Buronan 12 Tahun Terdeteksi Gara-Gara Menggugat Cerai Istri

Sang buronan terdeteksi setelah namanya muncul di Pengadilan Agama Subang, Jawa Barat sebagai penggugat cerai istrinya.

 Kepala Kejari Garut, Jawa Barat, Neva Devi Susanti (tengah) bersama jajarannya. (antara)

SOLOPOS.COM - Kepala Kejari Garut, Jawa Barat, Neva Devi Susanti (tengah) bersama jajarannya. (antara)

Solopos.com, GARUT — Tauhidi Fachrurozi, seorang buronan kasus korupsi di Garut, Jawa Barat yang menghilang 12 tahun berhasil ditangkap aparat Kejari setempat, beberapa hari lalu.

Sang buronan terdeteksi setelah namanya muncul di Pengadilan Agama Subang, Jawa Barat sebagai penggugat cerai istrinya.

Tauhidi yang seorang pemborong proyek adalah terpidana kasus korupsi pada 2009 silam.

Namun sejak divonis ia menghilang dan belum pernah tertangkap.

Proyek Pelelangan Ikan

“Dia terbukti bersalah melakukan penyelewengan anggaran pembangunan Tempat Pelelangan Ikan di Cilauteureun, Kabupaten Garut APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2005 dengan kerugian negara sebesar Rp599 juta dari total anggaran Rp1,1 miliar lebih,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Neva Devi Susanti, seperti dikutip Antara, Minggu (26/9/2021).

Ia menceritakan proyek fisik Pemerintah Provinsi Jabar yang digarap terpidana dalam pelaksanaannya tidak sesuai ketentuan.

Baca Juga: Ijazah Jaksa Agung Simpang Siur, Yang Benar Lulusan Mana? 

Kemudian dilakukan proses pemeriksaan hukum hingga akhirnya yang bersangkutan divonis bersalah pada 2009 dengan hukuman dua tahun penjara.

“Namun sejak adanya putusan itu, Tauhidi menghilang, sebelum akhirnya tertangkap,” ujar perempuan pertama yang menjadi Kejari Garut tersebut.

Dua Tahun Penjara

Buronan koruptor itu dibawa ke Garut untuk menjalani hukuman di Rutan Garut sesuai vonis hakim yakni dua tahun penjara.

Selain Tauhidi, aparat Kejari sepekan sebelumnya juga menangkap mantan anggota DPRD Garut yang menjadi buronan selama 13 tahun.

Dia adalah Misbach Somantri. Anggota DPRD Garut dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu ditangkap di wilayah Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, 9 September 2021.

Baca Juga: Eks Elite FPI Dirikan Perisai Bangsa, Tonton G30S/PKI 

Misbach Somantri merupakan salah satu dari sejumlah anggota DPRD Garut yang melakukan tindak pidana korupsi perjalanan dinas dan penyalahgunaan uang rapat komisi dengan total kerugian negara sekitar Rp6 miliar.

12 Anggota DPRD

Dalam kasus itu ada 12 anggota DPRD Garut divonis empat tahun penjara.

Mereka ada yang sudah menjalani hukuman, menyerahkan diri, dan meninggal dunia.

Sedangkan Misbach yang saat ini sudah lanjut usia belum menjalani hukuman sejak majelis hakim memvonisnya bersalah pada tahun 2008.

Selama 13 tahun itu, Misbach tidak diketahui keberadaannya.

Masih Ada Buronan

Namun pada 9 September 2021, didapati informasi Misbach pulang ke Garut.

Tak menyia-nyiakan waktu, Tim Tabur Kejari Garut beraksi menangkap Misbach. Kini mantan Anggota DPRD Garut tersebut menjalani hukuman di Rumah Tahanan Garut.

Kepala Kejari Garut Neva kepada wartawan menyampaikan masih ada buronan kasus korupsi yang selama ini belum menyerahkan diri.

Termasuk masih ada rekan dari Miscbah yang saat ini masuk dalam DPO Kejari Garut.

“Sudah kita kumpulkan data-datanya, yang sudah lama kemungkinan yang barengannya Pak Miscbah,” kata Neva.

Neva mengungkapkan bahwa dirinya siap melaksanakan tugas negara sebagai eksekutor seperti yang diperintahkan pimpinan dari lembaga Kejaksaan untuk terus memburu koruptor yang saat ini masih berkeliaran di luar.


Berita Terkait

Berita Terkini

Posisi Berangkulan, Mayat Sejoli di Tasikmalaya Bikin Geger

Penemuan mayat sepasang lelaki dan perempuan atau sejoli di Tasikmalaya menggegerkan warga karena ditemukan dalam kondisi berangkulan.

Aktivitas Gunung Berapi Jadi Pemicu Rentetan Gempa Salatiga-Ambarawa?

Rentetan gempa atau gempa swarm terjadi di wilayah Kota Salatiga-Ambarawa sepanjang Sabtu (23/10/2021).

Aksi Mantan Kapolsek Parigi Terungkap dari Chat Mesra Lewat WA

Aksi mantan Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka kasus pencurian ternak, S, 20, sebanyak dua kali terungkap melalui chat mesra di WhatsApp.

Elektabilitas Ganjar Naik Terus, PDIP Malah Sebut Survei Bukan Patokan

Elektabilitas Ganjar Pranowo kini menyamai Prabowo Subianto menurut survei Litbang Kompas. PDIP menyebut pemimpin bangsa tidak ditentukan oleh survei.

Selain Dipecat, Kapolsek Parigi yang Lakukan Perkosaan Juga Dipidana

Kapolda Sulteng pastingan proses pidana Kapolsek Parigi yang memperkosa anak dari tersangka pencurian ternak jalan terus.

Buruan Daftar! Kemenaker Buka Beasiswa 1000 Talenta Santri

Kemenaker membuka pendaftaran Beasiswa 1000 Talenta Santri bagi santri di seluruh Indonesia dalam bentuk program pelatihan.

Sidik Pinjol yang Bikin Ibu Wonogiri Bunuh Diri, Bareskrim Sita Rp20 M

Bareskrim Polri menyita Rp20 miliar dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama yang diduga menaungi pinjol ilegal yang membuat ibu di Wonogiri bunuh diri.

Polisi Tangkap Bos Pinjol Pemicu IRT di Wonogiri Gantung Diri

Polisi menangkap bos perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan IRT di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah meninggal gantung diri karena tidak kuat menahan teror pinjol ilegal.

Anggotanya Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf

Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Polisi Rudy Sufahriadi, meminta maaf kepada masyarakat buntut kasus Kapolsek Parigi yang memerkosa anak tersangka.

Diduga Perkosa Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Dipecat Tidak Hormat

Kapolsek Parigi, Iptu IDGN, yang diduga memerkosa anak tersangka diberhentikan secara tidak hormat setelah menjalani sidang kode etik, Sabtu (23/10/2021).

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu, Sudah Dapat Izin Paundra?

Putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri pindah agama Hindu, apakah sudah mendapatkan izin dari GPH Paundrakarna, sang anak?

UU PDP Jaminan Kejelasan Hukum Korban Pinjol

UU PDP bisa mengatur dengan kekuatan hukum yang jelas tentang warga harus mengadu ke mana atau kepada siapa ketika menjadi korban kebocoran data pribadi.

Kehebohan Beragama Belum Menjadi Jalan Kebudayaan

Kehebohan beragama belum menjadi jalan pembebasan menuju kerja bersama seluruh elemen bangsa mewujudkan peradaban dan kehidupan yang lebih baik di semua aspek kehidupan.

10 Berita Terpopuler : Kera Serbu Rumah - Resepsi Boleh Ada Penyanyi

Serangan kera liar di permukiman warga Kebakkramat hingga aturan resepsi pernikahan di Solo masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.

Cakupan Vaksinasi Tinggi, Inggris Masih Diamuk Corona

Amukan corona di negara ini memicu kekhawatiran terlebih Inggris menjadi salah satu negara yang cakupan vaksinasinya sudah termasuk tinggi.

Solo Gencarkan Digitalisasi Sistem Pendidikan Menuju Era Industri 4.0

Bidang pendidikan dituntut mengembangkan sistem pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya Jawa berbasis TI menuju smart education.