Butuh Tracing Masif, Penutupan Pasar Harjodaksino Solo Diperpanjang
Lurah Pasar Harjodaksino, Solo, Listianto, mengumunkan perpanjangan masa penutupan pasar tersebut, Senin (26/10/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo memperpanjang masa penutupan Pasar Harjodaksino setelah muncul tiga kasus positif Covid-19, Minggu (25/10/2020).

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Heru Sunardi, mengatakan penutupan pasar yang tadinya hanya dua hari akhirnya diperpanjang hingga Minggu (1/11/2020).

Perpanjangan itu lantaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Solo bakal menggelar tracing masif ke lingkungan pasar tersebut. Jumlah pedagang yang jadi sasaran tracing minimal 50 orang.

Satu Nakes Positif Covid-19, Puskesmas Gambirsari Solo Tutup Sementara

Tracing masif selama penutupan Pasar Harjodaksino Solo itu utamanya untuk pedagang menjadi kontak erat kasus konfirmasi positif sebelumnya. Kemudian akan ada juga tes sampling, sama seperti pada penutupan Juli dulu.

"Jadi kami menutup pasar karena uji swab itu. Artinya, kalau Pemkot melakukan uji swab tapi pasar tidak tutup itu kan tidak ada artinya. Tutup sampai hasil uji swab keluar. Kalau ternyata negatif baru buka, kan begitu. Tapi kalau ternyata hasilnya positif, kalau sekian hari tidak tutup itu sudah potensi penularannya ke mana-mana. Itu sudut pandang dari kesehatan,” katanya, Senin.

Heru meminta seluruh pedagang tabah dan menerima penutupan Pasar Harjodaksino Solo sebagai bagian dari cobaan. Adanya pedagang yang positif ini merupakan hal yang lumrah karena sedang terjadi wabah.

Hanya 2 Pekan, Aturan Anak 5 Tahun Ke Atas Boleh Ke Mal Solo Dicabut

“Untuk pasar-pasar lainnya sejak dulu sudah saya sampaikan, jangan sampai muncul klaster pasar dengan pengetatan protokol kesehatan. Semoga nanti hasil uji swab negatif semua,” tandasnya.

Menjaga Protokol Kesehatan

Sementara itu, Lurah Pasar Harjodaksino, Listianto, meminta maaf lantaran harus memperpanjang penutupan pasar. Menurutnya, alasan perpanjangan itu karena suami dari pedagang yang positif Covid-19 meninggal dunia.

Penutupan Pasar Harjodaksino Solo itu hal yang mendesak agar Satgas bisa mengambil langkah pencegahan persebaran virus SARS CoV-2. Listianto mengaku tak kurang mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk menjaga protokol kesehatan.

Tambahan 40 Kasus Baru Covid-19 Solo Pada Akhir Pekan, 6 Di Antaranya Anak-Anak

Kendati begitu, ia tak bisa mengontrol seluruhnya karena terkait dengan banyak orang. Namun, ia terus memberikan pemahaman hingga pedagang mau mengerti.

“Kami jelaskan dan mereka memahami. Karena bahaya juga kalau enggak disemprot, kami berusaha memutus rantai persebaran Covid-19,” kata dia.

17 Keluarga Nusukan Solo Karantina Mandiri, Warga Bantu Suplai Logistik

Pada pemberitaan sebelumnya, penutupan Pasar Harjodaksino Solo karena ada dua pedagang dan satu petugas kebersihan yang positif Covid-19 rencananya hanya dua hari yakni Minggu-Senin (25-26/10/2020).

Awalnya ada satu pedagang asal Sukoharjo terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah itu, Satgas Covid-19 melakukan tracing dan hasilnya satu pedagang dan satu petugas kebersihan yang positif juga.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom