Bupati Wonogiri Ingin Sediakan Layanan OSS

OSS untuk memudahkan masyarakat mengurus masalah administrasi

Bupati Wonogiri Ingin Sediakan Layanan OSS

SOLOPOS.COM - Pengendara melintas di jalan akses menuju dan dari Kantor Disdikbud di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, belum lama ini. (Solopos-Rudi Hartono)

<p><strong>Solopos.com, WONOGIRI</strong>&mdash;Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, memiliki dua obesesi besar yang akan diwujudkan di akhir tahun kepemimpinannya. Obsesi itu yakni membangun satu kawasan pelayanan publik terpadu atau <em>one stop service</em> (OSS) di lahan seluas 14 hektare dan membangun pusat-pusat bisnis baru di kawasan kota.</p><p>Saat berbincang dengan <em>Solopos.com</em> di Kantor DPRD Wonogiri, Kamis (5/4/2018), dia menyampaikan selama ini Wonogiri belum memiliki kawasan publik yang terintegrasi dalam satu tempat. Alhasil, warga harus ke beberapa tempat yang lokasinya berjauhan untuk mengurus sesuatu. Dari kondisi itu Bupati ingin pelayanan publik bisa dilaksanakan dalam satu kawasan, sehingga memudahkan warga dalam mengurus suatu administrasi.</p><p>Menurut dia ada lahan aset daerah yang memungkinkan digunakan, yakni lahan seluas 14 hektare di Bulusulur, Kecamatan Wonogiri. Konsep OSS sudah dipikirkan Bupati sejak lama. Oleh karena itu saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memutuskan membangun kantor baru, lokasinya diarahkan di Bulusulur. Banyak kantor organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan dibangun di kawasan OSS, seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan sebagainya.</p><p>Namun, realisasi program tak bisa segera dilakukan karena harus dikaji secara mendalam, terlebih anggaran yang dibutuhkan sangat besar. Bupati memperkirakan pihaknya mulai bisa fokus mewujudkan OSS pada tahun keempat kepemimpinannya atau 2020. Bupati akan merampungkan program prioritas terlebih dahulu. Seperti diketahui, Bupati mencanangkan lima program prioritas sejak awal memimpin 2016 lalu untuk mengatasi masalah kemiskinan. Pada dasarnya, kata Bupati, pembangunan kawasan melibatkan warga. Semua elemen masyarakat akan diundang untuk dimintai pendapat, seperti ihwal tata letak kantor OPD, desain kawasan, dan sebagainya. Jika perlu Pemkab akan menggelar lomba desain.</p><p>&ldquo;Membangun harus ada partisipasi masyarakat, membangun harus transparan, maka diawali dari keterbukaan. Kami akan membuat <em>grand design</em> dan selebihnya kami akan minta pendapat semua elemen masyarakat,&rdquo; kata Bupati.</p><p>Dengan dibangunnya kawasan OSS akan ada cukup banyak kantor OPD yang ditinggalkan. Bupati berencana mengubah bangunan-bangunan tersebut menjadi pusat bisnis baru. Hal itu sangat memungkinkan karena lokasi kantor OPD berada di kawasan kota yang strategis. Pusat bisnis akan dibangun sedemikian rupa sehingga mendukung perwajahan kota. Apabila obsesinya terwujud, Bupati yang akrab disapa Jekek itu meyakini kawasan kota Wonogiri akan menjadi lebih maju dan layak diperhitungkan menjadi kawasan usaha.</p><p>&ldquo;Termasuk masjid agung [Masjid At Taqwa] juga akan direnovasi menjadi lebih megah. Saya kira Rp25 miliar cukup untuk merenovasi masjid. Kawasan kota harus mendapat sentuhan. Masa sejak dulu kondisinya begini-begini terus,&rdquo; ucap Bupati.</p><p>Pantauan <em>Solopos.com</em> di lahan aset daerah di Bulusulur, lahan sudah lama berdiri Kantor DPU, DLH, Dispera KPP, dan SKB Disdikbud. Di dekat Kantor Disdikbud terdapat lapangan.</p><p>Kepala Dispera KPP, Arso Utoro, mengatakan pihaknya tahun ini sudah mulai merancang desain umum kawasan OSS. Dia belum mengetahui ihwal anggaran yang dibutuhkan karena belum dibahas.</p>

Berita Terkait

Berita Terkini

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.