Bus Aglomerasi Solo-Sumberlawang Beroperasi September, Persiapan Dikebut
Ilustrasi bus (Solopos-Dok.)

Solopos.com, SOLO -- Fasilitas pendukung layanan bus aglomerasi Solo-Sumberlawang Sragen yang dijadwalkan mulai beroperasi September 2020 dikebut.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo mengembangkan integrasi transportasi Solo demi melancarkan pengoperasian bus aglomerasi Solo-Sumberlawang itu.

Pada Selasa (4/8/2020) lalu, Balai Transportasi Dishub Jateng dan Dishub Kota Solo mengecek pembangunan jalur pemberangkatan bus aglomerasi Solo-Sumberlawang di Terminal Tipe A Tirtonadi Solo.

Kasus Pencurian di Solo Turun, Penyalahgunaan Narkoba Mendominasi

Kepala Balai Transportasi Dinas Perhubungan Jateng, Joko Setyawan, bus aglomerasi dijadwalkan mulai beroperasi September 2020.

Pembangunan infrastruktur pendukung aglomerasi, antara lain jalur pemberangkatan dan halte portabel mencapai 30 persen hingga Selasa siang.

"Kami melakukan pembongkaran pelat beton [di Terminal Tirtonadi pintu timur] sehingga menjadi satu jalur untuk pemberangkatan bus. Halte sudah ada sambil berjalan akan kami pasang secara bertahap. Lantai haltenya rendah. Ada sekitar 20 titik,” kata dia, Selasa.

Gunung Sinabung Erupsi Lagi Setelah 1 Tahun "Tidur"

Dia menjelaskan menyiapkan 14 bus aglomeras yang beroperasi pada tahap pertama. Tarif bus aglomerasi Rp4.000 untuk penumpang umum serta Rp2.000 bagi pelajar. Namun demikian, jumlah barang bawaan penumpang bus aglomerasi Solo-Sumberlawang akan dibatasi.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Solo, Muhammad Taufiq, menjelaskan Dishub Kota Solo menyiapkan integrasi layanan angkutan umum antara Trans Jateng dengan Batik Solo Trans (BST) dan angkutan feeder.

Segera Merealisasikan Koridor Lain

Dia menekankan moda transportasi yang terintegrasi di Solo memberikan pelayanan yang nyaman untuk masyarakat.

"Harapan kami dalam waktu dekat Pak Gubernur segera merealisasikan koridor lain Solo-Wonogiri, Solo-Klaten, Solo- Karanganyar, Solo-Sragen. Ada integrasi dengan Batik Solo Trans. Terminal Tirtonadi menjadi salah satu fasilitas integrasi," katanya.

Dia menjelaskan Dishub Kota Solo akan menyediakan fasilitas integrasi lain, antara lain di sejumlah halte supaya penumpang Trans Jateng bisa berganti BST melalui fasilitas tersebut.

Sanksi Sosial Warga Tak Pakai Masker di Sragen Efektif Bikin Kapok

Menurut Taufiq, Dishub Kota Solo mengupayakan penumpang bus aglomerasi atau luar kota yang berpindah BST hanya sekali bayar.

Koordinator Terminal Tipe A Terminal Tirtonadi, Joko Sutriyanto, mengatakan pengelola terminal menyiapkan infrastruktur untuk feeder, BST, dan bus aglomerasi.

Layanan bus aglomerasi, ungkap dia, juga diharapkan mendukung kunjungan pariwisata.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom