Bupati Kendal, Mirna Annisa. (Instagram @dr.mirnaannisa)

Semarangpos.com, KENDAL – Bupati Kendal, Mirna Annisa, melarang dua lokasi prostitusi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), tutup selama bulan suci Ramadan. Dua tempat prostitusi itu, yakni lokalisasi Gambilangu atau yang akrab disebut GBL di Desa Sumberejo, Kaliwungu, dan Alas Karet atau Alaska di Kecamatan Sukorejo.

Mirna menilai dengan ditutupnya tempat prostitusi selama bulan puasa akan memberikan ketenangan umat muslim dalam menjalankan ibadah. Selain menutup tempat prostitusi, ia juga melarang beroperasinya tempat-tempat hiburan malam, seperti karaoke yang menyediakan jasa pemandu karaoke (PK).

Bupati termuda di Jateng itu juga melarang peredaran minuman keras di wilayahnya selama bulan Ramadan.

“Jika ada yang melihat praktik perjudian atau peredaran minuman keras, segera laporkan ke aparat. Jangan bertindak atau main hakim sendiri,” ujar Mirna dilansir laman Internet resmi Pemprov Jateng, Jumat (18/5/2018).

Agar imbauannya dipatuhi, Mirna juga telah menginstruksikan Satpol PP Kendal menggelar patroli dan razia selama bulan Ramadan. Razia dan patroli itu digelar di tempat-tempat yang rawan terjadinya perzinahan, seperti hotel dan tempat sepi, tempat penjual miras, serta praktik perjudian.

Selain Satpol PP, aparat kepolisian Kendal juga gencar menggelar operasi miras. Wakapolres Kendal, Kompol Sugiyatmo mengatakan jajaran Polres akan menggalakkan operasi miras selama bulan puasa, untuk memberikan ketenangan umat Islam dalam menjalankan ibadah.

Razia miras akan dilaksanakan tidak hanya wilayah perkotaan saja, tapi seluruh wilayah hingga pedesaan, seperti toko-toko dan warung-warung yang menjual miras secara sembunyi-sembunyi. “Kepada masyarakat diminta agar melapor kepada polsek terdekat jika mengetahui ada yang menjual miras,” tutur Wakapolres Kendal.

Wakapolres juga mengimbau kepada seluruh ormas maupun masyarakat Kendal untuk tidak melakukan sweeping terhadap tempat hiburan malam atau penjual minuman keras. Jika ada ormas yang terbukti melakukan sweeping, maka pihaknya akan menindak tegas. “Tidak boleh ada sweeping, karena bisa timbul bentrok dengan masyarakat,” ujarnya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten