Bus Jepang Vs Bus Eropa di Indonesia, Siapa yang Jadi Raja?
Ilustrasi bus (Youtube)

Solopos.com, SOLO -- Bus Jepang dan bus Eropa sama-sama gencar memasarkan produk mereka di Indonesia. Bus dari pabrikan Jepang atau Eropa kerap menjadi andalan. Lantas seberapa besar penjualan dan yang menguasai pasar bus di Indonesia?

Pabrikan bus Jepang yang sangat familier adalah Hino. Sedangkan pabrikan bus Eropa yang kini masif memasarkan produk mereka adalah Scania dan Mercedes Benz.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengenai penjualan (wholesale) bus dibagi dalam tiga kelompok. Pertama ada bus dengan berat total kendaraan atau gross vehicle weight (GVW) 5-10 ton, kemudian GVW 10-24 ton, dan terakhir GVW di atas 24 ton.

Bagaimana peta persaingan di tiap kelas itu?

5-10 Ton

Data Gaikindo pada 2019 lalu menyebutkan ada 4 pabrikan yang bersaing di kelas ini yuitu MItsubishi Fuso, Hino, Tata, dan Toyota. Artinya ada 3 pabrikan bus Jepang dan satu pabrikan bus India.

Di kelas ini, bus rata-rata memiliki kapasitas mesin sekitar 4.000 cc. Di kelas ini produk Tata yaitu LP 713 menjadi bus yang memiliki kapasitas mesin terbesar yaitu 5.675 cc.

Bayi Sragen Digigit Kutu Kucing Disarankan Amputasi

Dari 4 pabrikan bus Jepang dan India itu, ada 10 model atau tipe. Hino punya 4 tipe, Mitsubishi Fuso ada 3 tipe, Toyota 2 tipe, dan Tata 1 tipe. Sepanjang 2019, Gaikindo mencatat 1.626 bus di kelas ini terjual. Berikut perincian penjualan 10 tipe bus di kelas ini:

  • Mitsubishi Fuso FE 71 BC - 4W: 449 unit
  • Mitsubishi Fuso FE 83 BC - 6W: 12 unit
  • Mitsubishi Fuso FE 84G BC - 6W: 806 unit
  • Hino FB 130: 128 unit
  • Hino Dutro 11- SD-LB: 1 unit
  • Hino New 110 SDB: 55 unit
  • Hino New 110 SDBL: 164 unit
  • Tata LP 713: 1 unit
  • Toyota Dyna ST 110 PS: 10 unit
  • Toyota Dyna FT 130 PS: 0 unit
  • Total: 1.626 unit

10-24 Ton

Di kelas ini persaingan antara bus Jepang dan bus Eropa begitu kentara. Ada 3 pabrikan yang berkompetisi di kelas ini yaitu Hino, Mercedes Benz, dan Scania.

Hino punya 4 tipe bus, Scania hanya 1 tipe bus, dan Marcedes Benz yang paling banyak yaitu 9 model. Urusan kapasitas mesin, di kelas ini sangat beragam yaitu paling kecil 3.900 cc dan yang paling besar adalah 13.000 cc milik Scania.

Taman Wonderia Semarang Kata Gadis Indigo Tak Pernah Sepi 

Lantas siapakah jawara di kelas ini? Hino RN 260 menjadi yang teratas dalam penjualan. Bahkan, angkanya menembus lebih dari 1.000 unit terjual pada 2019. Berikut perincian penjualan bus di kelas GVW 10-24 ton pada 2019:

  • Hino FC 190 J Bus: 66 unit
  • Hino A 215: 30 unit
  • Hino 235: 0 unit
  • Hino R 260: 1.066 unit
  • Hino RN 285: 116 unit
  • Mercedes Benz OF 917 MT (WB 4250): 137 unit
  • Mercedes Benz OF 917 MT (WB 5300): 97 unit
  • Mercedes Benz OF 917 AT (WB 5300): 1 unit
  • Mercedes Benz OH 1526: 123 unit
  • Mercedes Benz OF 1623: 9 unit
  • Mercedes Benz OH 1626 L MT: 304 unit
  • Mercedes Benz OH 1626 L AT: 120 unit
  • Mercedes Benz O 500 U 1726: 0 unit
  • Mercedes Benz O 500 RS 1836: 18 unit
  • Scania K360IB: 23 unit
  • Total: 2.110 unit

Di Atas 24 Ton

Di kelas ini tidak ada bus Jepang karena persaingan hanya terjadi antara Scania dan Mercedes Benz. Dua pabrikan Eropa itu sama-sama punya dua tipe yang bersaing di kelas ini.

Ternyata Ini Foto Asli Soeharto Naik Nmax

Kapasitas mesin di kelas ini pun cukup besar yaitu paling kecil 9.000 cc dan terbesar 13.000 cc. Kelas ini tidak terlalu banyak di pasaran karena sepanjang 2019 hanya ada 38 bus yang terjual.

Berikut perincian penjualan bus GVW di atas 24 ton sepanjang 2019:

  • Mercedes Benz OC 500 RF 2542 Max: 18 unit
  • Mercedes Benz OC 50o RF 2542 DD: 7 unit
  • Scania K320IA: 0 unit
  • Scania K410IB: 13 unit
  • Total: 38 unit


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho