BURSA MOBIL JATENG : Awal Tahun, Penjualan Mobil di Semarang Lesu
Pameran mobil di SGM, Solo, Selasa (21/4/2015). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Bursa mobil di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), belum mengalami pertumbuhan signifikan pada awal tahun 2018.

Solopos.com, SEMARANG – Bursa mobil di Semarang belum mengalami pertumbuhan yang signifikan di awal tahun 2018 ini. Padahal, sejumlah produk baru terus berdatangan meramaikan pasar mobil di Jateng.

Branch Manager Honda Gajah Mada PT Mandalatama Armada Motor Semarang, Herman Huta, menyebutkan penjualan mobil pada Januari 2018 memang mengalami penurunan sekitar 20% dibanding Desember 2017. Kendati demikian, mobil jenis city car atau hatchback masih diminati konsumen karena dianggap memiliki body lebih ramping dan harga murah.

“Penjualan mobil pada awal 2018 ini memang mengalami penurunan. Itu wajar, sebab trennya tiap tahun seperti itu,” tutur Herman kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Semarang, Jumat (26/1/2018).

Menghadapi tahun 2018, Herman optimistis penjualan mobil Honda bakal meningkat seiring potensi pertumbuhan ekonomi Jateng yang menggairahkan. Ia bahkan menyebutkan meski bursa mobil pada awal tahun ini lesu, pihaknya mampu memenuhi target penjualan.

Pada awal 2018 ini, Honda menargetkan penjualan mobil mencapai 157 unit. Target itu pun bakal tercapai menyusul banyaknya konsumen yang membeli dengan cara memesan (inden) mencapai 197 unit.

“Hingga saat ini sudah ada mobil yang inden mencapai 194 unit. Kebanyakan mobil jenis city car yang harganya di bawah Rp300 juta. Kebanyakan pemesannya merupakan konsumen yang sebelumnya belum memiliki mobil,” tutur Herman.

Sementara itu, kondisi yang sama juga dialami penjualan mobil merek Daihatsu. Supervisor PT Astra Daihatsu Branch Semarang, Shodiq Edi, menyebutkan penjualan mobil Daihatsu awal 2018 terbilang sepi atau tak seramai Desember 2017.

“Desember 2017 lalu penjualan Daihatsu mencapai 170 unit dan melampaui target yang ditetapkan manajemen. Kami berharap tahun ini juga bisa tercapai mengingat perekonomian akan mengalami pertumbuhan yang lebih baik,” tutur Shodiq.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom