Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Bupati Madiun Ahmad Dawami menyampaikan masih ada sebagian dari masyarakat yang percaya terhadap mitos larangan membakar popok bayi sekali pakai. Hal ini menyebabkan mereka membuang sampah popok bayi itu ke sungai.

Kondisi tersebut menyebabkan sungai semakin tercemar oleh sampah popok bayi. Dan kondisi lingkungan semakin tercemar.

Kaji Mbing, sapaan akrabnya, secara rutin mengampanyekan kepada masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dari sampah plastik. Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih minim.

Dia menyebut sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang percaya dengan mitos yang menyesatkan terkait popok bayi. Dalam mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat, popok bayi sekali pakai tidak boleh dibakar.

Lantaran takut dengan mitos itu, sebagian masyarakat pun membuang popok bayi itu ke sungai. Padahal popok bayi sekali pakai tersebut merupakan salah satu sampah yang sulit diurai.

"Masih banyak masyakat yang membuang popok bayi ke sungai karena mereka takut mitos tentang popok bayi tidak boleh dibakar," kata dia, Kamis (27/6/2019).

Saat popok bayi itu dibuang di sungai dan dimakan ikan. Tentu ikan tersebut bisa teracun oleh bahan kimia yang terkandung dalam popok bayi itu.

Padahal pemakaian popok bayi cukup banyak di Madiun. Karena anak-anak usia 0 sampai 3 tahun masih membutuhkan popok bayi. Sehingga kalau setiap masyarakat membuang sampah popok ke sungai tentu akan semakin rusak dan tercemar. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten