Tutup Iklan

Bupati Sragen Tanggapi Positif Permintaan Pedagang Agar Dibebaskan dari Retribusi

Bupati Sragen akan mempertimbangkan permintaan pedagang agar dibebaskan dari retribusi selama sebulan.

 Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyerahkan masker kepada kakek-kakek yang melintas di Jl. Raya Sukowati dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Rabu (16/12/2020). (Solopos-Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyerahkan masker kepada kakek-kakek yang melintas di Jl. Raya Sukowati dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, Rabu (16/12/2020). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Permintaan pedagang Pasar Kota Sragen agar dibebaskan dari pungutan retribusi selama sebulan dampak PPKM direspons baik oleh Bupati Sragen. Sebelumnya, Bupati pernah memberi kompensasi berupa keringanan retribusi sebesar 25%.

“PPKM [Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat] ini memang berdampak. Masyarakat diminta bersabar. Pasti semua pedagang sambat. Untuk permintaan pembebasan retribusi itu memungkinkan, tetapi kami belum membuat formulanya. Bisa saja retribusi dibebaskan selama PPKM, kami akan mengkaji dulu. Demi kepentingan masyarakat tidak masalah,” ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, di Pasar Kota Sragen, Senin (25/1/2021).

Para pedagang Pasar Kota Sragen berharap permintaan kompensasi pembebasan retribusi itu bisa direspons Pemkab Sragen. “Beritanya langsung keluar, semoga diperhatikan pemangku kebijakan,” ujar perwakilan pedagang Pasar Kota Sragen Supratman Doyok kepada Solopos.com.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Toko Modern di Sragen Tutup Pukul 20.00 WIB

Sebagai informasi retribusi pedagang untuk los dalam pasar rata-rata Rp78.000 per bulan dan kios Rp110.000 per bulan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tedi Rosanto, mengatakan tahun lalu pedagang Pasar Kota Sragen pernah meminta kompensasi akibat dampak pademi. Bupati kemudian memberi keringanan retribusi sebesar 25%. Kebijakan keringan retribusi itu, ujar dia, berlaku untuk seluruh pasar tradisional di Sragen hingga Desember 2020. Mulai 1 Januari 2021, retribusi kembali 100%.

“Dulu memang hanya pedagang Pasar Kota yang mengeluh. Kalau sekarang meminta lagi ya harus mengajukan surat permohonan. Surat pedagang itu akan dijadikan dasar untuk membuat nota dinas ke Bupati. Nanti tinggal kebijakan Ibu Bupati bagaimana, kami mengikuti dan siap menindaklanjuti,” ujarnya.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Pedagang Pasar Kota Sragen Minta Pembebasan Retribusi 1 Bulan

Dia mengatakan kompensasi pembebasan retribusi itu akan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) yang ditarget di 2021 .Dia menjelaskan mekanisme pengajuannya tidak mudah karena atas persetujuan DPRD Sragen juga.


Berita Terkait

Berita Terkini

Setuju Raperda APBD 2022, Fraksi PKB Beri Catatan Jalur Evakuasi Merapi

Fraksi PKB meminta pembangunan jalur evakuasi di lereng Gunung Merapi diprioritaskan.

Waduh! Separuh Sanggar Seni di Kota Solo Sudah Tidak Aktif, Kenapa Ya?

Separuh dari 100-an sanggar seni yang ada di Kota Solo saat ini terpaksa vakum alias tidak aktif karena berbagai faktor, salah satunya biaya operasional.

FPKS DPRD Solo: Larang Konsumsi Daging Anjing Tak Harus Buat Perda

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka didorong segera mengeluarkan regulasi untuk larang perdagangan dan konsumsi daging anjing, bentuknya tak harus perda.

Marak Penipu Bermodus Beli Kendaraan, Ini Tips dari Kapolres Sukoharjo

Kapolres Sukoharjo membagikan sejumlah tips agar terhindar dari aksi penipu yang berpura-pura hendak membeli kendaraan namun kemudian dibawa kabur sebelum dibayar.

Wow! Penanganan Kawasan Kumuh Kota Solo Jadi Salah Satu yang Terbaik

Penanganan kawasan kumuh di Kota Solo, khususnya di lahan HP 0001 Mojo, Pasar Kliwon, dinilai jadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

Inspektorat Solo: Tak Ada Penyimpangan Dana Bantuan RTLH di Mojosongo

Inspektorat Kota Solo memastikan tidak ada penyimpangan dana bantuan sosial perumahan swadaya atau RTLH yang diduga dipakai membangun kamar lantai II di Mojosongo, Jebres.

Penemuan Mayat Bayi di Dalam Kardus Gegerkan Warga Nguter Sukoharjo

Penemuan sesosok mayat bayi laki-laki di dalam kardus di pekarangan rumah menggegerkan warga Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Ada Sepatu Raksasa di Dekat Exit Tol Boyolali, Ini Filosofinya

Dedy Saryawan membuat sepatu raksasa setelah harus berpisah dengan orang terkasihnya pada 2011. Kehilangan pasangan ini membuatnya merasa seperti kehilangan sepatu kanannya.

Awas! Sepekan 3 Kasus Kendaraan Dibawa Kabur Calon Pembeli di Sukoharjo

Penipuan dengan modus berpura-pura menjadi calon pembeli kendaraan kemudian dibawa kabur belakangan ini marak terjadi di wilayah Sukoharjo.

Wow, Ada Sepatu Raksasa di Dekat Exit Tol Boyolali

Pemilik mendesain bangunan sepatu raksasa sebagai tempat ibadah bagi umat Islam.

Pendekar Silat Sumbang 17 Kantong Darah ke PMI Sragen

Forum Komunikasi Pesaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Teguhan, Sragen Wetan, Sragen, menggelar bakti sosial. Di antaranya donor darah dan pembagian sembako.

Kabar Baik! Tahun Depan ASN Klaten Diguyur Tamsil Rp139 Miliar

Nilai total tambahan penghasilan atau tamsil ASN pada tahun depan mencapai Rp139 miliar.

Libur Sekolah & ASN Solo Dipersingkat, Gibran: Biar Tak Pulang Kampung

Surat Edaran (SE) terbaru Wali Kota Solo yang akan terbit pada Selasa (30/11/2021) salah satunya mengatur masa libur sekolah dan ASN yang diperpendek pada akhir tahun ini.

Suporter Persis Solo Nekat Konvoi Rayakan Keberhasilan Masuk 8 Besar

Para suporter tim sepak bola Persis Solo nekat melakukan konvoi sepeda motor mengawal para pemain menuju Stadion Manahan untuk melakoni laga terakhir babak penyisihan grup,

FPKS DPRD Solo Dukung Pelarangan Konsumsi Daging Anjing

Legislator FPKS DPRD Solo menyebut larangan konsumsi daging anjing tak harus dengan perda tapi bisa menggunakan SK Wali Kota.