Bupati Sri Mulyani Ungkap Plasa Klaten akan Dibangun Mal

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:05 WIB Penulis: Cahyadi Kurniawan Jibi Solopos Editor: Rohmah Ermawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Bupati Klaten, Sri Mulyani. (Istimewa/Dokumentasi Humas Setda Klaten)

Bupati Sri Mulyani mengungkapkan ada investor berminat membangun mal di Klaten,

Solopos.com, KLATEN — Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan ada rencana pembangunan mal oleh investor di Klaten dengan lokasi lahan yang kini menjadi Plasa Klaten.

Namun, Bupati saat ditemui wartawan di sela-sela inspeksi mendadak ke Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Selasa (20/2/2018), menjelaskan saat ini ditemukan ada dua kontrak Hak Guna Bangunan (HGB) di lokasi itu. Satu kontrak selesai pada 2018 dan lainnya selesai pada 2023.

“Jadi ada kios-kios di lokasi strategis yang memiliki HGB sampai 2023 atau hingga lima tahun lagi. Kami bersama Sekretaris Daerah, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, dan lainnya sedang berkoordinasi untuk meluruskan hal itu. Menurut rencana, di lokasi itu akan dibangun mal,” kata dia.

Pengendara melintasi depan Plasa Klaten, Jl. Pemuda, Klaten Tengah, Selasa (2/1/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)

Seperti diketahui, Plasa Klaten berada di tepi Jl. Pemuda, Klaten Tengah. Kontrak HGB Plasa Klaten berakhir pada 22 April 2018. Kontrak selama 25 tahun untuk Plasa Klaten dimiliki PT Inti Griya Prima Sakti dengan satu paket kontrak pengelolaan terdiri dari tiga bangunan yakni gedung plasa, Pasar Klaten, dan terminal angkuta. (baca: Plasa Klaten Diwacanakan Diubah Jadi Hotel dan Mal)

Sementara itu, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten memfokuskan diri pada pengembangan pariwisata perdesaan. Hal itu dilakukan sebagai upaya diferensiasi dengan Jogja dan Solo.

Menurut Sri Mulyani, di Klaten ada beberapa desa dengan potensi unik yang bisa dikembangkan ke arah pariwisata seperti Deles, Ponggok, Bukit Cinta, dan lainnya. Desa-desa lain diharapkan bisa mengikuti desa-desa itu dengan menyesuaikan potensi masing-masing. Di Klaten, umumnya banyak potensi yang memanfaatkan air sebagai penarik wisatawan.

“Pariwisata Klaten kami arahkan ke wisata desa. Kalau yang modern-modern, sudah ada di Jogja dan Solo,” kata dia.

Pengembangan pariwisata di desa, lanjut Sri Mulyani, memerlukan peran aktif Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Dalam hal itu BUM Desa diminta proaktif berkoordinasi dengan Disparbudpora soal penggalian, pengelolaan, pembinaan potensi yang akan dikembangkan jadi destinasi wisata.

Kepala Disparbudpora, Pantoro, mengatakan kerja sama BUM Desa dengan Disparbudpora bisa dilakukan sesuai permohonan dari desa. Dinas selama ini memberikan dukungan berupa pendampingan dan konsultasi. (baca pula: Muncul 2 Versi HGB Plasa Klaten, Pemkab Gandeng BPN Lakukan Kajian)

“Dukungan kami baru sebatas pembinaan-pembinaan saja. Kalau anggaran tentu didorong menggunakan anggaran desa,” kata Pantoro.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif