Tutup Iklan

Buron 8 Tahun Kasus Korupsi Dana Gempa Bantul Ditangkap di Hotel

Buron 8 tahun terkait kasus korupsi dana program rehabilitasi rekonstruksi gempa Bantul tahun 2006, Lilik Karnaen, 64, ditangkap di salah satu hotel di Bandung, Selasa (19/10/2021) pukul 05.30 WIB.

 Buronan korupsi ditangkap (Istimewa/Detikcom)

SOLOPOS.COM - Buronan korupsi ditangkap (Istimewa/Detikcom)

Solopos.com, YOGYAKARTA — Buron kasus korupsi dana program rehabilitasi rekonstruksi gempa Bantul tahun 2006, Lilik Karnaen, 64, ditangkap tim gabungan Kejakti Jabar dan DIY di Bandung pada Selasa (19/10/2021) pukul 05.30 WIB. Mantan dosen di Yogyakarta itu menjadi buron selama 8 tahun.

Terpidana kasus korupsi itu dinyatakan buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 21 Desember 2016. Aksi pelariannya terhenti saat ditangkap tim gabungan kejaksaan di salah satu hotel di Bandung.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DIY, Sarwo Edi, mengatakan negara mengalami kerugian Rp911,25 juta akibat kasus itu. Lilik bersama Kepala Desa Dlingo, Kabupaten Bantul, Juni Junaidi, terbukti memotong dana gempa sebesar 20 persen.

Baca Juga : Pedagang Daging Anjing asal Sragen Divonis 10 Bulan Penjara

Dana gempa itu seharusnya disalurkan utuh kepada 315 kepala keluarga. Masing-masing kepala keluarga mendapatkan Rp15 juta. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Lilik menggunakan Pasal 2 Undang-undang (UU) No.31/1999 juncto Pasal 18 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Lilik juga didakwa menggunakan Pasal 3 UU No.31/1999 juncto Pasal 18 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga : Nani Satai Beracun Mengaku Menyerahkan Diri, Bukan Ditangkap Polisi

“Karena kasus ini sudah demikian lama, jadi sepertinya terpidana tidak dijerat dengan Pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Hanya tipikor (tindak pidana korupsi) saja. (Hukuman) selama empat tahun penjara dan denda Rp200 juta,” kata Sarwo.

Lilik pernah tercatat sebagai salah satu dosen di perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Lilik pernah menjadi tenaga pengajar di kampus tersebut.


Berita Terkait

Espos Plus

Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

Berita Terkini

5.000-an Video & Foto Ditemukan di Rumah Sikaeee, Porno Semua?

Polisi menemukan sekitar 2.000 file video dan 3.700 foto porno di tempat tinggal Siskaeee

Tak Hanya di Bandara YIA, Siskaeee Bikin Video Vulgar di Tempat Ini

Pemeran video viral perempuan yang memamerkan kelamin dan payudara di Bandara YIA, Siskaeee, juga kerap membuat konten video porno atau vulgar di sejumlah tempat publik.

Yuk Mengenal Kabupaten Kulonprogo Lewat Tiga Buku Ini

Diluncurkannya ketiga buku tersebut bertujuan untuk menarik minat baca generasi muda dan memperkaya wawasan tentang sejarah Kulonprogo.

Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Butuh Dukungan Semua Pihak

Keberadaan PKBM Generasi Merdeka dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dan diharapkan dapat merangkul anak berkebutuhan khusus di Sleman.

Jelang Natal Ketersediaan Bahan Pokok di Bantul Terus Dipantau

Menjelang Hari Raya Natal ketersediaan sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Bantul terus dimonitor.

Sepekan Pasca-Banjir Lahar Dingin Merapi, Mata Air Bebeng Masih Rusak

Banjir lahar dingin Gunung Merapi menyebabkan mata air Kali Bebeng untuk kebutuhan air bersih warga 8 dusun di Sleman tertutup material.

Vaksinasi Covid-19 di Kulonprogo Sasar Warga di Daerah Rawan Bencana

Lansia di daerah rawan bencana Kulonprogo menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 oleh Badan Intelijen Negara (BIN).

Lahan Pertanian di Gunungkidul Semakin Susut, Ini Penyebabnya

Luasan lahan pertanian di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kian menyusut karena beberapa faktor.

Asyiknya, Perpustakaan UGM Punya Creative Lounge, Ada Lapangan Golfnya

PT Pegadaian mendirikan The Gade Creative Lounge di Perpustakaan UGM Yogyakarta yang dilengkapi lapangan gol mini dan meja sepak bola.

Siskaeee Raup Keuntungan Hampir Rp2 Miliar dari Konten Tak Senonoh

Perempuan yang di dunia maya dikenal dengan sebutan Siskaeee ini mendapatkan keuntungan 123.205.30 Dollar Amerika atau setara lebih dari Rp1,75 miliar selama membuat konten tak senonoh.

Sukarelawan Covid-19 di Jogja Mulai Dapatkan Vaksin Booster

Meski vaksin booster sudah menyasar sukarelawan penanganan Covid-19, Pemkot Jogja memastikan belum akan ada booster untuk masyarakat umum dalam waktu dekat.

Pemkot Jogja Raih Anugerah Meritokrasi Kategori Baik dari KASN

Pemkot Jogja memperoleh skor 287,5 pada kategori Instansi Pemerintah pada Tingkat Provinsi/Kota.

Polisi Sita 2.000 Video dan 3.700 Foto Siskaeee, Pamer Payudara Semua?

Polisi menyita 2.000-an file video dan 3.700-an file foto yang tersimpan pada handphone Siskaeee dengan ukuran file kurang lebih 150 Gigabyte (GB).

Waspada, Belasan Pohon di Bantul Ambruk dalam Hitungan Jam

Ada dua kapanewon (kecamatan) di Bantul yang rawan bencana pohon tumbang. Warga diminta untuk memangkas pohon yang terlalu rimbun dan rawan tumbang.

Terungkap! Ini Motif Siskaeee Pamer Payudara dan Kelamin di Tempat Umum

Polda DIY mengungkap motif pemilik akun Siskaeee yang kerap melakukan aksi eksibisionisme di tempat publik dan mempertontonkannya kepada orang tak dikenal di dunia maya.