Tutup Iklan
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati membuka keran air dari tandon bantuan berkapasitas 5.000 liter di Dukuh Winong RT 021, Desa Dawung, Jenar, Sragen, Sabtu (24/8/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyetop pemberian bantuan tandon setelah menyalurkan 28 tandon berkapasitas 5.000 liter di Kecamatan Jenar dan Mondokan, Sragen, Sabtu (24/8/2019).

Pemkab sudah menghimpun dana dari warga masyarakat, aparatur sipil Negara (ASN), dan corporate social responsibility (CSR) hampir Rp500 juta untuk bantuan 139 tandon di tujuh kecamatan yang mengalami krisis air bersih pada musim kemarau.

“Ya, hari ini [kemarin] kami menyerahkan bantuan tandon di Jenar sebanyak 13 unit dan di Mondokan sebanyak 15 unit masing-masing berkapasitas 5.000 liter. Setelah ini kami menghentikan dulu bantuan tandon karena kebutuhan tandon untuk memenuhi kebutuhan dasar air kepada warga di tujuh kecamatan sudah cukup. Kalau memenuhi kenyamanan warga ya banyak,” ujar Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui wartawan di Dukuh Winong RT 021, Desa Dawung, Jenar, Sragen, Sabtu (24/8/2019).

Yuni, sapaan akrab Bupati, mengakui bantuan tandon itu tidak menyelesaikan masalah krisis air bersih di tujuh kecamatan. Bantuan tandon itu, kata dia, untuk memudahkan akses air bersih untuk kebutuhan memasak dan minum, bukan untuk mandi dan cuci.

Camat Jenar Edi Widodo mengatakan bantuan tandon sebanyak 13 unit itu sudah terdistribusikan ke lima desa yang mengalami krisis air bersih di Jenar, yakni Desa Ngepringan, Dawung, Kandangsapi, Jenar, dan Banyurip. 

Kepala Desa Dawung Aris Sudaryanto mengatakan di wilayah Dawung ada tiga RT yang mengalami krisis air bersih, yakni di Winong RT 021 dan Bromo Asri RT 022, dan RT 023.

“Jumlah KK di Winong ini ada 90 KK. Kalau di Bromosari ada 30 KK per RT,” katanya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten