Tutup Iklan

Bupati Ponorogo Datangkan Seniman dari Tujuh Negara Secara Gratis, Ini Rahasianya

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Madiunpos.com, PONOROGO—Festival  Topeng dan Folklore Internasional yang diselenggarakan Pemkab Ponorogo diklaim sukses besar. Kegiatan bertaraf internasional itu direncanakan digelar lagi tahun depan. 

Penyelenggaraan festival selama empat hari, Sabtu-Selasa (27-30/7/2019), itu ternyata punya cerita di baliknya. Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, buka-bukaan perihal kegiatan yang berhasil mencuri perhatian ribuan pasang mata itu. 

“Ini merupakan penyelenggaraan festival topeng pertama. Menurut saya ini sudah berhasil. Karena sebagai event internasional yang baru pertama diselenggarakan ini sudah cukup meriah dan menarik perhatian masyarakat,” kata dia saat penutupan Festival Topeng dan Folklore Internasional di Alun-alun Ponorogo, Selasa (30/7/2019) malam. 

Ipong menyampaikan kegiatan yang mendatangkan delegasi seniman dari tujuh negara itu hanya memerlukan biaya yang kecil. Bahkan bisa dikatakan kegiatan itu gratis karena hampir tidak ada bayaran yang diberikan kepada delegasi dari tujuh negara yang ikut ambil bagian.

Tujuh negara tersebut yakni Uzbekistan, Korea Selatan, Rusia, Meksiko, Ekuador, Slovakia, dan Timor Leste. Selain kesenian dari luar negeri, juga ditampilkan kesenian dari Indonesia terutama reog Ponorogo. 

Dalam kegiatan festival ini, delegasi dari tujuh negara yang berjumlah sekitar 180 orang itu tidak ada yang dibayar. Pemkab hanya menyediakan akomodasi seperti transportasi Surabaya-Ponorogo dan hotel selama di Ponorogo. Pemkab hanya memberikan uang saku setiap peserta sekitar 110 USD. 

Event yang mendatangkan seniman dari tujuh negara itu, peserta ini engga ada yang dibayar. Kita hanya memberikan uang saku sekitar 110 USD per orang selama penyelenggaraan. Tapi untuk fee tidak ada,” ujar Ipong. 

Padahal kegiatan internasional seperti itu biasanya menghabiskan hingga Rp3,5 miliar. Sementara Festival Topeng dan Folklore Internasional ini hanya menghabiskan anggaran Rp750 juta. 

Mengapa Pemkab Ponorogo tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk mendatangkan seniman dari tujuh negara itu? Karena dalam kegiatan itu Pemkab Ponorogo hanya mendompleng kegiatan Pemkot Surabaya yang mendatangkan para seniman lintas negara itu. 

Para seniman itu sebelumnya telah tampil di Surabaya mulai tanggal 17 hingga 24 Juli 2019. Selanjutnya, mereka diminta untuk tampil di kegiatan festival di Ponorogo. 

Kedatangan mereka itu dikoordinasi Council International of Folklore Festival (CIOFF) yang merupakan lembaga di bawah naungan UNICEF. 

“Jadi mereka sudah dibayar Pemkot Surabaya. Jadi kita nunut. Ini saya buka rahasianya. Selain itu juga berkat koordinasi yang baik dengan CIOFF. Katanya kalau mau mendatangkan mereka sendiri biayanya mahal. Tapi kalau menyesuaikan dengan jadwal CIOFF ya enggak ada biaya,” terang dia. 

Rencananya kegiatan seperti ini digelar lagi tahun depan. Pemkab juga telah berbincang dengan CIOFF terkait rencana itu. Ia berharap kegiatan ini pada tahun depan juga gratis. 

Ipong menegaskan festival topeng ini tidak akan dijadikan satu dengan kegiatan Grebeg Suro. Hal ini karena kegiatan di Grebeg Suro sudah terlalu padat dengan 35 kegiatan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Berita Terkait

Berita Terkini

Inilah Jumariyanto, Pengusaha Wonogiri yang Diganjar Penghargaan PLN

Pengusaha sukses asal Kabupaten Wonogiri, Jumariyanto, meraih penghargaan kategori Wirausaha Niaga Tangguh (Gold Appreciation) dari PT PLN (Persero), Selasa (30/11/2021) lalu.

Lisa Blackpink Dikabarkan Sembuh dari Covid-19

Tak hanya mengumumkan Lisa Blackpink sembuh dari Covid-19, agensi juga berterima kasih kepada penggemar yang sudah memberikan dukungan.

Bertambah Lagi, Korsel Laporkan Virus Corona Omicron Jadi 12 Kasus

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) melaporkan tiga tambahan kasus virus corona Omicron sehingga menjadikan total kasus varian baru tersebut menjadi 12.

Bukan Jebakan Tikus, Petani Tanon Sragen Pilih Pasang Pagar Plastik

Sejumlah petani di Kecamatan Tanon, Sragen, memilih memakai pagar plastik daripada memakai jebakan tikus yang beraliran listrik karena berbahaya.

Wisata Heritage Diharapkan Bisa Hapus Stigma Negatif Kestalan Solo

Pengelola hotel di Kelurahan Kestalan, Banjarsari, Solo, mendukung rencana penataan kawasan sebelumnya terkenal sebagai lokasi mangkal PSK jadi tempat wisata heritage.

Peluang Indonesia Juara Piala AFF Terbuka Lebar, Ini Ulasannya

Timnas Indonesia baru akan mengawali pertandingan Kamis (9/12/2021) melawan Kamboja pada pukul 19.30 WIB.

Semeru Meletus, BPBD Klaten Siaga Antisipasi Bahaya Erupsi Merapi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.

J-Hope BTS Punya 8 Juta Pengikut di Spotify, Rekor Baru Solois Korsel

Sebelumnya pada 21 Agustus 2021, J-HopeBTS  melampaui 7 juta pengikut di platform serupa.

Kelelahan Hebat Minions Diklaim Penyebab Gagal Juara

Kelelahan yang dialami pasangan berjuluk Minions ini merupakan akumulasi dari panjang dan padatnya jadwal pertandingan sejak bulan Oktober di tur Eropa.

Media Asing Sebut Indonesia Batal Beli Jet Tempur Sukhoi Rusia

Media asing sektor militer pertahanan dan militer melaporkan bahwa Indonesia telah membatalkan pembelian jet tempur Rusia Sukhoi Su-35.

Tiga Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu Karanganyar

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Gunung Semeru Erupsi, Warganet Serukan Pray for Lumajang di Twitter

Warganet menunjukkan kepedulian mereka terhadap warga Lumajang yang sedang mengalami musibah dengan bersama-sama menggunakan tagar pray for Lumajang di jagat Twitter.

Duka Partai Golkar, Airlangga: Segera Bantu Warga Sekitar Semeru!

Airlangga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana DPP Partai Golkar segera membantu masyarakat yang terdampak dengan memenuhi kebutuhan dasar berupa sembako dan membagikan masker bagi para pengungsi.

+ PLUS Kedisiplinan Masyarakat Kunci Mencegah Ancaman Gelombang Ketiga

Komitmen pemerintah mengantisipasi ancaman lonjakan penularan Covid-19 memunculkan optimisme Indonesia bakal lolos dari potensi lonjakan gelombang ketiga penularan Covid-19.

Ada Pohon Natal Ramah Lingkungan di 2 Hotel Solo, Begini Penampakannya

Dua hotel ternama di Kota Solo membuat pohon natal ramah lingkungan untuk memeriahkan momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.