Bupati Sukoharjo Tiba-Tiba Menangis Saat Melantik Pejabat, Ada Apa?
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya melantik 155 pejabat eselon III dan IV di Pemkab Sukoharjo, Senin (6/1/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya tiba-tiba menangis saat melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 155 pejabat eselon III dan IV yang dimutasi pada Senin (6/1/2020).

Tak diketahui apa penyebab orang nomor satu di Pemkab Sukoharjo itu menitikkan air mata saat memberikan sambutan.

Dia langsung pergi meninggalkan Pendapa Graha Satya Praja seusai acara.

Pantauan Solopos.com, pelantikan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu 155 pejabat yang mendapatkan undangan pelantikan memenuhi kursi di Pendapa Graha Satya Praja (GSP).

Kisah Wulan, Perempuan Asal Jebres Solo Yang Viral Karena Tengkleng Rp10.000

Prosesi dimulai dengan pengambilan sumpah jabatan sesuai agama masing-masing. Kemudian dilanjutkan penyematan pin dan penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada perwakilan pejabat oleh Bupati.

3 Kali Pilkada Tanpa Konflik, KPU RI Sebut Wonogiri Layak Jadi Contoh

Seusai prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan, Bupati memberikan sambutan dan arahannya kepada para ASN tersebut.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan promosi dan mutasi sebagai hal biasa di pemerintahan.

Kapal China di Natuna, Susi Pudjiastuti: Selama Saya Menteri, Kapal Asing Tak Berani

Hal ini juga menjadi tuntutan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan masyarakat.

"Pejabat hendaknya memiliki kemauan yang kuat, memiliki wawasan yang luas, dan siap membantu pimpinan dalam melaksanakan kewajiban," ujarnya.

Presiden Jokowi Prihatin Pepohonan di Solo Ditebangi

Menurutnya, jabatan yang diberikan adalah amanah yang harus disyukuri, dijaga, dan dipertanggungjawabkan.

Untuk itu, para pejabat diminta bekerja secara maksimal yang dilandasi profesionalisme dan integritas yang tinggi guna mendukung suksesnya pembangunan di Sukoharjo.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

Di penutup sambutannya, Bupati menyampaikan soal pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada September mendatang. Bupati menuturkan agar PNS menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya.

Saat menyampaikan hal itu, Bupati tiba-tiba menitikkan air mata. Saat kembali duduk di kursinya, Wardoyo mengambil tisu dan mengusap matanya.

Waduh, Kalori Kerupuk Setara Sepiring Nasi

Tak berapa lama kemudian, Bupati langsung keluar ruangan, menuju mobil, dan meninggalkan gedung Pemkab. Kondisi ini tak seperti biasanya, seusai pelantikan Bupati selalu menyalami satu per satu pejabat.

Hal ini pun menjadi teka teki mengapa Bupati menitikkan air mata.

Kisah Kelam PSK: Melayani saat Mens

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa yang ikut mendampingi saat pelantikan itu mengaku tidak tahu pasti mengapa Bupati sampai menitikkan air mata sesaat seusai melantik pejabat.

"Tidak tahu. Mungkin terharu," katanya.

Prabowo Sebut China Sahabat, Demokrat: Dulu Bak Macan, Sekarang Meong

Agus mengatakan pelantikan kali ini selain dalam rangka penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkup Sekretariat Daerah (Setda) juga untuk penyegaran di internal Pemkab.

Seperti halnya penyegaran pejabat eselon III dan IV di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta kepala sekolah SD dan SMP. Untuk jajaran Setda terlihat Asisten I Sekda, Sukito, dilantik ulang karena menyesuaikan dengan nomenklatur baru.

Ramalan Bencana 2020, Waspada Gempa 9SR!

Sebelumnya Asisten I adalah Bidang Pemerintahan kini menjadi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Selain itu, Pemkab juga memutasi satu camat, yakni Camat Bendosari, Paulina Yuli Kusumawardhani, yang digeser menjadi Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM.

Catat! Ini Cara Mengetahui Mobil yang Pernah Terendam Banjir

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

Kemudian posisinya digantikan Rohmadi yang sebelumnya Sekretaris Camat (Sekcam) Grogol.

Pejabat esselon III lainnya yang bergeser antara lain Kabag Pemerintahan Desa, Setyo Aji Nugroho menjadi Sekretaris Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelbangda).

Ini Arti Nama Putra Ahok dan Puput

Jabatan eselon II masih dibiarkan kosong dan diisi pelaksana tugas (Plt), di antaranya Dinas Sosial, Bappelbangda, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Kominfo, dan Dinas Pangan.

Doa Agar Anak Tak Diganggu Makhluk Halus

Mengenai pengisian pejabat eselon II, Agus mengatakan Pemkab akan membentuk Tim Seleksi (Timsel) independen.

"Sesuai aturan, untuk pengisian pejabat eselon II harus melalui seleksi terbuka oleh timsel independen," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho