Tutup Iklan
Baliho roadshow bus KPK di Kabupaten Ponorogo. (Istimewa-Pemkab Ponorogo)

Solopos.com, PONOROGO -- Bus Antikorupsi https://news.solopos.com/read/20190910/496/1017827/dpr-ingin-sodorkan-kontrak-politik-ke-capim-kpk-icw-ilegal">Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan singgah di Kabupaten Ponorogo selama tiga hari, Kamis-Sabtu (19-21/9/2019). Ada beragam kegiatan yang akan diselenggarakan dalam road show Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi 2019 itu.

Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu dari 28 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, Bali, dan Jawa Tengah, yang dikunjungi KPK dalam kegiatan Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi 2019. 

Bus KPK dijadwalkan akan tiba di Ponorogo Kamis siang. Selanjutnya akan melaksanakan talkshow di Radio Gema Surya. Hari Jumat, ada kegiatan pameran di depan Paseban Alun-alun Ponorogo yaitu pameran pelayanan publik (kejaksaan, kepolisian, Disdukcapil, dan lainnya), pameran KPK (sosialisasi pengaduan masyarakat), dan pameran kuliner.

Selain itu, ada kegiatan edukasi siswa tentang antikorupsi dan pentas kreativitas siswa. KPK juga akan melaksanakan sosialisasi kepada anggota legislatif, pimpinan parpol, KPU, dan Bawaslu Kabupaten Ponorogo.

Pada Sabtu atau hari terakhir, pameran pelayanan publik masih diselenggarakan, ditambah sosialisasi diseminasi pendidikan antikorupsi untuk guru PKN dan akhlak, edukasi untuk siswa tentang antikorupsi, sosialisasi antikorupsi dengan komunitas/ponpes/mahasiswa, hingga pemutaran film dan pentas budaya pagelaran seni reog malam bulan purnama.

Kasubag Humas https://madiun.solopos.com/read/20190820/516/1013234/pemkab-ponorogo-anggarkan-rp11-triliun-untuk-tekan-angka-kemiskinan">Pemkab Ponorogo, Alim Nor Faizin, mengatakan selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu (19-21/9/2019), masyarakat Ponorogo akan disuguhkan beragam kegiatan menarik dari KPK serta beberapa instansi terkait. Dia berharap kegiatan edukasi ini mampu menyadarkan seluruh pihak agar tidak melakukan tindakan korupsi yang akan merugikan diri sendiri serta orang lain.

Alim mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam gerakan pencegahan korupsi. Kegiatan kampanye Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi ini merupakan kegiatan penyadaran publik dan peningkatan partisipasi publik yang mendorong berupa aksi kolektif dan berkolaborasi.

"Untuk target sasaran kegiatan ini yaitu pelajar, guru, mahasiswa, dosen, aparat pemerintahan, komunitas, dan masyarakat umum," kata Alim, Rabu (11/9/2019).

Dalam kegiatan sosialisasi antikorupsi ini, kata dia, media kampanye yang digunakan adalah Bus Antikorupsi yang di dalamnya terdapat berbagai perangkat yang dapat dipergunakan dalam kegiatan pendidikan, sosialisasi, dan kampanye antikorupsi.

Dalam kegiatan ini juga melibatkan ratusan pelajar dari mulai jenjang TK hingga SMA/sederajat. "Silakan datang karena ada berbagai kegiatan menarik. Kegiatannya juga ada di beberapa lokasi seperti di alun-alun, pendapa, gedung DPRD, gedung Bappeda, panggung utama alun-alun, dan lokasi car free day," ujarnya. (adv)

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten