Bupati Yuni: Sragen Zona Merah Covid-19, Klaster Naker RSUD Mendominasi
Peta wilayah Kabupaten Sragen.

Solopos.com, SRAGEN – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menegaskan wilayah pimpinannya saat ini masuk kategori zona merah Covid-19. Dari 20 kecamatan di Sragen, tidak ada satu pun wilayah yang berzona oranye. Artinya, persebaran wabah virus corona penyebab Covid-19 tidak terkendali.

“Sragen sudah zona merah. Semua kecamatan sudah merah. Tidak ada oranye, apalagi hijau,” tegasnya saat dijumpai wartawan di Ndayu Park, Sragen, Satu (5/9/2020).

Bupati Yuni menegaskan klaster nakes RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen mendominasi jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini tercatat ada 40 tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit tersebut yang terjangkit Covid-19.

Deklarasi Hartanto-Joko Purnomo “Harjo”, Siap Tantang Jekek di Pilkada Wonogiri

Bupati menegaskan banyaknya nakes yang terkonfirmasi positif corona itu tidak lantas membuat RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen ditutup.

“Kalau di-lockdown, nanti akan menyulitkan masyarakat yang ingin berobat. Nanti akan kami sterilkan bagian perbagian secara bertahap. Rumah sakit tidak mungkin kita tutup karena pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap jalan. Nakes yang negatif corona bisa bekerja secara sif,” ujar Bupati.

Selain itu ada juga beberapa pedagang Pasar Bunder Sragen yang terkonfirmasi positif tertular virus corona. Kendati begitu, pasar induk Kabupaten Sragen itu tidak ditutup seperti Pasar Gemolong.

40 Nakes di RSUD Sragen Kena Covid-19, Layanan Kesehatan Tetap Jalan

“Kami lakukan sterilisasi pasar secara bertahap. Kalau ditutup seperti Pasar Gemolong, dampak ekonominya luar biasa. Sekarang banyak pembeli yang lari ke pasar sekitar seperti ke Boyolali [Pasar Kacangan]. Sejak ditutup, Pasar Gemolong jadi lebih sepi. Jadi itu yang membuat kami tidak menutup Pasar Bunder walau ada pedagang yang positif,” papar Bupati.

Dia memprediksi jumlah nakes yang terkonfirmasi positif corona bisa bertambah setelah mereka semua sudah menjalani swab.

“Setiap hari kami lakukan 100 swab. Di Jawa Tengah, Sragen termasuk kabupaten yang setiap hari menggelar tes swab sesuai perintah presiden. Karena swab digelar terus, maka kemungkinan juga nambah terus [kasus Covid-19],” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom