Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, WONOGIRI -- Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengaku sudah mendatangi kantor PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Rabu (27/11/2019).

Dalam kunjungan itu ia menagih solusi konkret PT RUM atas persoalan bau limbah di kecamatan Selogiri dan Wonogiri. Di kantor PT RUM, Bupati yang disapa Jekek itu ditemui Direktur PT RUM Rahmad dan General Manager HRD PT RUM Hario Ngadiyono.

Kunjungan itu terjadi setelah mediasi kedua yang digelar Pemkab Wonogiri di kantor Setda Wonogiri, Jumat (22/11/2019) pekan lalu. Dalam mediasi itu tidak tercapai kesepakatan antara masyarakat terdampak dengan PT RUM.

Video Mesum Status WA Camat di Wonogiri, Mau Kirim Tapi Salah Pencet?

Jekek sempat marah-marah saat mediasi itu dan menuding PT RUM tak serius menangani masalah bau limbahnya.

“[Dalam kunjungan kemarin] kami minta tanggapan serius PT RUM. Tak bisa warga kami hanya disodori cara pandang teknis. Kalau masih ada perbaikan sampaikan kepada kami dalam pemahaman yang dibalut sosial,” kata Jekek saat ditemui wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (29/11/2019).

Pemahaman yang dibalut sosial itu maksudnya penjelasan yang bisa dipahami masyarakat heterogen. Ia menyayangkan penjelasan PT RUM terkait limbahnya dalam mediasi kedua yang sarat penjelasan teknis dengan istilah yang membikin pusing orang awam, misalnya istilah H2S dan lainnya.

Protes PT RUM, PCM Selogiri Wonogiri Siapkan Aksi Demo Besar-Besaran

Jekek juga menanggapi soal kehadiran perwakilan yang dinilai tidak memiliki otoritas membuat keputusan. Ia meminta PT RUM menghadirkan pihak-pihak yang bertanggung jawab langsung.

“Memangnya kita rapat RT? Ini sudah krusial persoalannya dan panjang. Maka kami berharap ada solusi yang terstruktur. Kami tidak menutup mata adanya perbaikan. Tapi, dari perbaikan ini ada time schedule yang dipaparkan kepada kami,” tutur Jekek.

Dari jadwal itu lantas ada jaminan soal kapan perbaikan itu selesai. Jika tidak selesai, bagaimana konsekuensinya. Dari kesepakatan itu diharapkan muncul inisiasi tanggung jawab pengawasan dari masing-masing pihak.

Desain Baru Pasar Klewer Solo Timur Bikin Pedagang Puas, Sebagus Apa Sih?

Dampaknya adalah pelaku industri tetap berjalan dan masyarakat terlindungi. “Kami masih meminta materi itu [time schedule perbaikan]. Kalau siap, segera jadwalkan ketemu dengan pemerintah dan kami undang masyarakat. Ini upaya kooperatif kami. Tapi, kalau disepelekan ya mohon maaf,” tutur Jekek tanpa menjelaskan maaf yang dimaksud.

Sembari menunggu kabar dari PT RUM, Pemkab Wonogiri juga menunggu jadwal mediasi yang difasilitasi Gubernur Jawa Tengah. Mediasi itu akan menghadirkan Pemkab Sukoharjo, Pemkab Wonogiri, PT RUM, dan perwakilan masyarakat.

Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro, mengatakan dalam kunjungan itu ia tidak bisa mendampingi Jekek lantaran masih di Jakarta. Namun, ia menyampaikan terima kasih atas kunjungan itu sebagai bentuk pembinaan dan kepedulian serius kepada PT RUM.

11 Ibu Hamil dan 32 Anak di Klaten Terjangkit HIV/AIDS

Ia menjelaskan selama ini PT RUM berupaya menangani persoalan limbah secara maksimal dengan melaksanakan semua rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo. Rekomendasi itu salah satunya menambah penyedot udara berkekuatan tinggi.

“Saya mewakili PT RUM di Jakarta sebagai contoh perusahaan yang sedang berjuang mati-matian untuk masuk sebagai Industri Hijau. PT RUM tidak bisa tidak, harus baik, harus mampu mengatasi gangguan udara. Soal pencapaian yang belum sempurna 100 persen itu banyak faktor seperti cuaca panas ekstrem yang lalu tiba-tiba mendung dan lainnya. Hal ini kami jauhkan sebagai alasan klasik,” terang Bintoro.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten