Bupati Sragen Minta Tunda Penggunaan Kartu Tani, Ini Alasannya
Bupati Sragen Kusdinar untung Yuni Sukowati (Youtube/SoloposTV).

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengusulkan penundaan kewajiban penggunaan kartu tani untuk penebusan pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian atau Kementan.

Pasalnya, Bupati Sragen menilai petani Bumi Sukowati belum siap sehingga dia mengusulkan kewajiban penggunaan kartu tani itu supaya ditunda sampai tahun 2021 mendatang.

KPU Klaten Tunda Pemeriksaan Kesehatan kepada Cawabup Fajri

Yuni, sapaan Bupati, saat ditemui wartawan belum lama ini di ruang kerjanya, menyampaikan pekan lalu sempat dilakukan rapat kecil.

Yakni rapat bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Ketapang), BRI, Petrokimia, penyalur pupuk, dan perwakilan petani.

"Saya mendengarkan dulu penjelasan mereka. Ternyata dari sekian ribu kartu tani itu belum siap dan ada yang sudah terdistribusikan. Dari pihak petani ternyata banyak yang belum siap karena penggunaan kartu tani itu ribet,” ujarnya.

Kondisi di Lapangan Belum Siap

Yuni sempat menanyakan kondisi di lapangan ke Distan Ketapang Sragen dan dari dinas tersebut juga menyampaikan kondisi di lapangan belum siap.

Oleh sebab itu, Bupati Yuni Sukowati menyarankan supaya kewajiban penggunaan kartu tani itu ditunda sampai tahun depan.

"Penundaan itu diusulkan ke Kementan dengan pengiriman surat sambil menunggu proses verifikasi. Kalau terkait kuota pupuk memang secara nasional turun," kata Bupati Sragen.

Dia menambahkan selama ini Pemkab Sragen sudah mengusulkan pengadaan pupuk sesuai RDKK atau rencana definitif kebutuhan kelompok, tetapi kuota itu yang menentukan pusat.

5 Satwa Langka Bangkit dari Ancaman Kepunahan

Kepala Distan Ketapang Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari saat dihubungi Solopos.com, Minggu (6/9/2020), menyampaikan selama ini distributor melakukan sosialisasi terkait kartu tani kepada petani.

Sosialisasi itu dilakukan secara roadshow di kecamatan-kecamatan.

Dia mengatakan sosialisasi kartu tani ke petani itu digelar distributor dengan menggundang produsen, dinas, dan BRI.

"Yang diundang ketua gabungan kelompok tani dan ketua kelompok tani. Mereka nantinya meneruskan ke semua anggotanya. Kalau semua petani diundang tidak memungkinkan karena ada 108.000-an orang petani yang terdaftar di RDKK," ujar Eka Rini.

Baru 5 Hari, Panitia Sayembara Logo Baru Persika Karanganyar Sudah Kantongi 30 Karya

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom