Bupati Wonogiri Malu Namanya Dicatut Penipu Dompleng Event Campursari

Penipuan Wonogiri, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merasa malu dengan ulah tiga orang yang memanfaatkan event Campursari 100 Jam untuk menipu. Apalagi, tiga penipu itu juga mencatut nama serta foto Bupati asal PDIP itu dalam aksi mereka.Lebih jauh, Bupati menilai aksi penipuan oleh tiga orang dari luar daerah mengatasnamakan EO Panata dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri itu menodai kesakralan peringatan Hari Jadi ke-277 Wonogiri. Ditemui wartawan di rumah dinasnya, Jumat (27/4/2018), Bupati yang akrab disapa Jekek itu mengatakan peristiwa tersebut menjadi koreksi sekaligus pelajaran bagi Pemkab Wonogiri untuk memperkuat koordinasi setiap akan menggelar kegiatan apa pun

Bupati Wonogiri Malu Namanya Dicatut Penipu Dompleng Event Campursari

SOLOPOS.COM - Pekerja menyiapkan berbagai keperluan pentas campursari 100 jam di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Jumat (27/4/2018). (Solopos-Rudi Hartono)

<p><strong>Solopos.com, WONOGIRI</strong> -- Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merasa malu dengan ulah tiga orang yang memanfaatkan <em>event</em> <a title="Pecahkan Rekor, Pemkab Wonogiri Gelar Pentas Campursari 100 Jam" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180424/495/912300/pecahkan-rekor-pemkab-wonogiri-gelar-pentas-campursari-100-jam">Campursari 100 Jam </a>&nbsp;untuk menipu. Apalagi, tiga penipu itu juga mencatut nama serta foto Bupati asal PDIP itu dalam aksi mereka.</p><p>Lebih jauh, Bupati menilai <a title="Campursari 100 Jam Wonogiri Tercoreng Aksi Penipuan" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180427/495/913109/campursari-100-jam-wonogiri-tercoreng-aksi-penipuan">aksi penipuan </a>&nbsp;oleh tiga orang dari luar daerah mengatasnamakan EO Panata dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri itu menodai kesakralan peringatan Hari Jadi ke-277 Wonogiri. Ditemui wartawan di rumah dinasnya, Jumat (27/4/2018), Bupati yang akrab disapa Jekek itu mengatakan peristiwa tersebut menjadi koreksi sekaligus pelajaran bagi Pemkab Wonogiri untuk memperkuat koordinasi setiap akan menggelar kegiatan apa pun.</p><p>Aksi penipuan tersebut bagi Bupati sungguh memalukan, terlebih para pelaku menggunakan proposal yang di dalamnya terdapat foto dirinya dan logo Pemkab Wonogiri. Tindakan itu sama halnya mencoreng nama Pemkab Wonogiri. Bupati menegaskan tidak akan tinggal diam.</p><p>Dia telah meminta <em>event organizer</em> (EO) Panata, Jakarta, selaku pelaksana pentas Campursari 100 Jam mengganti dana yang telah disetorkan sejumlah pihak kepada para pelaku. Bupati juga telah menginstruksikan perangkat kerjanya untuk mendata korban kemudian meminta maaf.</p><p>Permintaan maaf akan disampaikan via media sosial (medsos) dan <em>website</em> resmi Pemkab Wonogiri. Pemkab lebih memilih melakukan langkah tersebut daripada melapor ke polisi meski sebenarnya merasa dirugikan. Pihak yang melaporkan ke <a title="Polisi Ungkap Alasan Anak di Bawah 17 Tahun Dilarang Berkendara" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180321/495/904711/polisi-ungkap-alasan-anak-di-bawah-17-tahun-dilarang-berkendara">Polres Wonogiri </a>&nbsp;adalah EO Panata.</p><p>&ldquo;Ini tentu menjadi bahan evaluasi buat kami maupun Panata. Ini menjadi pelajaran berharga agar ke depan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab,&rdquo; kata Bupati.</p><p>Dia menceritakan pentas Campursari 100 Jam di Alun-Alun Giri Krida Bakti yang merupakan bagian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-277 Wonogiri sebenarnya bukan inisiatif Pemkab, melainkan komunitas perantau. Suatu ketika ada utusan komunitas menemui Bupati menyampaikan niat untuk ikut mewarnai peringatan hari jadi dengan media seni dan budaya.</p><p>Konsep yang ditawarkan pentas campursari 100 jam untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) yang saat ini dipegang Gunung Kidul, DIY, yang pernah menggelar pentas campursari 90 jam. Acara akan digelar di Alun-Alun Giri Krida Bakti.</p><p>&ldquo;Waktu itu saya merespons baik. Selama kegiatan itu tidak mengganggu aktivitas ibadah dan pemerintahan tidak masalah. Saya juga menekankan semua pihak, baik dari Pemkab dan elemen masyarakat terlibat aktif pada semua tataran, agar kegiatan berjalan lancar. Selanjutnya komunitas perantau menunjuk EO,&rdquo; ulas Bupati.</p><p>Menurut pengelola EO Panata, Sastro Harjanto, aksi penipuan oleh tiga orang dari luar Wonogiri telah menodai misi besar organisasi, yakni ingin melestarikan dan membesarkan seni budaya di Kota Sukses. Dia mengakui sebelumnya manajemen memecat anggota yang menghimpun dana ke desa-desa saat kegiatan masih dalam perencanaan. Namun, dia tak mengetahui ketiga tersangka penipuan tersebut berhubungan dengan mantan anggota Panata atau tidak.</p><p><br /><br /></p>

Berita Terkait

Berita Terkini

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).