Kategori: Sragen

Bupati Sragen: Indonesia Belum Merdeka dari Covid-19


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan perjuangan Bangsa Indonesia sekarang bukan lagi melawan penjajah. Namun, menurut Bupati Sragen, Bangsa Indonesia kini melawan sesuatu yang nyata di depan mata tetapi tidak terlihat, yakni virus corona yang memicu Covid-19.

Bupati yang akrab disapa Yuni menyerukan Indonesia harus merdeka Covid-19. Ia menegaskan Indonesia haris menjadi pemenang di tengah pandemi Covid-19 layaknya meraih kemerdekaan.

Pernyataan Yuni itu disampaikan saat ditemui wartawan, Senin (17/8/2020), untuk memaknai arti kemerdekaan pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen.

Hari Ini Dalam Sejarah: 17 Agustus 1945, Indonesia Merdeka

"Saya memaknai kemerdekaan itu bahwa kita tidak lagi melawan penjajah. Kita tidak lagi melawan orang yang datang untuk mengambil kekayaan kita tetapi melawan sesuatu yang nyata di depan kita tetapi tidak terlihat. Dulu masyarakat berani meskipun hanya memiliki bambu runcing dan kita bisa. Kenapa sekarang masyarakat tidak bisa melawan Covid-19? Kami berharap nasionalisme sekarang adalah sama dengan melawan virus ini," jelas Yuni.

Lawan Covid-19

Bupati Sragen itu menerangkan negara harus peduli bagaimana bisa menang melawan Covid-19 di tengah masyarakat yang semakin abai terhadap virus itu. Yuni menyatakan aparatur sipil negara (ASN) ditutut bisa memberi sontoh kepada lingkungan sekitar supata patuh protokol kesehatan.

Dengan kondisi Sragen dengan jumlah kasus Covid-19 yang terhitung rendah dibandingkan daerah lain, lanjut dia, masyarakat jusrtu abai terhadap protokol kesehatan. Yuni mengajak masyarakat berpikir matang dan bersinergi dengan pemerintah untuk melawan Covid-19.

"Saya butuh bantuan dan dorongan masyarakat yang mau bekerja keras agar bisa menang melawan Covid-19 dengan menemukan vaksinnya," katanya.

Video Porno Berjudul Big Bos-Babu Ternyata Dibintangi Eks DPRD di Papua

Yuni menyebut angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 6.000 orang dan di Sragen meningkat menjadi sembilan orang.

Sang bupati Sragen berharap adanya kepedulian masyarakat untuk bersama-sama bisa menjadi contoh untuk taat protokol kesehatan demi mencegah Covid-19.

Sementara itu, kasus Covid-19 di Sragen per Senin sore mengalami lonjakan yang signifikan dari angka 119 orang naik menjadi 148 orang dalam waktu sehari. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen masih melakukan tracing dan mencari para pasien asimptomatik itu untuk dilakukan isolasi mandiri.

Share