Kategori: Otomotif

Bus-Bus di Indonesia Minim Fitur Keselamatan, Risiko Kecelakaan Tinggi


Solopos.com/Alvari Kunto Prabowo

Solopos.com, JAKARTA – Sebuah kecelakaan maut yang menewaskan sediktnya 27 penumpang bus terjadi  di jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Wado, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). Bus yang diisi 66 penumpang itu mengalami rem blong dan terperosok masuk jurang.

Kecelakaan ini menambah panjang deretan kasus yang menimpa moda transportasi bus. Ini juga yang bikin prihatin karena seharusnya bus yang jadi angkutan publik/massal harusnya punya peranti keselamatan memadai. Pabrikan bus semacam Mercedes Benz, Hino, Volvo, Scania, MAN, dan merk lainnya sebetulnya sudah punya peranti-peranti itu.

Namun karena peranti itu membuat harga chassis bus jadi lebih mahal, maka ada sejumlah fitur yang disunat. Maka jangan heran jika bus Mercedes Benz yang banyak beredar seperti varian OH 1626 series, Hino RK series sangat minim fitur keselamatan. Mungkin Bus Mercedes Benz varian OC 500 RF OH 2542, Hino RM 380, Scania K360 dan Volvo B7R ke ataslah yang punya tambahan fitur keselamatan.

Baca Juga : Hipospadia, Kelainan Medis Yang Dialami Aprilia Manganang Sebelum Menjadi Pria

Lantas bagaiamana dengan karoseri? Di Indonesia bus didatangkan dalam bentuk chassis baik panjang maupun pendek. Di karoseri inilah bodi bus dibentuk sesuai dengan keinginan konsumen. Di karoseri pula bus memdapatkan tambahan alat keselamatan berupa palu pemukul kaca dan alat pemadam api ringan (APAR).

Di Eropa, bus punya peranti/fitur keselamatan yang harus dibenamkan di dalamnya. Satu yang wajib adalah anti-lock braking system (ABS), sebuah sistem untuk mencegah penguncian roda dan mengendalikan kendaraan saat rem mendadak.

Selain ABS, bus karena punya bodi besar harus dilengkapi electronic braking system (EBS) untuk mengontrol roda sesuai kondisi jalan, kecepatan, muatan dan lainnya. EBS dapat merespons dengan cepat jika terjadi pengeraman tiba-tiba, sistem bekerja dengan meneruskan tekanan pedal rem secara eletronik untuk membantu tarikan rem dan juga dapat menghemat bahan bakar.

Baca Juga : Ada Makna Di Balik Livery Batik Motor Balap Tim Pertamina Mandalika SAG

Ada pula electronic stability control (ESC) untuk meningkatkan stabilitas kendaraan dengan mendeteksi hilangnya kontrol kemudi. ESC segera mengatur rem dan membantu mengarahkan bus saat Sopir lepas kendali. Satu lagi fitur keselamatan yakni adaptive cruise control atau radar cruise control untuk mengatur kecepatan bus secara otomatis ketika dalam posisi terlalu dekat dengan kendaraan lain di depannya.

Lalu, ada pemasangan daytime running light (DRL) dan sistem acceleration skid control untuk meminimalisasi risiko ban slip pada jalan lumpur atau genangan air. Bus juga harus punya sistem telematika untuk mendukung kerja sopir saat melajukan busnya. Telamatika juga mendukug kinerja fitur keselamatan lain, seperti vehicle tracking, perekam aktivitas berkendara, kamera CCTV dan lain sebagainya.

Share
Dipublikasikan oleh
Alvari Kunto Prabowo