Buruh Jateng Desak Pemerintah Tak Pakai UU Cipta Kerja untuk UMK 2022

Aliansi Buruh Jawa Tengah (Jateng) meminta pemerintah tak menggunakan UU Cipta Kerja atau PP 36/2021 dalam menetapkan UMK 2022 di 35 kabupaten/kota.

 Aliansi Buruh Jateng menyerahkan draf rancangan UMK 2022 kepada Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari, di kantornya, Senin (29/11/2021). (Istimewa/Aliansi Buruh Jateng)

SOLOPOS.COM - Aliansi Buruh Jateng menyerahkan draf rancangan UMK 2022 kepada Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari, di kantornya, Senin (29/11/2021). (Istimewa/Aliansi Buruh Jateng)

Solopos.com, SEMARANG –– Aliansi Buruh Jawa Tengah (Jateng) meminta pemerintah tidak menggunakan Undang-Undang Cipta Kerja dengan peraturan turunannya, yakni PP 36/2021, dalam menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di 35 kabupaten/kota di Jateng.

Perwakilan Aliansi Buruh Jateng, Karmanto, menyatakan bahwa UU Cipta Kerja telah diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan amar putusan menangguhkan. Hal ini pun membuat pemerintah tidak bisa menggunakan UU Cipta Kerja dan peraturan turunnya sebagai dasar penetapan UMK 2022.

“Penetapan UMK 2022 harus mempertimbangkan kebutuhan buruh dalam masa pandemi Covid-19. Maka kami mengusulkan UMK 2022 menggunakan rumusan UMK 2021 plus kebutuhan di masa pandemi Covid-19,” ujar Karmanto saat menggelar audensi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng di Kantor Disnakertrans Jateng, Kota Semarang, Senin (29/11/2021).

Baca juga: UMK 2022 Diusulkan Naik Rp10.000, Ini Reaksi KSPN Boyolali

Karmanto mengaku telah merumuskan kebutuhan buruh selama pandemi Covid-19. Berdasarkan survei kebutuhan buruh selama pandemi meliputi masker N94 seharga Rp115.000, hand sanitizer Rp90.000, sabun cair 150 ml Rp29.600, vitamin Rp75.000, pulsa Rp100.000, dan biaya kenaikan air bersih 50% Rp40.000. “Maka total kebutuhan di masa pandemi Rp449.600,” ujarnya

Dengan demikian, maka buruh pun berharap UMK 2022 di Jateng naik sekitar Rp449.600 dari UMK 2021. Dengan perhitungan itu, maka UMK 2022 yang diinginkan buruh di Kota Semarang menjadi Rp3.259.600, atau naik 16% dari UMK 2021. “Kenaikan 16% ini harus diberlakukan di 35 kabupaten/kota di Jateng,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Mulyono, menilai persoalan upah buruh ini penting karena di setiap kenaikan upah selalu buruh menjadi pihak yang dikalahkan oleh kebijakan. “Implementasi upah buruh di lapangan sangat parah. Banyak perusahaan tidak melaksanakan pengupahan sesuai aturan,” katanya.

Dia juga meminta agar penghitungan upah disesuaikan dengan kurs dollar, terutama bagi perusahaan yang memproduksi brand Internasional. “Kami meminta agar upah di Jateng setara dengan upak layak di daerah lain,” katanya.

Baca juga: Buruh Minta UMK Jateng Naik 10% atau Rp400.000-an, Pripun Pak Ganjar?

Senada disampaikan perwakilan dari Serikat Buruh Militan (Sebumi), Dwi Suyanti, yang menilai upah di Jateng sangat rendah. Sementara harga bahan pokok di Jateng dengan daerah lain sama, atau tidak jauh berbeda. “Kami siap mengawal hingga diterbitkannya Keputusan Gubernur Tentang UMK Jawa Tengah Tahun 2022 dengan kenaikan 16 persen,” katanya.

Sekretaris Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jateng, Heru Budi Utoyo, meminta pemerintah tidak mengunakan PP No. 36/2021, bahkan UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja. Hal itu dikarenakan aturan tersebut dinyatakan inkonstitusional bersyarat oleh MK.

