Buruh Bangunan Meninggal Tersetrum Listrik Pompa Air di Klaten
Warga melihat perancah di proyek pembangunan perumahan Dukuh Karanggeneng, Desa/Kecamatan Ngawen, Klaten, yang sebelumnya teraliri listrik dari kabel pompa air, Sabtu (15/2/2018). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Seorang buruh bangunan, Antok, 25, meninggal dunia setelah tersetrum listrik di lokasinya bekerja di proyek perumahan di Dukuh Karanggeneng, Desa/Kecamatan Ngawen, Klaten, Sabtu (15/12/2018) siang. 

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, Antok bersama pekerja lainnya memasuki waktu istirahat. Antok diduga tersetrum ketika memegang scafolding atau perancah di depan bangunan salah satu rumah proyek pembangunan perumahan Griya Ngupit Sejahtera.

Salah satu kaki perancah tersebut diduga teraliri listrik dari kabel yang terkelupas. Kabel digunakan untuk mengalirkan listrik ke mesin pompa air.

Salah satu tukang bangunan, Harno, 35, mengatakan saat kejadian dirinya berada di dalam bangunan memasang keramik. Di tempat yang sama ada tukang bangunan lainnya yakni Uuk dan Wagiran.

“Saat di dalam itu terdengar orang berteriak,” jelas Harno saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Para pekerja awalnya mengira suara itu sekadar candaan pekerja lainnya untuk melepas lelah. Namun, saat Uuk melihat ke luar bangunan ia mendapati Antok dalam posisi memegang besi perancah.

Uuk mencoba memegang bahu Antok. Namun, pekerja tersebut tersetrum hingga berteriak memanggil pekerja lainnya.

Uuk kemudian berteriak kepada Wagiran untuk mencabut kabel dari stop kontak. Setelah itu, Antok terpental hingga terjatuh ke tanah. “Kondisinya lemas. Sempat sesaat tersadar dan menghela napas panjang namun tidak sadarkan diri lagi,” urai Harno.

Antok dibawa ke RS PKU Jatinom namun pria asal Dukuh Sandelan, Desa/Kecamatan Ngawen, Klaten, itu dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Antok lantas diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. “Seluruh biaya pemakaman dan perawatan ditanggung oleh pemborong,” kata Harno. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom