Tutup Iklan
Choirul Huda (istimewa)

Solopos.com, SOLO - Persis Solo resmi menggaet Dedi Cahyono Putro untuk mengarungi putaran kedua Liga 2. Bergabungnya Dedi menimbulkan sedikit tanda tanya. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Pelatih Kepala Persis, Choirul Huda, menyatakan Persis butuh tambahan amunisi di sektor pertahanan dan striker.

Persis memang sudah mendatangkan M. Alaik Sobrina sebagai pelapis di posisi stopper. Namun, mereka belum mendatangkan striker baru sejauh ini. Dedi sendiri merupakan pemain yang berposisi sebagai winger.

Kebijakan itu membuat Persis kini dihuni oleh empat winger yaitu Slamet Budiono, Hapidin, Nanang Asripin, dan Dedi CP. Persis sejatinya memiliki opsi mengontrak mantan penyerang mereka karena berstatus tanpa klub seusai putaran I Liga 2.

Sebut saja Rudiyana yang dicoret PSIM Jogja dan Tri Handoko yang mundur dari Perserang Serang akhir Juli lalu. Namun, Tri Handoko kemudian diambil PSMS Medan. Sedang Rudiyana belum mendapatkan tim.

Pelatih Persis, Choirul Huda, mengungkapkan bergabungnya Dedi terjadi karena berbagai pertimbangan. Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu, posisi striker memang menjadi sorotan karena pemain yang ada belum bisa menunjukkan performa terbaik.

Hanya, dalam beberapa pertandingan terakhir, tiga striker yang dimiliki Persis yaitu M. Isa, Ugik Sugiyanto, dan Dimas Galih Gumilang, telah menunjukkan performa terbaik dan mampu mencetak gol ke gawang lawan. Memang, M. Isa dan Dimas Galih sempat didera cedera sehingga pilihan striker hanya satu, yaitu Ugik Sugiyanto.

Choirul menilai, dalam beberapa laga terakhir, Ugik mampu menunjukkan kualitasnya sebagai striker matang dan kini tengah berada di top performance. “Isa kondisinya sudah 80-90 persen. Setelah Mitra Kukar, kami prediksi dia sudah bisa ikut latihan normal. Ugik dan Dimas Galih juga sudah fit,” tuturnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (21/8/2019).

Lebih lanjut, kebutuhan menambah pemain sayap terjadi karena skema paten yang digunakan Persis yaitu 4-2-3-1 memang membutuhkan performa pemain sayap yang mumpuni. Ia menilai, dengan adanya empat winger yang bisa silih berganti dipasang pada posisi kanan maupun kiri, Persis bisa melakukan rotasi pemain dengan lebih baik.

“Kami menambah winger untuk antisipasi. Beberapa waktu lalu Slamet Budiono sempat cedera sehingga melewatkan dua pertandingan. Skema kami memang boros di wing ini,” terang mantan asisten pelatih Perseru Serui tersebut. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten