Para pejabat dan pegawai Pemkab Sragen mengikuti upacara peringatan Hari Kartini, Jumat (20/4/2018) pagi. (Istimewa)

<p><strong>Solopos.com, SRAGEN -</strong> Peringatan Hari Kartini di <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180420/491/911594/pilkada-2018-kpu-sragen-tetapkan-dpt-763.367-pemilih">Kabupaten Sragen</a> dilakukan dengan menggelar upacara di halaman Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Jumat (20/4/2018) pukul 07.15 WIB.</p><p>Upacara dihadiri para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Sragen dan diikuti pegawai di lingkungan Setda Sragen. Mereka mengenakan busana tradisional Jawa.</p><p>"Yang putri pakai kebaya, kalau yang kakung pakai beskap. Itu untuk pejabat eselon II, III, dan IV. Kalau staf pakai sorjan," ujar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati seusai upacara.</p><p>Dia memastikan keharusan bagi para staf di jajaran <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180420/491/910163/dprd-minta-pemkab-segera-lelang-proyek-perbaikan-jalan-2018">Pemkab Sragen</a> agar mengenakan sorjan, tak merepotkan. Selama ini saat peringatan HUT Sragen mereka biasa memakai sorjan.<br />Yuni, panggilan akrabnya, meminta para pejabat dan staf Pemkab bisa menghayati makna peringatan Hari Kartini. Seorang perempuan Jawa yang rela berkorban demi kemajuan kaumnya.</p><p>Tonggak perjuangan <a href="http://lifestyle.solopos.com/read/20180412/485/909462/4-model-kebaya-modern-untuk-tampil-cantik-di-hari-kartini-">Kartini</a> telah ditancapkan 139 tahun silam. Sebuah perjalanan waktu yang menurutnya tak singkat. Dia berharap semakin banyak Kartini yang lahir di Sragen dan Tanah Air.</p><p>"Saat ini kita butuh Kartini-Kartini milenial yang turut berperan dalam kemajuan bangsa dan negara. Mereka menjadi <em>agent of change</em> di lingkungan atau habitat masing-masing," imbuh dia.</p><p>Tapi Yuni juga mengingatkan agar para Kartini milenial tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan, ibu, dan istri. "Tetap lah di kodrat kita sebagai seorang ibu dan istri di keluarga," kata dia.</p><p>Menurut Yuni pemerintah telah berupaya melaksanakan pembangunan bermanfaat bagi semua pihak tanpa dikriminasi. Kongkretnya via pembukaan akses guna mewujudkan kesetaraan gender.</p><p>Tapi masih tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak, kaum perempuan yang belum bisa membaca, kemiskinan, membutuhkan perhatian semua pihak agar bisa segera terselesaikan.</p><p>Fokus pembangunan dibutuhkan guna mewujudkan manfaat setara antara laki-laki dan perempuan. Ihwal perlindungan anak harus ada komitmen bersama mewujudkan kabupaten layak anak.</p><p>Seusai upacara dilakukan penandatanganan kerja sama pelayanan terpadu penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kerja sama demi optimalisasi penanganan.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten