Tutup Iklan

Buron KPK Harun Masiku Dikabarkan di Sulsel, Firli Mengaku Belum Tahu

Firli bahkan menyatakan belum mampu mendeteksi posisi Harun Masiku.

 Ketua KPK, Firli Bahuri, saat di Surabaya, Kamis (9/1/2020). (Antara)

SOLOPOS.COM - Ketua KPK, Firli Bahuri, saat di Surabaya, Kamis (9/1/2020). (Antara)

Solopos.com, MAKASSAR -- Santer beredar isu tentang keberadaan tersangka kasus suap Harun Masiku di wilayah Sulawesi Selatan sejak 7 Januari 2020 sekembalinya dari Singapura. Terakhir, Harun yang kini menjadi buronan KPK dikabarkan berada di Kabupaten Toraja.

Menanggapi hal itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengaku belum menerima informasi terkait keberadaan Harun. Dia bahkan menyatakan belum mampu mendeteksi posisi Harun Masiku meski telah beredar sejumlah informasi soal keberadaan kader PDIP tersebut.

"Sampai hari ini belum ada informasi itu. Kalau sudah tahu tempatnya, pasti akan kita datangi dan kita tangkap," kata Firli saat melakukan kunjungan kerja di Makassar, Kamis (23/1/2020).

Firli mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk menangkap Harun Masiku yang diduga memberikan suap kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Suap tersebut untuk memuluskan dirinya menjadi anggota DPR periode 2019-2024 melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Kendati demikian, ketua komisi antirasuah itu mengaku tidak menutup ruang bagi siapapun yang memberikan informasi terkait keberadaan Harun Masiku. Firli mengaku telah melakukan imbauan kepada masyarakat maupun keluarga jika saja mengetahui tentang Harun.

"Kami juga tegaskan kepada tersangka supaya segera menyerahkan diri, karena kapanpun dia pasti akan kita cari dan akan kita tangkap," jelas Firli.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo menyatakan Harun Masiku telah masuk daftar pencarian orang (DPO) KPK. Karena itu, secara teknis Polda Sulsel tidak akan menginfokan jika ikut melakukan pencarian. Menurut Ibrahim, hal itu akan mengahambat proses penangkapan tersangka.

"Biasanya kalau ada progres, KPK akan menginformasikan setelah ada penangkapan. Sebelum penangkapan pasti silent," kata Ibrahim.

Terkait informasi keberadaan Harun Masiku di wilayah Sulsel, Ibrahim menyebut isu masih bersifat umum. Itu termasuk informasi tentang Harun yang sebelumnya berada di rumah istrinya di Kabupaten Gowa. Ibrahim mengatakan, siapapun bisa menginfokan baik KPK sendiri, masyarakat umum, maupun kepolisian.

"Soal kabar keberadaan buron sekarang di Toraja, itu juga masih isu. Tapi kita sudah informasikan untuk lidik. Tapi kan tentu tidak diinfokan, karena tertutup, kalau diinfokan ke publik kan malah salah," katanya.


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Dulu Evakuasi Mbah Maridjan, Kendaraan Ini Kini Diterjunkan ke Semeru

Sebanyak 2 unit Hagglund PMI dibantu personel Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan menembus permukiman Mbah Marijan di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, DIY saat erupsi Merapi tahun 2010.

Resmi, Dirut PT Hutama Karya Kembali Terpilih sebagai Ketum IKA UNS

Direktur Utama (Dirut) PT. Hutama Karya Ir. Budi Harto, M.M. (kiri) kembali terpilih sebagai Ketum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS Solo.

PMI Kerahkan 2 Unit Hagglund ke Lokasi Erupsi Semeru, Ini Kekuatannnya

Palang Merah Indonesia (PMI) menerjunkan 2 unit mobil Hagglund ke lokasi erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

10 Berita Terpopuler: 20 Ramalan Jayabaya hingga Kisah Novia Widyasari

Ulasan tentang misteri ramalan Jayabaya yang dikatakan akan terjadi pada tahun 2022 menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Senin (6/12/2021).

Solopos Hari Ini: Pekerjaan Besar Mitigasi Erupsi

Letusan besar Gunung Semeru telah menyebabkan 14 orang meninggal dunia dan ribuan orang terdampak. Mitigasi letusan gunung api-yang aktivitasnya selalu terpantau sejak awal-menjadi sorotan.

Sejarah Hari Ini : 6 Desember 1992, Penghancuran Masjid Babri India

Insiden penghancuran Masjid Babri di India merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah yang terjadi pada 6 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Korban KKB, Persiapan Syukuran yang Berubah Jadi Kabar Duka

Keluarganya pun berencana membuat syukuran untuk menyambut kepulangan Serda Putra namun acara tersebut berubah menjadi duka.

Kirim 9 Personel, IOF Jateng Dirikan Dapur Umum di Lereng Semeru

Kesembilan anggota IOF Jateng itu selama ini kerap berjibaku sebagai sukarelawan SAR di Soloraya dan Jawa Tengah.

Relawan SAR Soloraya: Pengungsi Butuh Pakaian dan Perlengkapan Bayi

Di kelurahan Sumber Wulung ada satu dusun yang masih tertimbun abu Semeru dan belum bisa dilakukan evakuasi akibat tebalnya material letusan.

Satu Dusun Tertimbun Abu Semeru, 22 Orang Dalam Pencarian

Dari data yang diperoleh Solopos.com, Minggu malam, ada 22 orang yang belum diketahui nasib mereka.

Kumandang Azan Satu Jam Sebelum Jembatan Putus Akibat Erupsi Semeru

Tampak di lokasi itu diguyur hujan deras dan kabut, sang sopir yang takut sambil mengendarai kendaraannya itu langsung dirinya mengumandangkan suara azan.

Ternyata, Siskaeee Rekam Aksi Tak Senonoh di Sejumlah Tempat di DIY

Siskaeee mengaku melakukan aksi tak senonoh di sejumlah tempat di D.I. Yogyakarta. 

Pamer Aurat di Mana-Mana, Siskaeee Menderita Gangguan Mental?

Eksibisionisme masuk dalam kategori Diagnositic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), salah satu gangguan mental, dan ini cukup membuat seseorang harus mendapatkan pertolongan.

Almarhumah NWR Pernah Laporkan Kasus Asusila ke Kampus

Agus Suman menyatakan Universitas Brawijaya (UB) mengapresiasi dan mendukung langkah Polri dalam menangani kasus bunuh diri NWR.