Bupati Minta Sedot Tinja Bisa Dilayani di Mal Pelayanan Publik Sragen

Bupati Sragen ingin semua layanan bisa masuk di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang akan beroperasi pertengahan Desember 2022 nanti. Termasuk layanan sedot tinja yang ada di DPU.

 Sejumlah pimpinan instansi vertikal menandatangani naskah kerjasama dan komitmen bersama untuk membuka pelayanan publik di MPP bersama Bupati Sragen di Pendapa Sumonegaran Sragen, Rabu (16/11/2022). (Solopos.com,/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Sejumlah pimpinan instansi vertikal menandatangani naskah kerjasama dan komitmen bersama untuk membuka pelayanan publik di MPP bersama Bupati Sragen di Pendapa Sumonegaran Sragen, Rabu (16/11/2022). (Solopos.com,/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 29 dari 32 instansi pelayanan publik pada Rabu (16/11/2022) meneken nota kesepakatan bersama dengan Bupati Sragen untuk membuka pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sragen. MPP ini akan dibuka pada pertengahan Desember 2022 mendatang.

Ada ribuan pelayanan publik yang dilayani di MPP. Istimewanya lagi, pelayanan sedot tinja juga bisa dilayani di MPP Sragen.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Sejumlah instansi yang belum bisa melakukan tanda tangan nota kesepakatan bersama di antaranya Polres Sragen, Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta, dan Samsat atau DP2D Provinsi Jawa Tengah. Kemudian Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah dan PT Jasa Raharja Perwakilan Surakarta.

Seremoni pendatanganan kesepakatan bersama itu dilakukan di Pendapa Sumonegaran Sragen Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan sejumlah catatan, khususnya bagi 16 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sragen.

Baca Juga: MPP Sragen Dibuka Desember, Bupati: Jangan Cuma Jadi Tempat Penitipan Pegawai

“Sebanyak 16 OPD itu wajib mengalihkan pelayanan publik mereka ke MPP. Ada catatan untuk mereka. Ternyata tidak semua OPD membuka pelayanan di MPP. Seperti DPU [Dinas Pekerjaan Umum] yang memiliki tujuh jenis pelayanan tetapi hanya tiga jenis yang dibuka di MPP. Pertanyaannya kenapa?” tanya Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Bupati melanjutkan, ternyata layanan yang tidak bisa dibuka di MPP itu seperti layanan sedot tinja, tebang pohon, sewa tanah bahu jalan, dan sewa tanah lambira. Dia kembali mempertanyakan memangnya layanan sedot tinja tidak boleh dibuka di MPP? Kalau mobil sedot tinjanya, kata dia, memang tidak boleh ada di MPP, tetapi layanannya boleh ada di MPP.

Mind set OPD ini harus diubah. Ketika ada pohon tumbang, masyarakat bisa mengadu ke MPP dan nantinya pelaksananya tetap dinas teknis terkait. Semua pelayanan publik tetap diletakkan di MPP sedangkan posisi OPD terkait berfungsi sebagai back office. Nanti masing-masing pelayanan punya nomor hotline,” ujarnya.

Baca Juga: 31 Inovasi Pejabat Sragen Diluncurkan, Namanya Unik-Unik, Ini Daftarnya

Seluruh Layanan Masuk MPP

Yuni juga meminta seluruh pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen masuk ke MPP. Dia mempertanyakan dari 15 pelayanan di Dispendukcapil kenapa hanya dua yang masuk ke MPP. Dia meminta jangan sampai ada dualisme pelayanan publik di Sragen, khususnya untuk 16 OPD yang ada. Dia meminta Pelaksana Tugas (plt) Kepala DPMPTSP Sragen untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Untuk instansi vertikal kami mohon komitmennya. Belajar dari daerah lain, ketika ada dualisme pelayanan maka MPP menjadi sepi. MPP buka jam kerja Senin-Jumat dan dipastikan tidak ada pungutan liar. Semua pelayanan paripurna di MPP,“ tegas Bupati.

Kepala Dispendukcapil Sragen, Adi Siswanto, mengatakan dua pelayanan Dispendukcapil yang akan dibuka di MPP itu merupakan pelayanan induknya, yakni pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Dia mengatakan turunan pelayanan itu banyak sampai 58 jenis pelayanan.

Baca Juga: Ganjar Minta Mal Pelayanan Publik Promosikan Produk UMKM

Dia menambahkan, sesuai komitmen awal ada 15 jenis pelayanan Dukcapil yang dibuka di MPP. Untuk pelayanan lainnya, ujar dia, perlu ada evaluasi.

“Seperti legalisasi dokumen itu harus di Dispendukcapil karena yang tanda tangan harus pejabat eselon III sementara yang ditempatkan di MPP itu pejabat eselon IV. Kami akan membuat sistem supaya bisa memanfaatkan MPP sebagai front office dan Dispendukcapil sebagai back office. Kami masih memikirkan prosedurnya,“ jelasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pilkades Sukoharjo Selesai Tanpa Kericuhan, Pelantikan Dijadwalkan 21 Desember

      Pilkades serentak di Sukoharjo diklaim kondusif tanpa laporan kericuhan.

      Kakung Sableng Klaten Ternyata Kepanjangan dari Kafe Ingkung Sambel Blenger

      Resto Kakung Sebleng berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Kartini/By Pass No. 3, Warung Kidul, Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah.

      Periksa Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor, Ditjen Dikti Terjun ke UNS Solo

      Ditjen Dikti Kemendikbudristek turun langsung ke UNS Solo untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan Rektor periode 2023-2028.

      Batuan Purba Sepanjang 100 Meter di Bayat Klaten Ini Bernama Watu Sepur

      Wisata Watu Sepur di Klaten menyuguhkan pemandangan deretan bebatuan purba yang mirip dengan ombak sepanjang 100 meter.

      Tidak Kuat, Presiden Jokowi Gendong Kaesang secara Simbolis seusai Siraman 

      Seluruh prosesi siraman jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (9/12/2022), berlangsung lancar.

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presiden Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.