“Penetapan UMK di 35 kabupaten/kota di Jateng, selain menggunakan formulasi penghitungan UMK 2022 = KHL 2021 + [inflasi dan pertumbuhan ekonomi] juga harus menambahkan nilai kebutuhan hidup buruh di masa pandemi Covid-19,” tegasnya.

Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari, mengatakan pihaknya mengundang perwakilan dari unsur serikat dan federasi buruh di Jateng untuk memberikan masukan terkait UMK 2022. Pihaknya pun akan menyampaikan aspirasi buruh itu kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. “Kami akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Gubernur Jateng,” katanya singkat.
.

Berita Terkait

Berita Terkini

Wow, Tangkapan Ikan Hiu di Cilacap Capai 90 Ton

Jumlah tangkapan ikan hiu oleh nelayan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencapai 90 ton.

Waspada! Omicron Sudah Masuk Jateng, 9 Orang Terpapar

Covid-19 varian Omicron telah terdeteksi menyebar di wilayah Jawa Tengah (Jateng), di mana 9 orang telah terpapar.

Ramalan Sabdo Palon Ini Terbukti Benar, Simak Kisahnya

Inilah deretan ramalan Sabdo Palon yang konon telah terbukti terjadi di Indonesia.

Murah, Biaya Hidup di Jawa Tengah Cuma Rp1 Jutaan?

Biaya hidup di Jawa Tengah yang diklaim sebagai salah satu yang termurah di Indonesia ternyata berkisar antara Rp1 jutaan.

Diklaim Termurah, Berapa Biaya Hidup di Jawa Tengah?

Inilah besaran biaya hidup di Jawa Tengah yang diklaim termurah se-Indonesia.

Biaya Hidup di Jawa Tengah Paling Murah Se-Indonesia?

Biaya hidup di Jawa Tengah diklaim menjadi salah satu yang terendah di Indonesia.

Ojo Sambat! Ini Cara Laporkan Jalan Rusak di Jateng Via Jalan Cantik

Begini mekanisme menyampaikan pengaduan tentang kondisi jalan rusak di Jawa tengah melalui aplikasi Jalan Cantik.

Soal Jalan Rusak di Jateng, Ganjar: Jangan Sampai Rakyat Celaka!

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta masyarakat pro-aktif melaporkan kondisi jalan rusak agar tidak menimbulkan korban.

Ada Jalan Rusak di Jawa Tengah, Segera Lapor Via Aplikasi Jalan Cantik

Warga Jawa Tengah dapat melaporkan langsung kondisi jalan maupun jembatan yang rusak kepada pihak terkait melalui aplikasi Jalan Cantik.

Pemprov Jateng: Tol Yogyakarta-Bawen Berefek Positif ke Candi Borobudur

Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen disebut-sebut akan turut menunjang pariwisata di kawasan Candi Borobudur.

BNPB: Banjir di Pekalongan Berangsur Surut

BPBD Kabupaten Pekalongan melalui BNPB menginformasikan kondisi banjir yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu (19/1/2022) sore.

Umbul Senjoyo Salatiga, Situs Peninggalan Pajang di Lereng Merapi

Umbul Senjaoyo di Kota Salatiga ini disebut-sebut sebagai situ peninggalan Kerajaan Pajang yang berada di kawasan timur lereng Gunung Merapi.

Banjir Landa Kota Pekalongan, Ratusan Warga Mengungsi

Hujan deras yang mengguyur Kota Pekalongan sejak Rabu (19/1/2022) sore hingga Kamis (20/1/2022) dini hari membuat sejumlah wilayah tergenang air atau dilanda banjir.

Diguyur Hujan, Kudus Dilanda Banjir & Longsor

Sekitar 200 unit rumah warga di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah teredam banjir akibat curah hujan tinggi.

Wanita Boyolali Ngaku Diperkosa, Polda: Pelaku Bukan Polisi

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy, membantah pelaku yang diduga memperkosa wanita asal Simo, Boyolali, adalah anggota polisi.