, Begini Ceritanya

Sebelumnya, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan rencana mengubah Asrama Haji Donohudan menjadi lokasi karantina mandiri pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala terus berjalan. Sebelum realisasi, ia bakal meminta Gubernur menggelar rakor kepala daerah se-Soloraya.

Biaya operasional rumah karantina Asrama Haji bakal menjadi tanggungan Pemprov atau pusat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom