Hendi memberi makan burung jalak suren di kios tempatnya bekerja di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Selasa (19/6/2018). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Tak hanya penyedia kuliner yang dibanjiri pemudik saat libur http://soloraya.solopos.com/read/20180617/493/922670/posko-mudik-klaten-ini-sediakan-layanan-ojek-gratis">Lebaran kali ini di Klaten. Kios serta penangkaran burung jalak juga dibanjiri pengunjung yang mayoritas para pemudik.

Burung kerap menjadi salah satu barang yang dibeli pemudik untuk oleh-oleh saat mereka kembali setelah libur Lebaran berakhir. Kicau burung tersebut menjadi daya tarik para pemudik untuk menjadikan hewan tersebut sebagai peliharaan.

Sejumlah wilayah di Klaten dikenal sebagai penangkaran burung jalak seperti Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, dan Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes. Salah satu kios yang ramai didatangi pemudik yakni kios milik Masbun Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes. Kios itu berada di tepi jalan menuju kawasan Rawa Jombor.

Sejak libur Lebaran, hampir saban hari kios tersebut didatangi http://soloraya.solopos.com/read/20180617/493/922672/curhatan-pemudik-bermotor-ini-bikin-pengendara-lain-cengar-cengir">pemudik. “Kalau penjualannya belum ada peningkatan. Namun, yang datang itu banyak terutama dari luar kota. Rata-rata datang masih sebatas tanya-tanya. Terkadang ada yang membeli satu ekor,” kata penjaga kios, Hendi, 28, saat ditemui Solopos.com, Selasa (19/6/2018).

Hendi menjelaskan jenis burung jalak yang dijual di antaranya jalak suren dan jalak bali. Soal harga, sejak http://soloraya.solopos.com/read/20180617/493/922650/rangkaian-acara-ini-semarakkan-libur-lebaran-di-klaten">Lebaran ada peningkatan harga jual khususnya jalak suren. Ia mencontohkan jalak suren usia 25 hari hingga sebulan harganya Rp300.000-Rp350.000 per pasang.

Sebelumnya, harga jalak suren per pasang Rp270.000. “Jalak bali itu harganya Rp3,7 juta per pasang untuk usia sekitar sebulan. Harganya sudah tinggi karena sudah besertifikat,” ungkapnya.

Hendi mengatakan jalak masih menjadi salah satu burung yang laris menjadi koleksi para penggemar burung. Salah satu alasannya, kicau burung tersebut serta keindahan bulu burung yang indah.

“Jalak suren itu banyak yang suka karena kicauannya. Sementara jalak bali itu warna bulunya eksotis dan suaranya itu enak didengar,” katanya.

Salah satu pemudik, Anton, 50, tertarik membeli burung jalak untuk dibawa ke tempat tinggalnya di Sumedang, Provinsi Jawa Barat, lantaran kicau burung tersebut. “Kicauannya itu enak. Tetapi harganya mahal akhirnya belum beli. Saya sudah mendatangi penjual burung ada yang harganya Rp600.000 ada yang Rp1 juta,” kata pria yang mudik ke Desa Somokaton, Kecamatan Jogonalan, itu.

 

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten